Bisnis Perangkat Gaming Sang Gamer

Ketangkasan dan hobi Rolly Edward memainkan aneka game komputer sejak belia rupanya terbawa ke dunia bisnis. Selulus kuliah dan bekerja di toko distributor alat elektronik, dia dengan sigap menangkap peluang bisnis notebook gaming atau laptop khusus game berharga kompetitif. Di bawah bendera PT Xenom Indonesia, pria 30 tahun ini membesut laptop gaming bermerek Xenom. Aneka varian laptop untuk memainkan game kelas berat pun dirilis dengan harga mencapai puluhan juta rupiah per unit.

Rolly Edward

Persentuhan Rolly dengan dunia bisnis sejatinya sudah sejak kuliah di Jurusan Teknologi Informasi STTI NIIT I-Tech, Cipete, Jakarta Selatan. Saat itu, ia bahkan sudah mendirikan perusahaan sendiri dengan nama PT Solid Computing. Bidang yang digarap mencakup pembuatan situs web, database, web server, programming, merakit dan reparasi komputer, hingga pengelolaan perawatan komputer perusahaan. Bahkan, Solid kala itu sudah memiliki 6 pelanggan korporat yang meminta perawatan berkala komputer mereka.

Namun, usai kuliah ia memilih menjadi karyawan di Pemmz, distributor sekaligus toko komputer dan notebook. Kebetulan, perusahaan itu juga menjual aneka komputer dan laptop gaming untuk memainkan beragam game kelas berat. Ternyata, belakangan Pemmz menjadi kampus kedua baginya. Rolly, yang kala itu menjabat Pengembangan Riset dan Teknis Pemmz, menemukan, para gamer yang kebanyakan anak muda sering kesulitan menemukan perangkat gaming yang sesuai dengan kocek mereka. “Di sini masih mahal, tidak terjangkau, padahal penggemar sangat potensial,” tuturnya kepada SWA di kantor merangkap showroom-nya, Ruko Cempaka Mas Blok I/5, Jl. Letjen Suprapto, Jak-Pus.

Sejak itu, ia memutuskan mendalami perangkat gaming khususnya laptop dengan lebih serius. Di sela waktu luang dan liburan, ia meriset langsung berbagai peralatan pendukung untuk mewujudkan visinya: menghadirkan laptop gaming mumpuni berharga ramah. Ia bahkan sampai pergi ke Taiwan untuk mencari berbagai vendor komponen laptop yang sesuai dengan kebutuhan dan bisa diandalkan.

Dia juga meriset berbagai merek laptop tenar yang menelurkan laptop gaming, seperti Dell yang membesut Alienware, Asus yang merilis Republic of Gamers, MSI dengan MSI Gaming, dan sebagainya. Di titik itu, Rolly menemukan satu insight berharga, laptop gaming juga diminati para pegiat industri kreatif seperti animator, desainer grafis dan fotografer yang memerlukan komputer jinjing berspesifikasi tinggi. Maka, ia pun melebarkan sasarannya. “Mesin untuk menjalankan video game itu paling berat, jadi bisa digunakan untuk pekerjaan lain yang tinggi kualifikasinya,” ujarnya.

Tahun 2009, Rolly mulai mencari jalan mewujudkan impiannya. Ia melobi sejumlah investor untuk diajak bekerja sama. Diakuinya, langkah itu tak mudah. Apalagi, sejak awal ia blak-blakan menyebut bisnisnya baru bisa menuai untung di tahun ketiga. “Saya ingin angel investor yang mau menanam modal sejak awal paham bahwa butuh banyak biaya, yang benar-benar percaya saya bisa memajukan bisnis ini selama tiga tahun, baru ada pembagian keuntungan,” ia menjelaskan. Setelah tiga tahun berjibaku dari satu lobi ke lobi lainnya, dia menemukan empat orang investor lokal yang bersedia mendukungnya.

