Solusi Dana Pendidikan dari Danadidik.com

Dipo Satria Ramli (kanan) dan Januar Sudharsono, Co Founder Danadidik.com

Dipo Satria Ramli (kanan) dan Januar Sudharsono, Co Founder Danadidik.com

Tidak sedikit dari masyarakat Indonesia yang demi mengejar mimpinya belajar di bangku sekolah hingga perguruan tinggi, harus terputus di tengah jalan karena faktor ekonomi. Ada pula yang memilih meminjam dana kepada teman atau saudaranya guna menyelesaikan biaya pendidikan yang semakin lama semakin meningkat.

Menurut Dipo Satria Ramli, Co-founder dari Danadidik.com sebanyak 73% orang tua murid di Indonesia rela meminjam dana ke berbagai pihak untuk keperluan biaya pendidikan anak-anaknya. Bisa lewat keluarga, teman terkadang juga terpaksa meminjam kepada para sumber dana dari loan shark (lintah darat) atau yang familiar di masyarakat disebut dengan rentenir.

“Dulu almarhumah ibu saya pernah menunggak bayar uang kuliah saya. Sebelum menikah, istri saya juga pernah kesulitan membayar uang kuliahnya. Lalu, saya kontak beberapa bank, tapi tidak ada yang bisa. Sejak itu saya terpikir untuk berbuat sesuatu. Maka, lahirlah Danadidik.com ini,”kenang penggemar olah raha paralayang itu.

Danadidik.com adalah platform pinjaman pelajar (student loan) yang menggunakan sistem penggalangan dana (crowdfunding). Mulai berdiri pada 17 Juni 2105, Danadidik bertujuan membantu mahasiswa yang membutuhkan pinjaman untuk menyelesaikan studi mereka, sambil menawarkan imbal hasil (return) yang menarik untuk sponsor atau/ investor. Misinya, kesempatan yang sama untuk pendidikan tinggi.

Mantan Direktur di Macquarie dan ABN AMRO itu tidak sendiri, bersama dua sahabatnya Januar Sudharsono, (CTO) dan Eka Ginting, (mentor). Dipo memantapkan target pasar yang dibidik adalah para siswa yang akan bekerja setelah lulus, bisa dari kalangan mahasiswa, akademi, SMK, atau terkadang sertifikasi. Syaratnya kelulusan dalam waktu kurang dari 2 tahun dan minimal peminjaman rata-rata Rp 10 juta.

“Danadidik.com bullish terhadap beberapa industri seperti kesehatan (medikal) & engineering, tapi terbuka untuk siapa saja,” lanjut ayah dua anak itu.

Bedanya dengan sumber pendanaan lainnya, Danadidik.com diklaim sebagai pemula produk student loan di Indonesia. Selain itu, menawarkan masa tenggang (grace period) dalam peminjaman dana pendidikan. Ini adalah masa dimana tidak ada pembayaran angsuran selama siswa masih menyelesaikan studi-nya. Sementara pinjaman lain, umumnya mengharuskan pembayaran angsuran 1-2 bulan setelah dana cair.

Tidak hanya itu, bagi sponsor (pemberi dana) kehadiran Danadidik bisa menjadi kesempatan untuk diversifikasi. Sebagai peluang investasi alternatif yang bisa compund dan memberikan return plus bunga. Dan tentunya menjadi bagian dari masa depan dan karir seseorang.

“Sedangakan untuk siswa (penerima dana) pengembalian bunga nya sangat terjangkau mendekati 0%. Tepatnya antara 1-5,0% per bulan sebelum resiko default. Pengembalian dana dilakukan setelah mahasiswa/siswa tersebut bekerja dan mempunyai masa tenggang (grace period). Periode dimana peminjam masih menyelesaikan studi dan tidak diharuskan membayar cicilan,” jelas Dipo.

Keunggulan lainnya, seluruh pendapatan bunga (interest income) dari penerima dana, akan dikembalikan ke sponsor. Lalu, dari mana Danadidik mendapatkan profitnya? Dipo merinci keuntungan Danadidik diperolah dari fee transaksi (transaction fee), yang terdiri dari beberapa sumber: registrasi, biaya arranging fee dan servis fee selama pembayaran cicilan.

Dengan model transaction fee, diharapkan agar insentif Danadidik in-line dengan sponsor. Artinya, Dipo dan tim hanya akan mendapatkan keuntungan bila sponsor mendapatkan return.

Alhasil, mulai Februari 2016, ada lebih dari 2,500 siswa mendaftar di Danadidik dan setiap bulan rata-rata pertumbuhannya mencapai 15-20%. Hingga 2016 Dipo menargetkan sebanyak 500 siswa dapat pendanaan pendidikan dari Danadidik.

Mengenai investasi, Dipo mengaku sumber investasi dari kantong pribadi para pendiri. Meski tidak mau merinci nominalnya, target break even pointnya dalam kurun waktu 18-24 bulan. Tapi perlu diingat kembali, Danadidik adalah situs penggalangan dana (Crowdfunding atau Peer-to-Peer Lending) khusus untuk pinjaman pendidikan (student loan).

“Jadi pendanaan tiap pinjaman diberikan oleh sponsor tapi Danadidik juga berkomitmen untuk mengalokasikan dana pribadi kami untuk tiap kampanye penggalangan dana siswa,” jelas pengagum pengusaha sosial Muhammad Yunus itu.

Sebagai pengusaha pemula, Dipo dan kawan-kawan mengaku kesulitan dalam meyakinkan industri keuangan. Bahwa pembiayaan pendidikan resikonya tidak sebesar yang ditakutkan dan secara komersial peluangnya sangat besar dan prospektif. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Aktif di Media Sosial Telkom Menjadi Digital Brands of The Year 2016

Jakarta, 5 April 2016 - PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) memperoleh penghargaan sebagai Digital Brand of The Year 2016, tiga...

Close