Vidi Aldiano Bangun Startup Krowd

Selain mengembangkan kariernya di dunia tarik suara, penyanyi Vidi Aldiano juga megembangkan bisnisnya di beberapa bidang, di antaranya label musik VA, fashion, dan kuliner. Penyanyi yang terkenal dengan lagu “Nuansa Bening “ itu menggandeng Putri Tanjung sebagai CMO Krowd dan Yansen Kamto, pendiri Kibar 1001 Startup Digital, sebagai COO Krowd. Apa tujuan dan manfaat bisnis ini? Berikut kutipan wawancara SWA Online :

Apa latar belakang Anda membangun platform Krowd ini ?

Sebelumnya saya sudah membangun beberapa bisnis, tetapi semua adalah bisnis yang menguntungkan diri saya sendiri. Saya merasa dengan bisnis platform ini, bisa membantu banyak orang. Itulah kenapa saya bikin Krowd. Dengan teknologi dampaknya lebih besar dan jangkauannya lebih luas.

Bisa dijelaskan Krowd ini platform apa dan siapa penggunanya ?

Sebenarnya  Krowd berfungsi sebagai konektor. Jadi misalnya ada dua orang yang sama-sama punya karya,  si A adalah penulis puisi dan si B adalah musisi, bisa ketemu di platform ini untuk mengubah puisinya jadi lagu, kemudian karyanya dipublikasikan, jadi lebih besar kan?. Sekarang sudah ada website dan aplikasinya, khusus untuk aplikasi baru untuk Android saja, IOS belum.

Jadi nanti di dalam Krowd ada tiga komponen utama yaitu inisiator. Ini adalah orang yang mempunyai ide kraetif dan karya atau proyek. Kedua, proyek atau karya itu sendiri. Ketiga, kolaborator, yaitu orang membutuhkan kreator dari bidang lain untuk membantu proyeknya atau berkolaborasi. Jadi tidak hanya menginspirasi, platform ini juga bertujuan untuk menawadahi para anak muda yang punya ide, skill, dan kemauan untuk menciptakan suatu hal yang berdampak besar untuk banyak orang.

Krowd juga mengadakan event semacam kopi darat yang mempertemukan langsung para inisiator dan kolaborator. Eventnya bernama Krowd Offline. Kami sudah pernah bikin di Jakarta dan Surabaya. Waktu itu berhasil menjaring 26 inisiator dan 315 kolaborator dari berbagai latar belakang industri dan keahlian.

Bisnis modelnya seperti apa ?

Sekarang semua yang mempublikasikan proyek atau karyanya di platform ini gratis dan seterusnya akan tetap gratis. Nah, ke depannya kami mencari peluang profit dari pihak ketiga misalnya korporasi yang membutuhkan karya atau jasa orang-orang yang ada di Krowd. Tapi so far, niat saya bikin platform ini adalah untuk cita-cita pribadi untuk bisa meng-copy bisnis saya yang pernah jalan di tahun 2016. Saya bekerja sama dengan beberapa teman bidang ilustrasi, nah terinspirasi dari situ, saya berpikir untuk bikin platform ini untuk mempublikasikan anak-anak muda yang punya karya bagus, tapi belum tahu berapa besar potensi karyanya itu untuk dikembangkan.

Apa tantangannya membuat bisnis seperti ini ?

Tantangannya adalah mencari partner yang bagus, dan mencari sumber referensi atau sumber ilmu. Sebab, ini adalah startup pertama saya dan kebetulan saya sekolah bisnis. Jadi, saya mengerti bagaimana mendesain bisnis modelnya, tetapi saya tidak mengerti mengenai teknologinya dan teknis operasionalnya. Maka yang saya lakukan adalah berkolaborasi dengan orang-orang yang punya ilmu teknologinya. Ada teman-teman saya dari Jakarta, Bandung dan Sillicon Valley (Amerika Serikat) yang membantu soal teknologinya platform ini.

Apa target ke depan untuk Krowd ?

Jadi saya melihat ke depan bisa melakukan banyak hal lagi. Nanti juga saya akan ikut di acara Creativepreneur 2018,  dari sana saya berharap akan makin banyak lagi orang-orang kreatif yang akan kenal Krowd dan mau bergabung.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)