Kimia Farma Apotek, Terus Berinovasi Agar Tidak Terdisrupsi

Nurtjahjo Walujo Wibowo, Direktur Utama KFA

Di bisnis apotek berjaringan, nama Kimia Farma sudah sangat populer. Bukan hanya karena termasuk salah satu pelopor di industrinya, tetapi juga karena kehadiran cabang apotek Kimia Farma yang terus berkembang di berbagai penjuru kota. Saat ini Kimia Farma Apotek (KFA) telah ada di 1.300 lokasi, tersebar sampai ke tingkat kecamatan di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. KFA memang terus bekerja keras untuk memperluas penetrasi pasar dengan cara terus membuka gerai dan layanan baru.

"Dari kinerja, CAGR kami tumbuh 18,44\% tiap tahun dan saat ini market share kami di ritel farmasi di Indonesia sudah mencapai 30,46\%," ungkap Nurtjahjo Walujo Wibowo, Direktur Utama KFA. Ia menjelaskan, KFA dikenal sebagai apotek jejaring sejak 2003. KFA mengembangkan layanan klinik, laboratorium klinik, dan optik. Per 2020 ini, selain 1.300 apotek, KFA berhasil mengembangkan 600 klinik, 70 lab klinik, 10 optik, dan tiga klinik kecantikan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurut Nurtjahjo, kelebihan KFA yaitu adanya apoteker yang hadir sebagai lini terdepan dalam pelayanan, baik pelayanan resep maupun swamedikasi, konsep industri dengan swalayan farmasi. "Positioning Kimia Farma Apotek, menyediakan layanan dengan cepat, lengkap, dan ramah serta digitalisasi layanan berbasis e-commerce dan digital payment," katanya. Saat ini KFA telah mengklasifikasikan apoteknya menjadi empat tipe gerai berdasarkan luas sebaran produk yang disediakan, yaitu Drug Store, Super Store (One Stop Healthcare Solution), Traveller Store, dan Beauty Store.

Salah satu inovasi KFA adalah mengembangkan layanan e-commerce untuk lebih menjangkau konsumen. Layanan e-commerce ini akan terintegrasi ke seluruh cabang ritel apotek se-Indonesia. Selain itu, KFA juga akan meluncurkan layanan home pharmacy care, telepharma, dan home care untuk pasien yang memiliki kebutuhan untuk dikunjungi.

Guna meningkatkan kepuasan pelanggan, KFA pun rutin melakukan komunikasi berkelanjutan dengan pelanggan secara personal melalui monitoring kesehatan konsumen serta program membership dan customer loyalty. Lalu, secara internal, pihaknya juga terus berupaya melakukan continuous improvement, misalnya dengan rutin mengadakan knowlegde sharing dan jurnal session insight.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Kimia Farma berusaha menjalankan promotive dan preventive marketing. Contohnya, membuka Corona Prevention Corner di beberapa apotek, mengedepankan penjualan vitamin dan suplemen makanan agar daya tahan tubuh konsumen akan lebih terjaga untuk memerangi Covid-19. Selain itu, Kimia Farma menawarkan diskon produk untuk dapat lebih dijangkau pelanggan, serta membuat bundling product --produk khusus untuk mengatasi virus corona. (*)

Sudarmadi & Yosa Maulana

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)