Lima Sahabat Membesarkan Frame A Trip

Endra Marsudi, CEO Frame A TripKahfy Yudha Wiansya merasa beruntung karena sering mendapatkan order pemotretan dari klien Frame A Trip. “Setiap bulan, saya rata-rata mendapat 6-8 klien dari Frame a Trip,” kata Kahfy. Fotografer yang berdomisili di Jakarta ini menerima honor yang nilainya sepadan dengan keahliannya sebagai juru potret profesional. “Pembayaran dihitung per jam, sehingga saya merasa dihargai secara profesional,” ungkapnya. Frame A Trip adalah perusahaan rintisan (startup) yang menawarkan jasa fotografer profesional bagi para wisatawan.

Perusahaan yang didirikan pada Desember 2016 itu menyediakan platform layanan yang menghubungkan wisatawan dengan fotografer lokal di tempat tujuan wisata. Jadi, platform ini melayani jasa fotografi liburan. “Saat ini, Frame A Trip sudah bisa melayani klien di lebih dari 200 kota di seluruh dunia. Targetnya, kami bisa menawarkan jasa ke klien di 300 kota di seluruh dunia pada April 2018,” ujar Endra Marsudi, CEO Frame A Trip.

Perusahaan yang beroperasi sejak Februari tahun lalu itu telah melayani ribuan konsumen sampai April 2018. Para wisatawan ini diberi opsi untuk memilih fotografer yang sesuai dengan seleranya untuk mengambil momen-momen di destinasi wisata tertentu. Tarifnya bervariasi. Contohnya, biaya jasa fotografer lokal di Cape Town, Afrika Selatan, mencapai Rp 6,8 juta. Sementara di Vancouver, Kanada, senilai Rp 5,3 juta, Bali Rp 3,7 juta, London Rp 6,8 Juta, dan Tokyo Rp 5,3 juta.

Bali, Paris, Tokyo, London, dan Kyoto merupakan kota-kota yang paling banyak dipesan wisatawan untuk menggunakan jasa fotografer lokal. “Jika ada klien yang mencari kota tujuan tapi belum masuk di daftar layanan Frame A Trip, personal assistant kami siap membantu klien untuk mencarikan fotografer di kota tersebut dalam rentang waktu maksimal lima hari kerja,” kata Endra menjabarkan pelayanan yang diberikan kepada konsumen.

Endra mempromosikan Frame A Trip ke publik melalui media arus utama. “Strategi awalnya, saya menjabarkan ke media tentang Dian Sastro sebagai co-founder dan salah satu pendiri Frame A Trip,” tutur Endra yang pernah berkarier di bidang public relations dan marketing communication di sejumlah perusahaan. Endra bersama Dian Sastrowardoyo (aktris dan bintang iklan), Hermawan Sutanto, Damon Hakim, dan Michael R. Tampi merupakan pendiri perusahaan ini.

Frame-Trip-teamTaktik ini berhasil menggaungkan layanan Frame A Trip dan menjaring para fotografer. Kahfy, misalnya, segera mendaftarkan diri di situs frameatrip.com di Februari tahun lalu begitu mengetahui layanan perusahaan ini menawarkan jasa fotografer untuk wisatawan. Khusus perekrutan fotografer, Endra menyebutkan, pihaknya mengundang fotografer mendaftar langsung ke www.frameatrip.com dan mengakuisisi fotografer di berbagai kota wisata terkenal.

Lalu, staf perusahaannya melakukan kurasi untuk memilah-milah standar kualifikasi fotografer profesional yang diinginkan manajemen. Selanjutnya, sang fotografer diwajibkan menyerahkan portofolio karya fotografi terbaiknya. Proses berikutnya adalah tahap wawancara singkat. “Saat ini, jumlah fotografer profesional di database kami mencapai 700 orang. Jumlah fotografer profesional lokal yang paling banyak ada di Bali karena pasar terbesar untuk destinasi foto ada di Bali,” ia menguraikan.

Lebih lanjut, Endra mengemukakan, tahapan promosi di ruang publik itu ditindaklanjuti dengan menerapkan strategi growth hacking, dengan menjalin kemitraan bisnis dengan sejumlah merek, misalnya menggandeng Citibank atau blibli.com untuk mempromosikan layanan jasa fotografi bagi wisatawan ini. Jejaring kerja dan relasi yang terjalin apik antara Endra dengan para mitra selama berkarier sebagai tenaga profesional di sejumlah perusahaan itu cukup meringankan laju Frame A Trip dalam mengepakkan sayap bisnisnya. “Partnership dengan brand-brand yang dulu saya kenal. Bentuk kerjasama seperti barter voucher, memberikan paket khusus atau campaign bersama-sama, yakni produk kami masuk ke produk mitra. Contohnya dengan blibli.com, kami berjualan di sana dan mereka membantu menjualnya,” tutur Endra. Ia tidak menampik konsep kemitraan ini sebagai kunci sukses perkembangan bisnis Frame A Trip.

Hasilnya, jumlah pemesanan melejit dalam tempo singkat. Di tahap awal, menurut Endra, jumlah pemesanan klien yang tadinya 3-4 pemesanan/pekan itu, melonjak lebih dari dua kali lipat. Pemesanan jasa fotografer tersedia di berbagai platform, yaitu website, akun Instagram @frameatrip, Whatsapp, dan surat elektronik. Harga jasa Frame A Trip bermacam-macam, mulai dari Rp 40 ribuan hingga lebih dari Rp 6 juta untuk sesi foto selama dua jam. “Kami punya elemen kejutan, klien yang posting foto finalnya ke media sosial dan mention atau tag akun Frame A Trip, maka tim kurasi internal akan memberi hint kepada Dian Sastro untuk memberi like atau comment bagi klien yang beruntung itu,” kata Endra.

Untuk konsumen yang loyal, manajemen Frame A Trip mengirimkan kartu ucapan terima kasih yang ditulis dan ditandatangani oleh Dian Sastro. “Hal ini bisa jadi kebanggaan tersendiri bagi klien sudah menggunakan jasa Frame A Trip,” tambahnya.

Selain jasa fotografi liburan, layanan Frame A Trip kini merambah jasa fotografi pre-wedding, resepsi pernikahan, perayaan, bulan madu, wisuda, arisan, gathering, acara keluarga, dan acara khusus (special occasion). “Contoh special occasion, seperti acara Red Carpet Marsha Timothy di Festival Film Cannes 2017, saat Andien Aisyah menggelar konser musik di malam Tahun Baru 2018 di Yogyakarta, serta permintaan dari beberapa brand dan produsen untuk kebutuhan sesi foto produk,” tutur Endra.

Reportase: Sri Niken Handayani

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!