Rionald Anggara Soerjanto, Dari Profesional Jadi Pengusaha TI

Tak puas dengan besaran gaji bulanan sebagai profesional. Itulah alasan Rionald Anggara Soerjanto pindah kuadran untuk membangun bisnis sendiri.

Rionald Anggara Soerjanto Rionald Anggara Soerjanto

Setelah sempat menjadi profesional di perusahaan peranti lunak di Seattle, Amerika Serikat, lulusan Jurusan Electrical Engineering Seattle University ini memutuskan mengembangkan usaha sendiri di bidang teknologi informasi. Bersama seorang mitranya, Rionald mendirikan Sky Soft Consulting pada 2004. Jasa yang ditawarkan Sky Soft mencakup quality-driven product, website development, mobile apps development dan online marketing.

Rionald mengatakan, banyak orang yang berpikir kerja di AS enak. Dengan gaji dolar, kelihatannya pendapatan besar. “Tetapi mereka lupa, setelah dipotong income tax sekitar 30% dari total gaji pokok per tahun, dan dikurangi biaya hidup yang juga mahal, hampir jarang ada sisa untuk saving atau yang lainnya,” ungkap pria kelahiran Bandung 15 Agustus 1982 ini. “Lalu, saya pikir kalau kerja begini terus, kapan balik modalnya investasi besar yang telah ditanamkan orang tua untuk pendidikan saya,” tambah pria yang akrab disapa Rio ini sambil tertawa.

Diakui Rionald, awalnya dia kesulitan menawarkan jasa dan produk TI-nya. Selain masih sangat muda dan belum berpengalaman, dia dan mitranya juga berasal dari Asia. Maklum, ketika itu dunia TI dikenal sebagai “whiteman’s game,” sehingga kebanyakan orang bule Amerika atau Eropa yang lebih dipandang.

Namun, setelah lebih dari enam bulan menawarkan jasa ke berbagai perusahaan, akhirnya ada juga yang tertarik menggunakan layanan dan produknya. Menariknya, klien-kliennya justru berasal dari luar Seattle, seperti Chicago dan Los Angeles, ada juga yang dari Australia dan sebagainya. Baru di tahun kedua mulai mendapatkan klien lokal (dari Seattle). “Kami tidak pernah beriklan. Kami hanya menggunakan cara word of mouth marketing,” ujar Rionald. “Tetapi, kami berprinsip selalu memberikan layanan ‘extra mile’ kepada klien, sehingga mereka puas karena hasilnya selalu lebih dari scope of work yang sudah dijanjikan,” tambah Rionald mengklaim.

Saat ini perusahaannya telah melayani lebih dari 150 perusahaan dari berbagai industri di 20 negara. Di Indonesia sendiri, Sky Soft Consulting sudah berhasil menggaet klien besar seperti Astra International, Disc Tarra, MG Sports and Music, Acefood dan Bina Bangsa School.

Pada 2011, Rionald memboyong keluarganya kembali ke Tanah Air karena melihat potensi yang sangat besar di Indonesia. Lalu, ia mendirikan Sky Soft Consulting Indonesia (dengan nama resmi PT Super Solusi Ciptakreasi), dengan mengajak beberapa teman baiknya yang pernah bekerja di Microsoft AS, Amazon, HSBC Bank Canada, Boston Scientific Group, Davis serta Elen Advertising.

Masih di tahun itu juga, tepatnya pada Oktober 2011, pemegang gelar MBA dari City University of Seattle ini juga mendirikan perusahaan internet service provider bernama Supernet Advance Teknologi. Selain memberikan layanan Internet untuk perumahan dan perkantoran, Supernet juga menyediakan jasa colocation, IT network consulting, dan sebagainya. Klien besarnya untuk jasa ini antara lain Panin Sekuritas, JNE, English First, Honda Motors, Institut Musik Indonesia, Alfamart dan resto Sushi Tei.

“Untuk revenue dari kedua perusahaan, lebih dari cukuplah untuk menghidupi keluarga. Dan, yang pasti, lebih banyak daripada bekerja di AS,” ungkap suami Fenny Natalia serta ayah Claire, Celine dan Chloe ini. “Selama ini dengan joint forces antara Sky Soft Consulting dan Supernet, kami mempunyai value proposition yang unik, di mana kami bisa memberikan layanan atau produk yang dibutuhkan klien,” tambah Rionald, yang dalam beberapa bulan ke depan berencana membuka cabang di Bandung, Surabaya dan Makassar dengan menerapkan model semiwaralaba.

Kompetensi Rionald dalam mengembangkan layanan TI diakui kliennya. Salah satunya, Ronald Wong, manajer di salah satu dealer resmi motor Honda di Cengkareng. Menurut Ronald, perusahaannya sangat terbantu setelah menggunakan layanan Internet Supernet. “Layanan Supernet hebat, jauh lebih baik dari apa yang saya ekspektasikan,” ujar Ronald memuji. “Rio sendiri sebagai CEO sangat menyenangkan ketika diajak bicara, sangat membantu dalam memberikan saran,” tambahnya.

Sanjungan serupa dikemukakan Wirawan Hartawan, pemilik Grup Disc Tarra. “Dia cerdas dan berbakat di bidangnya. Dia orang yang enak diajak bekerja sama dan sangat fokus pada pekerjaan yang diberikan, serta menyelesaikannya secara tepat waktu dan sempurna,” demikian komentar Wirawan. (*)

 

Gustyanita Pratiwi & A. Mohammad B.S.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)