Platform Pencarian Pekerja Besutan Gibran dkk.

Michael, chief operation officer PT Kerjaholic Inovasi Teknologi (Kerjaholic)

Salah satu tantangan pebisnis yaitu menemukan pekerja dengan kualifikasi yang cocok pada saat mendesak. Tantangan seperti ini juga dialami Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo, yang dikenal sebagai pebisnis beragam usaha kuliner.

Ketika akan membuka salah satu cabang baru Markobar, bisnis kedai martabak, Gibran bertemu dengan Leonard Hidayat, pemilik properti yang akan disewa. Keduanya ternyata menghadapi masalah serupa, yakni sulitnya menemukan pekerja lepas (freelance) atau paruh waktu (part-time) yang memenuhi kualifikasi.

Akhirnya, keduanya setuju untuk bekerjasama dan mengajak beberapa rekan lain --Josh Ching, Michael, dan Daniel Hidayat-- untuk membuat perusahaan yang menyediakan solusi atas masalah tersebut. “Kami berlima memiliki ketertarikan di bidang teknologi dan berangan-angan suatu hari nanti menjadi pemilik dan pengelola sebuah startup berskala unicorn,” kata Michael.

Lahirlah perusahaan rintisan (startup) bernama PT Kerjaholic Inovasi Teknologi. Perusahaan startup ini mulai beroperasi pada Juni 2018. Modal awalnya yang sebesar US$ 25 ribu berasal dari kocek para pendiri (bootstrapping). Selain itu, Kerjaholic juga telah mendapatkan pendanaan pra-seed senilai US$ 40 ribu dari beberapa angel investor.

Di perusahaan ini, Gibran duduk sebagai advisor. Jajaran manajemennya terdiri dari Leonard sebagai chief executive officer, Josh sebagai chief technology officer, Michael sebagai chief operation officer, dan Daniel selaku chief financial officer. “Gibran banyak memberikan masukan, terutama tentang kinerja dan keberhasilan startup lain yang serupa,” ujar Michael, yang sebelumnya merupakan praktisi di bidang hardware system. Ia juga menyebutkan, Gibran telah membantu publikasi Kerjaholic dalam acara talkshow Mata Najwa di Solo 2018 dan pada acara bertajuk Bisnis Anak Presiden.

Sebagai sebuah platform, Kerjaholic menyediakan aplikasi mobile dengan sistem matchmaking, yang menghubungkan pemilik bisnis yang butuh pekerja (terutama pekerja paruh waktu) dengan para pencari kerja. Di dalam aplikasi, perusahaan pencari pekerja dapat memasang lowongan pekerjaan, baik itu pekerjaan tetap maupun pekerjaan paruh waktu, secara cuma-cuma lewat fitur Bosholics. Adapun pelamar atau freelancer dapat memilah dan mengurutkan daftar lowongan pekerjaan tersebut sesuai keinginan lewat fitur Pekerjaholics.

Michael optimistis bisnis di bidang platform pencarian pekerja akan terus berkembang. Menurut pria berusia 35 tahun ini, kue bisnisnya sangat besar karena pekerjaan freelance atau part-time tidak hanya dibutuhkan oleh orang yang belum bekerja, tetapi juga mereka yang memiliki pekerjaan tetap tetapi memerlukan tambahan penghasilan. “Tren perkembangan pasar pekerjaan freelance sangat tinggi,” ujar Michael.

Sebagai pendatang baru yang belum genap berusia setahun, Kerjaholic harus mampu bersaing dengan platform pencarian kerja lainnya. Kerjaholic yang kini beroperasi di Jakarta dan Semarang menawarkan diferensiasi berupa fitur Instanholic. Fasilitas ini memungkinkan pemilik usaha mencari pekerja secara real-time berdasarkan industri dan lokasi terdekat. Karenanya, fitur ini sangat berguna bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan di situasi mendesak.

Manajemen Kerjaholic tentu melakukan sejumlah cara promosi dan pemasaran. Di antaranya dengan menyediakan sistem point reward yang disertai undian berhadiah secara berkala. “Kami juga berupaya mengoptimalisasi iklan di berbagai media sosial dan aktivitas pemasaran secara offline,” kata sang COO, seraya menyebutkan, pihaknya juga mengutamakan kualitas layanan. Hingga saat ini Kerjaholic telah menerima hampir 1.000 lowongan pekerjaan dengan total pelamar di atas 10.000 orang.

Model bisnis yang diterapkan Kerjaholic adalah skema freemium. Maksudnya, semua fitur utama tidak akan dikenakan biaya, tetapi terdapat beberapa fitur tambahan yang mengharuskan pengguna membayar. Cara monetisasi lainnya yaitu menerima komisi dari setiap pengusaha pencari pekerja yang berhasil mendapatkan pekerja. “Strategi kami, mengutamakan pertumbuhan secara organik, pelan tapi pasti,” ujar Michael tandas.

Salah satu pemilik bisnis yang sudah merasakan manfaat Kerjaholic adalah Ryan Maurice, pemilik PT Kontraktor Karya Interior, distributor produk interior dan aksesori jendela dengan merek Onna.

Sangat sulit bagi perusahaan non-FMCG untuk mendapatkan kandidat bagus. Walaupun brand kami adalah yang terbaik di bidangnya, karena bukan kategori bank atau FMCG, namanya jarang didengar,” ungkap Ryan. Nah, berkat Kerjaholic, dengan sistem broadcast, lowongan kerja dari perusahaannya dapat di-push ke calon pelamar tanpa harus dicari dengan cara scrolling.

Mengenai target di tahun 2019, Michael dkk. berharap dapat menyelesaikan dan merilis aplikasi Kerjaholic untuk perangkat berbasis iOS. Selain itu, pihaknya juga akan merambah kota-kota besar selain Jakarta dan Semarang. Dan, di tahun 2019 ini, “Kami juga akan mulai menerima penghasilan, baik berupa komisi maupun jasa dari layanan digital,” kata Michael.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)