William Sutrisna, Mengemas Ilmu Para Pesohor dalam Kelas.com

Peluncuran Platform Aplikasi Digital Kelas.Com, di Ruang Serbaguna Kemkominfo RI (Dok. kominfo.go.id).

Setelah beberapa tahun bidang e-commerce dan fintech mendominasi, kini giliran startup bidang pendidikan yang semakin mendapatkan tempat di bisnis daring (dalam jaringan/online). Efek pandemi Covid-19 yang mengharuskan aktivitas belajar dari rumah pun turut menguatkan posisinya. Yang menarik, bukan hanya pelajaran terkait kurikulum sekolah yang bisa didapatkan di platform online saat ini, tetapi juga berbagai macam pelatihan, kursus, sampai konsultasi.

Salah satu yang mendapat tempat itu adalah Kelas.com. Teknologi edukasi (edutech) rintisan besutan William Sutrisna ini menghadirkan konten belajar eksklusif dalam bentuk video. Isinya berupa ilmu ataupun tips yang disampaikan para pesohor atau pegiat di bidangnya yang namanya sudah terkenal di masyarakat. “Dalam satu video ini sudah lengkap penjelasan dari mentor tersebut, dari A sampai Z. Durasinya sekitar 3 jam. Kami membuat materi yang bisa membuat orang yang belajar bisa mengerti tema itu secara garis besar,” William menjelaskan.

Ide Kelas.com tercetus setelah William lulus kuliah di Tokyo University of Technology. Sepulangnya ke Jakarta dia mendirikan sekolah programming untuk anak-anak. Berjalan dua tahun, pada 2018 dia merasa perlu bergerak secara online agar bisa tumbuh lebih cepat dan menjangkau pelanggan lebih banyak. “Saya sendiri sudah merasakan benefit belajar secara online. Lalu, saya pikir ini adalah suatu kesempatan bagus di Indonesia untuk melakukannya,” katanya.

Di sisi lain, sebagai seseorang yang memiliki passion mengajar, William kerap menyaksikan tayangan video tentang berbagi pengalaman para pesohor dunia, seperti Mark Zuckerbeg dan Elon Musk. Dia melihat bahwa Indonesia pun memiliki banyak talenta seperti itu, bahkan punya banyak idola. Namun, mereka jarang memiliki kesempatan untuk belajar dari idolanya tersebut. Lantas, dia mencoba memadukan keduanya, kelas online yang berisikan konten berbagi ilmu dari para pesohor di Indonesia. “Perbedaan kami dengan pembelajaran online yang lain adalah kelas yang disajikan fokus pada video edukasi khusus keahlian tertentu. Bisa dibilang one and only saat ini,” katanya.

Hasilnya memuaskan. Di bawah bendera PT Mega Harapan Mulia dan dibimbing para startup advisor, William berhasil mendapatkan angel investor. Di awal peluncuran pada 2018, Kelas.com memulainya dengan tiga mentor: Chef Juna, Ryan Ogilvy (makeup artist), dan Rio Motret (fotografer). Animo yang dihasilkan sangat baik. Kelas.com kemudian menambah nama-nama kondang untuk berbagai bidang dalam kelasnya.

Saat ini sudah ada ada 16 mentor (16 video), dari beragam bidang, antara lain public speaking yang diisi oleh Pandji Pragiwaksono, pengembangan karier oleh Monica Oudang (Chief HR Gojek), penulisan skenario oleh Ernest Prakasa, olahraga oleh Chris John, dan musik oleh Dewa Budjana.

William menjelaskan, pengguna bisa membeli kelas untuk akses selama satu tahun. Setiap kelas dibanderol di kisaran Rp 500 ribu. Dalam menjualnya, Kelas.com bekerjasama dengan Tokopedia. Konsumen bisa membelinya di sana, juga bisa menggunakan kartu prakerja. “Pelanggan paling banyak di kota-kota besar. Bahkan, di Papua juga sudah ada. Saya cukup terharu karena bisa menyediakan hal-hal yang tadinya tidak bisa terjangkau orang. Intinya, market kami adalah orang yang mau belajar dan berkembang,” tuturnya.

Dalam menjalin kolaborasi dengan para mentor, William menyebutkan, Kelas.com mengedepankan trust yang didasari rasa berbagi. Artinya, pria kelahiran 1992 ini tidak menjanjikan pembagian materi yang besar kepada mentor, hanya memberikan sedikit bagi hasil sebagai tanda kerjasama dan apresiasi.

“Ada bagi hasil sedikit, tapi buat mereka tidak seberapalah. Hanya sebagai token apresiasi. Karena, mereka sebetulnya sudah tidak berharap uang tapi didasari ingin berbagi saja. Contohnya, ketika di awal, mana mungkin kami bisa membayar Chef Juna. Yang saya jual ke mereka adalah visi-misi saya, yakni supaya menginspirasi orang seluruh Indonesia,” William menerangkan.

Maka, yang akan menjadi pengembangan Kelas.com adalah terus mencari mentor berkualitas. Dan, tidak berhenti memperbarui platform agar semakin user friendly antara lain pada sisi teknologi navigasi dan informasi yang tertulis di web karena menurutnya hal ini sangat berdampak kepada omset.

William percaya bahwa memiliki produk berkualitas tinggi, serta mentor yang inspiratif dan berkualitas, adalah strategi pemasaran yang paling jitu, dilengkapi keaktifan media sosial. Kelas.com kini mengisi medsos Instagram dengan cuplikan tips dan inspirasi.

Hasil dari berbagai strategi tersebut, sampai saat ini pertumbuhan omsetnya 10-20% per bulan. “Kami betul-betul menjaga kualitas videonya. Semua tim kami in house, mulai dari konsep, kurikulum, sampai pengambilan gambar,” kata William seraya menambahkan, sekarang jumlah karyawannya 50 orang.

Setelah berkolaborasi dengan para pesohor, Kelas.com berencana terus berekspansi. Yang terdekat, meluncurkan Kelas.work untuk memberikan edukasi kepada pencari kerja sampai mendapatkan kerja. Dan, Kelas.center untuk membantu perusahaan mengoptimalkan learning di dalam kantor.

“Visi kami adalah meng-upgrade orang. Ekspansi terbaru yaitu menyediakan pendidikan untuk pengangguran. Saat ini kami juga sudah bekerjasama dengan job portal online Karir.com. Kami memberikan edukasi kepada pencari kerja sampai mereka diterima via Karir.com. Jadi, end to end, dari zero to hero,” kata William. (*)

Yosa Maulana

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)