MarketPlays, Siap Bertarung di Keriuhan

Bisnis e-commerce bidang marketplace yang dua tahun terakhir tumbuh pesat menarik minat Ivan John dkk. untuk terjun ke dalamnya. Kendati persaingan kian sengit, mereka tak ciut nyali. Berkibarlah MarketPlays (marketplays.id) yang fokus menyediakan ruang belanja khusus produk kreatif modern dan gaya hidup, tepatnya produk kulit handmade. “Sudah lebih dari 200 merek lokal Indonesia dengan 700 produk yang tersedia di online platform kami,” kata Ivan John, CEO MarketPlays.

 Ivan John, CEO MarketPlays Ivan John (depan, paling kiri), CEO MarketPlays, bersama team

Berdiri pada Juni 2015, MarketPlays digulirkan dengan modal Rp 200 juta. Saat ini ada lima pendiri utamanya yang merupakan teman kuliah saat di Australia. Kelimanya berbagi tugas dalam mengelola pemasaran, desain, keuangan dan pengembangan teknologi. Idenya bermula dari kesukaan para pendiri terhadap produk kreatif lokal, terutama leather goods, tetapi kesulitan saat mencari produk-produk leather goods asli Indonesia. “Padahal, di Instagram banyak banget produk yang sangat excited, dengan kualitas bagus,” ujar Ivan.

Akhirnya, mereka berani mendirikan MarketPlays yang selain bisnis, tujuannya juga memperkenalkan dan memudahkan transaksi produk-produk kreatif modern. “Kami fokus menggarap usia produktif dan milenia. Produk yang kami sediakan lebih ke produk leather, denim, kayu, keramik dan urban lifestyle. Secara perlahan kami juga mulai memperkenalkan kepada masyarakat luas melalui offline bazaar dan workshop,” Ivan melanjutkan.

Dalam mengajak pemilik produk untuk berjualan di MarketPlays, Ivan dkk. menggunakan pola invitasi: mengundang merek-merek yang telah dikurasi. “Jadi, ini invitation only,” katanya. Untuk bergabung, pihaknya menetapkan dua syarat: harus asli, bukan kw, impor, atau jiplakan, dan harus membangun brand. Mereka juga harus melakukan visualisasi produk dengan bagus. “Registrasinya free. Kami mengambil komisi ketika ada transaksi, yaitu 10% dari setiap produk yang terjual,” kata Ivan.

Perlahan-lahan marketplace online ini mulai dikenal konsumen Indonesia. Per bulan setidaknya100 item produk terjual. “Kami optimistis ke depan. Kami akan grow perusahaan kami dan hire lebih banyak pegawai, terutama di bidang TI dan marketing. Kami juga akan menambah varian produk ke kategori kayu, keramik dan natural dye,” Ivan menjabarkan rencananya dengan yakin.

Kendati pasar kian keras, Ivan dkk. percaya banyak peluang yang bisa digarap. Sebab, di tengah keriuhan, tetap ada yang bisa dieksplorasi.(*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)