StickEarn, Melaju Kencang di Tangan Empat Sekawan

Pendiri StickEarn, dari kiri ke kanan Garry Limananta, Sugito Alim, Hartanto Alim, dan Archie Carlson.
Pendiri StickEarn, dari kiri ke kanan Garry Limananta, Sugito Alim, Hartanto Alim, dan Archie Carlson.

Sejak melakukan debutnya pada Januari 2017, startup teknologi periklanan StickEarn berhasil mentransformasi sarana transportasi menjadi platform iklan luar ruang terukur. Di bawah payung PT Paragon Pratama Teknologi, perusahaan yang didirikan oleh empat orang Indonesia, yaitu Archie Carlson, Garry Limananta, Sugito Alim, dan Hartanto Alim, ini melaju kencang dengan menggandeng mitra-mitra strategis.

Dari sisi pendanaan, misalnya, StickEarn berhasil memperoleh pendanaan awal sebesar US$ 1 juta dari East Ventures. Dilanjutkan dengan pendanaan Seri A sebesar US$ 5,5 juta dari East Ventures dan SMDV serta Grab, OVO, dan Agaeti Ventures. Investasi ini digunakan untuk pengembangan produk serta pengembangan kemampuan data dan analitik.

Bersama Grab, layanan iklan StickEarn dapat disalurkan melalui ribuan armada mobil dan motor mitra Grab yang tersebar di seluruh Indonesia. “Kami memiliki akses kepada lebih dari 100 ribu driver Grab, tidak hanya di Jakarta, namun juga kota operasional mereka. Maka, StickEarn dapat melayani permintaan beriklan di mobil lebih dari 21 kota di Indonesia,” kata Archie Carlson, co-founder StickEarn.

Archie menambahkan, mitra driver StickEarn mendapatkan komisi atas kesediaannya membawa iklan brand ke mana-mana. “Hingga saat ini, setelah tiga tahun berdiri, kami telah mendistribusikan US$ 4 juta kepada mitra driver kami,” katanya menginformasikan.

Dalam perjalanannya, layanan StickEarn terus berkembang. Tidak hanya menawarkan layanan branding untuk mobil dan motor, perusahaan ini juga mulai memperluas pasar dengan menawarkan layanan branding untuk bus, taksi, angkot hingga pesawat terbang sehingga dapat menjangkau berbagai audiens dan perusahaan yang segmentasi pasarnya dapat disesuaikan.

Tak sampai di situ, pendiri StickEarn juga meluncurkan StickMart dan StickTab pada 2018. StickMart merupakan media berjualan di dalam mobil; StickEarn menyediakan layanan product display hingga melakukan online customer survey. Intinya, berbagai jenis periklanan offline to online disediakan oleh StickEarn untuk menghadirkan media periklanan yang impactful, intelligent, dan accessible.

Kini, StickEarn telah menggaet 400 brand dari berbagai industri yang telah menggunakan jasanya. Industri tersebut mulai dari energi, FMCG, home appliance, personal care, hingga e-commerce. “Kami pikir brand dari industri apa pun yang mengincar massive audience dapat kami layani,” ujar Sugito Alim, co-founder StickEarn .

Inspirasi membangun StickEarn datang dari iklan di mobil atau public transportation advertising di Singapura, London, New York, hingga Hong Kong yang sudah marak tetapi belum terlihat di Indonesia. Kemudian, diadaptasi dan dikemas di Indonesia dengan harga yang lebih affordable untuk pasar di Indonesia. “Kami memperkenalkan car-wrapping advertising, we transform cars into moving billboard,” ujar Archie.

Bagaimana melihat peluang bisnisnya? “We see a lot of opportunities here. Lalu lintas kota-kota besar di Indonesia yang padat sangat potensial dimanfaatkan brand untuk mendekat dengan konsumennya,” kata Archie. Itu sebabnya, sejak 2017, StickEarn tidak berhenti berinovasi. Berawal dari iklan di eksterior kendaraan, perusahaan ini juga memperkenalkan StickMart dan StickTablet yang merupakan platform ritel dan entertainment di dalam kendaraan. Layanan tersebut dinikmati pengiklan karena memungkinkan terjadinya product sampling dan survei yang dilakukan oleh penumpang Grab.

