Success Rate Bisnis Startup Diramalkan Masih Kecil

Kevin Mintaraga, CEO Magnivate Group

Terus bertambahnya perusahaan baru (startup) di bisnis digital semakin memperkecil peluang kesuksesan (success rate) untuk meraih pangsa pasar. Kevin Mintaraga, Chief Executive Officer (CEO) Magnivate Group, mengatakan, inovasi-inovasi yang diciptakan dari pengembangan akan semakin memperketat persaingan di bisnis tersebut.

Sepuluh tahun lalu jumlah startup di Indonesia diperkirakan sekitar 1000 pemain. Namun, sejak dua tahun terakhir pertumbuhannya semakin tinggi “Succes rate bakal mengecil. Hal itu karena banyaknya orang yang masuk ke bisnis ini, menciptakan banyak aplikasi, sehingga mempersempit peluang untuk sukses, ” ujar salah satu pendiri perusahaan inkubasi, Project Eden ini.

Meski begitu, ia berharap akan banyak orang yang menciptakan aplikasi yang berbeda, unik, fungsional, sehingga kesuksesan bisa didapat. “Ketika teknologi semakin canggih, yang namanya startup akan terus ada,” tandas pria berkacamata ini.

Sarjana computer science dari Melbourne University ini juga menuturkan, success rate yang menurun akan menyebabkan file makin besar, dan parahnya permintaan orang untuk mengunduh aplikasi tidak bertambah. “Orang akan bingung karena semakin banyak aplikasi yang ditawarkan. Pertambahan pengunduh tidak sebanding dengan pertambahan startup ke depannya,” Kevin menjelaskan.

Agar bisa berkembang, ia menyarankan startup untuk mengasah kemampuan, membangun jaringan, dan banyak belajar dari startup-startup yang telah sukses. “Mostly startup ini masih muda-muda, jadi kurang pengalaman, kurang network. Saran saya alangkah baiknya jika at least ada mentornya. Tidak harus orang perusahaan, bisa saudaranya, kakaknya, siapapun orang yang sukses pasti orang-orang yang bisa berbagi ilmu,” katanya.

Kevin optimis bisnis digital masih sangat potensial. Hal itu ditopang sejumlah faktor seperti, penetrasi internet dan pengguna ponsel yang kian tinggi. Salah satu aplikasi yang akan tetap laris manis adalah aplikasi permainan (game). “ Aplikasi game tidak akan pernah mati. Apalagi jika dilempar ke pasar Indonesia. Bayangkan, 20% orang Indonesia saat ini memiliki ponsel. Jadi, ceruk kesuksesan masih terbuka lebar untuk diaplikasi ini, “ papar Kevin. (Ario Fajar/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)