Logam Mulia Antam, Terus Berinovasi dan Dekati Pelanggan

Bicara logam mulia (LM) di Indonesia, maka yakinlah kita tengah bicara LM Antam. Dan, wajar keidentikan itu terjadi. Produsennya, PT Antam lewat UBPP Logam Mulia, adalah satu-satunya yang memproduksi emas bersertifikasi LBMA (London Bullion Market Association) di Indonesia. Itu artinya produk emas Antam ini diakui secara internasional, tidak terpapar pencucian uang, tidak terlibat dalam terorisme, dan tidak mempekerjakan anak di bawah umur. LM Antam juga dipercaya karena induknya, PT Antam Tbk., memiliki tambang serta pabrik sendiri sehingga asal usul produk dapat dipertanggungjawabkan.

Kendati menjadi pemimpin pasar, Antam sangat disiplin dalam menjaga keunggulannya. Terutama, dalam unsur 4P. Untuk aspek produk, mereka selalu melakukan inovasi dan meluncurkan produk baru setiap tahun. Kemudian, aspek price (harga), mereka berupaya tetap menjadi barometer harga emas. Lalu dalam hal promosi, memanfaatkan media sosial dan ekshibisi di beberapa pusat keramaian. Dan keempat, place, memperkuat 15 titik Butik Emas Logam Mulia di 11 kota besar di Indonesia serta pusat-pusat keramaian.

Kedisiplinan untuk meningkatkan ekuitas merek ini dilakukan Antam secara kontinyu, termasuk saat sekarang di era digital dan milenial. Salah satu inovasi terbaru untuk menyentuh kaum milenial adalah merilis seri terbaru gift series HBD dan Barakallah fii Umrik seberat 0,5 gram.

Begitu pun saat pandemi melanda. Terkait pandemi Covid-19, Iwan Dahlan, VP of Precious Metals Sales and Marketing PT Anram Tbk. (Logam Mulia Refinery Business Unit) menjelaskan, pihaknya tetap berupaya mempertahankan kedisiplinan tersebut. Dalam hal inovasi, misalnya, “Inovasi yang dilakukan saat ini adalah kami optimalisasi layanan online, baik melalui website maupun WA. Pelanggan dimudahkan memiliki emas LM Antam melalui transaksi online,” kata Iwan. Yang dimaksud adalah jaringan pembelian lewat www.logammulia.com. Intinya, Antam ingin tetap dekat dan mudah diakses masyarakat, termasuk ketika physical distancing diterapkan.

Hasilnya terlihat nyata. Dengan inovasi tersebut, para pembeli tak kesulitan untuk mendapatkan LM Antam. Sepanjang semester I/2020, lebih dari 90% produk ini diserap pasar domestik. Iwan melanjutkan, pihaknya juga mengedukasi masyarakat untuk melakukan lindung nilai tabungan dengan menggunakan emas.

Dibandingkan pada 2013, penjualan Antam di tahun 2019 meningkat 3,5 kali lipat dalam capaian penjualan emas. Hal ini didukung penetrasi pasar serta metode pemasaran yang baik yang telah dilakukan sehingga masyarakat semakin teredukasi untuk memilih emas sebagai aset lindung nilai dan tentunya memilih produk Antam yang sudah terjamin kualitasnya.

Di dunia logam mulia (emas batangan), Iwan mengungkap, Antam memegang pangsa pasar terbesar (tidak kurang dari 60%). Pada 2019, mereka berhasil menjual 15,6 ton emas di dalam negeri. Adapun untuk ekspor, semuanya dipasarkan ke Singapura. “Kami terus berupaya agar rantai distribusi emas dapat mencapai seluruh kota di Indonesia. Masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi kami,” papar Iwan. (*)

Teguh S. Pambudi dan Anastasia A.S.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)