Pada 2019, StickEarn juga meluncurkan MobileLED, platform beriklan berupa videotron di atas truk yang merupakan hasil kerjasamanya dengan Ming Promotion. StickEarn menyediakan 40 truk di Jakarta dan kota lainnya, dan terus bertambah. MobileLED berputar di rute-rute penting. Ada 10 rute di Jakarta yang memiliki demografik yang berbeda, mulai dari residensial, sekolah, hingga pusat bisnis, sehingga klien dapat memilih sendiri, rute mana yang paling sesuai dengan target konsumen mereka. Saat ini, pihaknya juga sedang menggodok layanan baru, baik platform beriklan maupun data dan analitik.

Menurut Archie, keunggulan StickEarn adalah menggunakan teknologi terkini dengan akurasi yang tinggi dan mudah digunakan. Pengiklan dapat memonitor pergerakan iklan mereka kapan pun dan di mana pun lewat dashboard yang disediakan StickEarn. Perusahaan ini juga memberikan jasa konsultasi desain secara cuma-cuma kepada kliennya, untuk memastikan visibilitas iklan mereka bisa ke mana-mana.

StickEarn pun menyediakan aplikasi untuk driver supaya monitoring iklan. Driver pun wajib memotret kondisi stiker secara berkala, memastikan agar materi iklan tetap dalam kondisi yang baik. “Apabila kondisi dan visibilitasnya berkurang, kami mengundang driver untuk datang ke workshop kami dan kami tempel ulang,” kata Archie.

Pada akhirnya, customer experience dan service excellence adalah yang diutamakan StickEarn. “Lebih dari 70% klien yang kami miliki sekarang adalah repeat client. Angka tersebut menggambarkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap layanan StickEarn,” kata Archie bangga.

Kesuksesan yang diraih StickEarn bukan tanpa perjuangan yang keras. “Pada awalnya, kami berempat yang turun ke jalan, mengetuk pintu dari brand-brand yang menjadi pengiklan. Kami ingat perjuangan di masa awal karena layanan kami masih baru dan tidak ada case study dan testimonial yang bisa mendukung kami. Pertanyaan akan efektivitas selalu terangkat dan kami menghabiskan banyak waktu untuk riset dan menjawab pertanyaan tersebut,” Archie mengenang.

Lalu, bagaimana pertumbuhan bisnisnya? “Pertumbuhan StickEarn sangat sehat. Tiga tahun berdiri, kami mampu mencapai pertumbuhan 300%. Ini menunjukkan layanan StickEarn menjawab kebutuhan brand dan diterima dengan baik,” kata Sugito. Ia menambahkan, jumlah karyawannya saat ini 250 orang.

Tantangan yang dihadapi sekarang, menurut Sugito, transportation advertising adalah kategori baru di dunia out of home advertising. Efektivitas platform ini awalnya diragukan pasar, karena mereka sudah merasa nyaman dengan platform yang sudah ada sebelumnya. Edukasi mengambil peran penting. “Pelan-pelan kami memberikan penjelasan kepada mereka tentang teknologi yang kami gunakan dan bagaimana platform ini mampu menjangkau lebih banyak orang dengan bujet yang jauh lebih murah,” katanya.

Target bisnisnya yaitu bisa tumbuh dua kali lipat dalam penjualan jasanya. Hal ini karena ada beberapa layanan baru yang sedang diuji coba pihaknya dan mendapatkan respons menarik.

“Teknologi baru juga sedang kami gunakan, untuk mempertajam kemampuan kami mengukur efektivitas platform kami,’ kata Sugito. “Kami juga sedang dalam proses melebarkan sayap kami di beberapa negara. Tunggu saja tanggal mainnya,” ungkapnya tentang rencana bisnis perusahaan. (*)

Dede Suryadi dan Sri Niken Handayani; Riset: Hendi Pradika

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)