Klaim Mudah dan Cepat, VeriTrans Jajaki E-Commerce Indonesia

Tahun 2011, besarnya pasar e-commerce Indonesia sekitar US$ 1 miliar. 2015 kelak, angka ini diprediksi akan mencapai US$ 10 miliar. Angka tersebut merupakan hasil survei VeriTrans dan Daily Social. Tak heran bila kemudian VeriTrans Inc. hadir sebagai payment gateway di tengah menjamurnya e-commerce Indonesia.

VeriTrans Indonesia Ke Kanan: Takashi Okita (CEO VeriTrans Inc.), Ryu Kawano Suliawan (Presiden PT Midtrans), Teruhide Sato (President dan CEO netprice.com), Ryan Gondokusumo (Founder sribu.com)

VeriTrans Inc. adalah perusahaan pembayaran di Jepang yang menerapkan Payment Card Industry - Data Security Standard (PCI-DSS). Di Indonesia, online payment gateway ini ditangani oleh PT Midtrans yang merupakan joint venture antara VeriTrans Inc., perusahaan e-commerce Jepang netprice.com, dan perusahaan investasi dari Grup Midplaza, PT Mitratama Grahaguna.

Meski baru diresmikan Rabu (3/10), VeriTrans sudah melayani beberapa e-commerce sejak Agustus lalu. Salah satunya adalah portal e-commerce desain sribu.com. "VeriTrans punya Merchant Administration Portal yang mempermudah kami memonitor semua transaksi hanya dengan sekali klik. Ini memudahkan kami mengakomodasi klien dari berbagai belahan dunia," tutur Ryan Gondokusumo, founder Sribu.com.

"Industri e-commerce Indonesia sedang tumbuh. Namun, permasalahannya selalu sama, yaitu sistem pembayaran," kata Ryu Kawano Suliawan, pendiri PT Midtrans. "VeriTrans adalah perusahaan pertama di Indonesia yang memiliki kontrak merchant aggregation dan waktu integrasi hanya satu minggu. Merchant tidak perlu telepon untuk konfirmasi. Kami membuatnya serba mudah dan cepat," lanjut penyandang gelar MBA dari Harvard Business School ini. Berikut kutipan wawancara reporter SWA dengan pria kelahiran 29 tahun lalu tersebut.

Ryu Kawano Suliawan, Presiden PT Midtrans Ryu Kawano Suliawan, Presiden PT Midtrans, pengelola VeriTrans Indonesia

Apakah VeriTrans dari PT Midtrans ini adalah cabang dari VeriTrans Jepang?

Yes and no. Namanya sama, tapi basicly untuk share holdingnya majority dipegang sama grup Jakarta. Decision making lokal, tidak seperti perusahaan Jepang di tempat lain, decision making dibuat oleh Jepang. Ini beda. Decision making dibuat oleh saya sendiri, karena itu kami bisa gerak cepat.

Kalau begitu apa peran VeriTrans Inc. Jepang?

Mereka investor, kami dikasih teknologi. Jadi teknologinya dari Jepang, tapi koneksi-koneksinya dibawa di Jakarta, di Indonesia. Jadi aku ada tim engineer yang akan bikin koneksi dengan bank untuk pembayaran kartu kredit.

Kerjasama dengan bank apa saja?

Basicly, CIMB Niaga merchant aggregator kami. Semua merchant kami dapat account dari CIMB Niaga, kemudian CIMB Niaga akan memproses kartu kredit. Merchant kecil mau langsung ke bank kan sangat susah. Nah, kami ada di tengah untuk membantu merchant terkoneksi dengan bank. Sampai sekarang kami baru kerjasama dengan CIMB Niaga. Aku mau expand juga. Belum ada rencana dengan bank yang mana. Tapi kalau ada bank yang mau menjalin koneksi dengan kami, kami welcome banget.

Bagaimana alurnya dari konsumen, bank, VeriTrans, dan merchant seperti sribu.com?

Kalau ada user yang mau bayar pakai Visa atau Master Card, uangnya akan dialirkan ke CIMB Niaga dan CIMB Niaga akan kasih uang ke kami. Kami akan kasih uang ke sribu.com.

Bagaimana model bisnis yang ditawarkan VeriTrans ke merchant?

Saya cuma charge ke merchant 4% plus Rp 1.000. Setiap ada transaksi cukup bayar itu saja. Kalau payment gateway lain di Indonesia ada initial service, fee bla bla bla, sangat rumit. Aku mau bikin pricing-nya sangat gampang. Mudah dan cepat lebih penting dari murah. Jadi aku pikir dengan e-commerce sekarang yang penting adalah mudah dan cepat, terus pricing-nya sangat mudah dipahami. Prosesnya juga sangat cepat.

Segmen mana yang jadi target VeriTrans Jakarta?

Small and medium size.

Apa yang harus disiapkan merchant untuk bisa menggunakan jasa VeriTrans?

Cuma ada beberapa dokumen untuk bank yang musti siap seperti NPWP, SIUP, KTP, rekening bank, segala macam. Tapi untuk Visanya bisa langsung apply. Jadi merchant bisa langsung registrasi melalui website kami, tidak perlu face-to-face. Aku maunya mudah dan cepat. Jadi mereka cuma pergi ke website kami, sign up, upload dokumen, semua online. Dari situ kami akan langsung issued MID dan kasih akses menerima pembayaran kartu kredit.

Ryu Kawano Suliawan

Bagaimana alur dari apply sampai proses selesai?

Merchant ke website kami, registrasi dengan mengisi nama, email, nomor telepon, langsung dapat ID. Nah, dengan ID mereka bisa masuk ke portal kami. Integrasinya satu atau dua hari. Setelah integrasi selesai, sambil mengunggu coding dikerjakan mereka musti kirim dokumen-dokumen legal yang dibutuhkan bank. Itu semua dikasih ke kami melalui internet, di-upload saja PDF-nya, terus kami kasih informasi itu ke bank. Bank approve, kami mulai. Waktu dari apply sampai approve itu 7 hari.

Siapa saja kompetitor VeriTrans di Indonesia?

Aku pikir ada banyak bisnis yang mirip, tapi belum ada kompetitor yang benar-benar seperti kami karena bisnis kami benar-benar fokus bagaimana make a very good report to merchant. Website lain ada tidak yang mudah dan cepat? Pasti tidak. Kebanyakan e-commerce merchant bisa makan waktu sangat lama karena perlu negosiasi langsung dengan bank. Di kami, merchant tidak perlu negosiasi langsung dengan bank. Mereka cuma ke kami saja.

Apa yang membedakan VeriTrans dengan payment gateway lain?

Tidak ada payment gateway yang bisa seperti ini. Untuk e-commerce kecil yang mau menerima kartu kredit, bisa makan waktu satu atau dua bulan untuk negosiasi dengan bank. Aku bisa turunkan ke 7 hari. Itu sudah inovasi yang sangat signifikan. Aku juga ingin dari 7 hari ke satu hari, tapi itu perlu negosiasi yang sangat intensif dengan bank.

Apa tantangan terberat membangun bisnis ini?

Negosiasi dengan bank sangat susah. Ini bisnis yang sangat baru dan banyak e-commerce merchant jauh. Tidak ada perusahaan e-commerce yang di Sudirman. Jadi kami musti meyakinkan bank bahwa ecommerce-ecommerce ini sangat baik.

Apa target VeriTrans Jakarta ke depan?

Target kami punya 200 merchant dalam satu tahun. Maksudnya satu tahun dari sekarang, berarti 200 merchant di September 2013.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)