Namun, sebagai uji coba awal, ia ditantang keempat investor itu untuk membuat sejumlah unit lebih dulu guna mengetes pasar. Lapak jualan tak jauh-jauh dicarinya. Ia mendekati Pemmz, kantor lamanya yang berlokasi di Jl. Tanjung Duren Raya, Jak-Bar, untuk memajang produknya. Ternyata berhasil, laptop yang awalnya diberi nama Xenom Style Note itu terjual hingga 10 unit per bulan.

Maka, pada 12 September 2013, laptop Xenom resmi diluncurkan dengan lima seri sekaligus, yaitu Pegasus, Siren, Shiva, Phoeni dan Hercules. Harganya mulai dari Rp 7 juta hingga Rp 20 juta lebih per unit. Salah satu keunikan laptop Xenom adalah penggunanya bisa mengganti komponennya seperti prosesor, VGA, hard disk dengan yang lebih canggih sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan teknologi. Dengan begitu, Xenom menjadi laptop gaming lokal pertama yang dapat di-custom.

Seluruh form factor Xenom diproduksi di Taiwan, termasuk kerangka laptop, motherboard dan panel LCD. Di luar itu, memori, prosesor, front panel, hard disk, SSD, GPU, diperoleh dari para mitra distributor resmi di dalam negeri.

Untuk memasarkan produknya, Rolly memilih fokus di media sosial seperti Twitter, Facebook, YouTube, dan pemasaran digital. Salah satunya melalui YouTube dengan akun Xenom Kingdom. Di sana, ia kerap membuat video ulasan penggunaan laptopnya kala dipakai bermain game seperti Grand Theft Auto V, serta memuat update produk terbarunya.

Rolly juga bekerja sama dengan Intel Indonesia untuk berbagai kegiatan edukasi produknya, seperti pameran. “Kami bekerja sama dengan Intel sejak awal berdiri, dan Intel Indonesia berterima kasih juga pada kami, akhirnya ada mesin high-end di Indonesia yang bisa di-support mereka,” tuturnya bangga.

Selain itu, dia menggelar seminar dan pameran di berbagai kota di Indonesia seperti Malang, Surabaya dan Yogyakarta untuk mengenalkan produknya. Ia juga mempromosikan ketersediaan produk dan jaminan pascajual Xenom melalui dealer dan pusat pelayanan Xenom di 15 kota besar Indonesia seperti Bandung, Banjarmasin, Bekasi, Denpasar, Jakarta, Makassar, dan lainnya. Xenom dijual pula di beberapa lapak online seperti Bhinneka.com, BliBli.com, Paziashop.com dan Lazada.com.

Berkat kegigihannya, tahun lalu Xenom mampu terjual hingga 300 unit lebih. Adapun pertumbuhan penjualannya mencapai 25% per tahun. Ke depan, Rolly menargetkan pertumbuhan 30% lebih. “Saya ingin menjadikan Xenom merek kebanggaan Indonesia untuk laptop khusus ini,” ujar pengagum Steve Jobs itu.

Edhy Raharjo, General Manager Pemmz, menuturkan, pihaknya yakin Xenom akan terus berkembang. Pasalnya, Xenom dengan jelas menyasar ceruk pasar tertentu dengan kualitas produk yang bisa diandalkan. “Defect ratio-nya kecil dan dukungan pascajual tidak sebatas kerusakan hardware, tapi juga membantu setting yang optimal untuk kebutuhan main game. Selain itu kalibrasi displai untuk kalangan desain grafis dipenuhi. Dari sisi harga pun kompetitif dengan produk luar,” ungkap Edhy.

BOKS:

Nama: Rolly Edward
Lahir: Jakarta, 1985
Bisnis: Produsen laptop gaming PT Xenom Indonesia

Prestasi:
= Membesut laptop gaming customizable lokal pertama.
= Terjual hingga 300 unit lebih tahun 2014.
= Distribusi hingga 15 kota besar di Indonesia seperti Bandung, Banjarmasin, Bekasi, Denpasar, Jakarta, Makassar, dll.
= Xenom juga dijual di beberapa lapak
online seperti Bhinneka.com, BliBli.com, Paziashop.com dan Lazada.com.

Herning Banirestu dan Eddy Dwinanto Iskandar

Riset: Gustyanita Pratiwi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)