Yakult, Tetap Andalkan Yakult Lady

Antonius Nababan, Direktur Komunimasi Pemasaran & Komersial YIP
Antonius Nababan, Direktur Komunimasi Pemasaran & Komersial YIP

Siapa tak kenal Yakult? Slogan miliknya, “Cintai ususmu dengan minum Yakult setiap hari”, sangatlah populer. Dominasinya bisa dikatakan begitu kuat. Para pesaing terlihat masih sulit menumbangkannya. Lantas, apa rahasianya sehingga produk milik PT Yakult Indonesia Persada (YIP) ini begitu perkasa?

Kualitas, tentu. Setelah itu, topangan produksi yang kontinyu sehingga pasokan ketersediaannya relatif terjamin. Setiap hari, 9 juta botol Yakult diproduksi (pabrik di Sukabumi mencapai 3,6 juta botol, sementara di Mojokerto 5,4 juta botol). Di luar itu, dominasi yang kuat ini juga terjadi karena metode direct selling ke konsumen secara konsisten, yang dilakukan tenaga lapangan perempuan dewasa yang tenar dengan sebutan Yakult Lady.

Ya, Yakult Lady! Berkekuatan 9.700 orang, mereka bertugas terjun langsung menemui konsumen ataupun calon konsumen, mendatangi rumah-rumah serta perkantoran untuk menyampaikan informasi perihal kesehatan pencernaan. “Mereka menciptakan kedekatan emosional dengan masyarakat. Tercipta dialog dan komunikasi dua arah, mencari tahu apa yang sedang dibutuhkan masyarakat,” kata Antonius Nababan, Direktur Komunimasi Pemasaran & Komersial YIP.

Menurut Antonius, Yakult Lady sangat efektif dalam merengkuh konsumen. Mengapa? Karena, bisa menjangkau sampai sekitar 4 juta orang dalam seminggu. Hitungannya begini: kalau satu orang dari 9.700 Yakult Lady mampu mengunjungi 60 rumah dalam sehari, berarti ada 582 ribu rumah didatangi. “Itu berarti 4 juta seminggu, sementara ada penelitian menyebutkan bahwa satu iklan televisi paling menjangkau satu jutaan penonton,” Antonius menegaskan.

Selain direct selling, YIP juga menerima kunjungan masyarakat ke pabrik. Setiap hari, ada sekitar 300 orang --ibu-ibu, anak sekolah, praktisi, dan komunitas masyarakat lainnya-- yang mengunjungi pabrik, melihat proses produksi dari awal hingga akhir.

Kedatangan ini tentu saja disambut terbuka. Sebab, hal itu bisa turut meningkatkan customer loyalty and engagement. Perusahaan lain mungkin tak mudah mengundang pihak luar untuk rutin berkunjung karena konsumennya kurang tertarik.

Dalam urusan meningkatkan customer loyalty and engagement, secara berkala pelanggan juga dilibatkan dalam radio talk, bekerjasama dengan radio-radio lokal di seluruh Indonesia. “Saat Yakult Lady berkunjung ke rumah pelanggan, kami kontak ke radio untuk memberikan testimoni tentang Yakult,” kata Antonius.

Dengan datangnya era digital, sempat muncul pertanyaan: adakah terjadi pergeseran dengan pasar yang disasar para Lady Yakult ini?

Menurut Antonius, alih-alih terjadi shifting, datangnya era digital justru menguntungkan Yakult karena membantu melebarkan pasar. Mengingat target utama pemasaran adalah ibu rumah tangga, hadirnya media sosial membuat Yakult mampu menjangkau ibu-ibu milenial sebagai pasar baru. Bahkan, lewat medsos, Yakult memanfaatkan para influencer yang direkomendasikan agensi.

Sejauh ini ada 84 influencer yang secara berkala kami gunakan. Kami berharap mereka bisa memberikan pengaruh kepada followers-nya tentang kesehatan,” kata Antonius. (*)

Yosa Maulana/Sri Niken Handayani

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)