Pilkita Membantu Mengatasi Pegal Linu

Michael Laurensius, Direktur Sales & Marketing PT Marguna Tarulata APK Farma.
Michael Laurensius, Direktur Sales & Marketing PT Marguna Tarulata APK Farma.

Buat kebanyakan orang Indonesia, terutama dari kelompok sebelum generasi milenial (generasi baby boomers dan Gen X), merek produk jamu tradisional Pilkita sudah cukup dikenal. Produk jamu tradisional yang diluncurkan CV Astagina ⸺cikal bakal PT Marguna Tarulata APK Farma, produsen jamu ini⸺ ke pasar sejak 1952 ini dikenal masyarakat sebagai jamu untuk meredakan pegal linu dan nyeri otot. Selama 70 tahun, merek jamu tradisional ini eksis di pasar.

Menurut Michael Laurensius, Direktur Sales & Marketing PT Marguna Tarulata APK Farma, produk Pilkita sudah memiliki identitas merek yang kuat. Ia menyebutkan, produk yang dikenal dengan kemasan berwarna merah ini dinilai masyarakat punya khasiat yang ampuh dan manjur untuk meredakan capek, pegal, dan nyeri otot.

Agar citra merek Pilkita tetap terjaga hingga kini, menurut Michael, pihaknya konsisten dalam mempromosikan produk ini melalui berbagai macam media dan mengikuti tren pemasaran yang berkembang. Lalu, supaya tetap menjadi pembicaraan positif, Marguna Tarulata rajin mengedukasi masyarakat tentang kemanjuran dan benefit jamu herbal dalam jangka panjang dibandingkan dengan obat-obat kimia. Selain itu, perusahaan ini juga hanya ingin mengajak brand ambassador yang punya citra baik.

Bukan hal mudah bagi suatu merek produk untuk tetap relevan dan dapat memenuhi kebutuhan konsuman. Untuk itu, Marguna Tarulata rutin melakukan survei lapangan. Dari sini ada tiga hal utama yang diperhatikan, yakni harga yang murah, khasiat (kualitas) yang nyata, dan ketersediaan di pasar (availability). “Kami mengupayakan agar harganya tetap terjangkau, menjamin kualitas produk terbaik, dan memastikan produknya dapat ditemukan konsumen dengan mudah,” kata Michael.

Agar punya diferensiasi yang kuat, produknya mengandung bahan ekstrak herbal yang diupayakan berkhasiat tinggi, dengan mencari bahan baku terbaik dan menjalankan proses produksi berstandar internasional. Adapun kemasan dibuat berbeda dan menarik dibandingkan dengan kompetitor.

Lantas, guna menjamin aksesibilitas konsumen terhadap produk Pilkita, Marguna Tarulata menjalin kerjasama dengan kalangan distributor, yang saat ini total gerainya mencapai 20 ribu. Di samping itu, Pilkita juga dipasarkan di platform e-commerce. Untuk menjaga dan meningkatkan brand awareness Pilkita, perusahaan ini memanfaatkan media sosial penting seperti Instagram, Facebook, dan TikTok.

“Kami mengupayakan agar harganya tetap terjangkau, menjamin kualitas produk terbaik, dan memastikan produknya dapat ditemukan konsumen dengan mudah.”

Michael Laurensius, Direktur Sales & Marketing PT Marguna Tarulata APK Farma

Agar keunggulannya tetap terjaga, Pilkita terus berinovasi. Awalnya, produk ini berbentuk tablet. Kemudian dikembangkan varian baru berbentuk kaplet. Lalu, pada 2017 perusahaan meluncurkan Pilkita dalam bentuk cair atau sirup. Menurut Michael, dengan adanya varian baru, penjualan bisa meningkat dan mendatangkan konsumen baru. Kini setiap tahun produksi Pilkita mencapai 100 ribu karton.

Michael mengungkapkan, Pilkita bisa menjadi the living legend yang bagus juga karena brand management yang baik. Sebagai merek yang melegenda, Pilkita kini dikelola oleh tim yang beranggotakan talenta pemasaran unggul. Selain dirinya yang memimpin Penjualan dan Pemasaran yang menyiapkan strategi pemasaran, juga ada rekannya selaku Direktur e-Commerce yang memimpin strategi digital marketing, serta Direktur Operasional yang mengelola keuangan dan budgeting untuk pemasaran. Kini Marguna Tarulata total memiliki sekitar 200 karyawan.

Untuk membangun customer engagement, Pilkita rutin menggelar program offline. Misalnya, berkolaborasi dengan artis dan grup band nasional ternama untuk mengadakan acara musik off air. Selain itu, menggelar acara Grebek Pasar dan Grebek Pariwisata. Sementara di media sosial, Pilkita rutin menggelar acara kontes berhadiah jutaan rupiah, agar konsumen merasa tetap diperhatikan.

Michael meyakinkan bahwa timnya adaptif dengan perkembangan yang terjadi. “Kami dapat berubah secara dinamis untuk mengikuti tren dan pasar,” ujarnya. “Untuk itu, kami sudah memiliki brand brief atau brand strategy, termasuk jika harus diubah seketika,” tambahnya. Sebagai buktinya, Pilkita sudah beradaptasi untuk juga dijual via e-commerce, dan tim Pilkita juga telah terjun ke dunia digital marketing. (*)

Joko Sugiarsono

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)