Bank Mandiri, Membangun Keunggulan Bersaing dalam Kerangka GCG

Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri
Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri.

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor perbankan. Penyaluran kredit yang menjadi salah satu bisnis inti perbankan sedikit-banyak tertahan karena ketidakpastian dan anjloknya aktivitas ekonomi yang berdampak pada perputaran uang. Hal itu dirasakan juga oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., yang harus semakin hati-hati menjaga kinerja pertumbuhannya.

Dijelaskan Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri, ada tiga prioritas utama yang menjadi fokus perhatian pihaknya di masa pandemi saat ini. Pertama, kredit harus tetap tumbuh melalui pertumbuhan kredit selektif dan berpegang pada prinsip kehati-hatian, serta berpartisipasi dalam penyaluran Pemulihan Ekonomi Nasional. Saat ini Bank Mandiri sudah menerima sekitar Rp 15 triliun penempatan dana dari pemerintah. Target bank ini, minimal penyaluran tiga kali lipat. Lalu, pada Maret-Juni 2020, bank ini disibukkan dengan restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak.

Kedua, efisiensi biaya melalui prioritas pada biaya yang mendukung pertumbuhan bisnis, peningkatan produktivitas unit kerja dan pegawai, serta penguatan monitoring penggunaan biaya. Ketiga, akselerasi digital melalui pembukaan rekening secara online menjadi keharusan, percepatan proses aplikasi kredit, dan pengguna aktif Mandiri Online yang mencapai kurang-lebih 8 juta di kuartal kedua tahun lalu.

Sejalan dengan itu, dalam kurun waktu 10 tahun, Bank Mandiri terus melakukan strategi dan penajaman bisnis. Saat ini, ada dalam tahap Transformasi Lanjutan, yaitu fokus menjadi prominent wholesale bank, fokus mendukung pertumbuhan UMKM, dan menjadi bank ritel digital modern di Indonesia.

Bank Mandiri juga terus membangun struktur tata kelola dalam membangun keunggulan bersaing. Dalam hal ini, bank ini memiliki kebijakan yang menjadi panduan agar pelaksanaan transformasi tidak melanggar peraturan/perundang-undangan yang berlaku. “Kebijakan ini dibagi menjadi dua, yaitu Arsitektur Kebijakan Bank Mandiri dan Organ Pengelola Bisnis Bank Mandiri,” Darmawan menjelaskan.

Untuk pelaksanaan Arsitektur Kebijakan, yaitu anggaran dasar Bank Mandiri, prinsip-prinsip utama Mandiri Group, kebijakan, standar prosedur/memorandum prosedur, dan petunjuk teknis menjadi titik tolaknya. Mengenai Organ Pengelola Bisnis, saat ini Bank Mandiri memiliki organ yang responsif untuk memberikan keunggulan bersaing, yaitu unit-unit yang responsif, komite direksi, dan dewan komisaris.

Bank Mandiri juga memiliki corporate plan 2020-2024. Visi corporate plan adalah menjadi partner finansial utama nasabah, dengan misi menyediakan solusi perbankan digital yang dapat menjadi bagian hidup nasabah. Strateginya untuk dapat menjadi wholesale bank terdepan dalam empat tahun ke depan yaitu dengan melakukan penajaman produk dan membangun kapabilitas digital.

Selain itu, juga mendukung pertumbuhan UMKM yang sehat dan berkelanjutan, antara lain dengan mendigitalisasi proses dan membangun ekosistem bisnis UMKM. Lalu, menjadi bank modern di segmen ritel konsumen; salah satunya dengan membangun financial super app.

Proses membangun keunggulan bersaing Bank Mandiri terdiri dari tiga bagian. Pertama, membangun keunggulan di bidang teknologi informasi (TI) yang andal dan aman untuk mendukung informasi produk dalam rangka memenuhi kebutuhan nasabah. Kedua, menjalankan program yang dapat meningkatkan kualitas SDM, baik dari segi kapabilitas maupun engagement. Dan ketiga, menerapkan manajemen risiko yang memadai untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

Rico Usthavia Frans, Direktur TI Bank Mandiri, menjelaskan bahwa banknya memiliki digital banking roadmap, yaitu digitalisasi internal platform, pembangunan digital-native products, modernisasi channel, dan leverage ekosistem digital. “Kami berpartner dengan pemain-pemain lain sehingga memperluas akses nasabah, tidak hanya melalui channel perbankan, tapi juga ekosistem eksternal,” kata Rico.

Keempat strategi digital banking roadmap tersebut didukung oleh kesiapan SDM melalui perekrutan, pengembangan kompetensi, dan penerapan budaya kerja yang dibangun secara holistik sehingga karyawan Bank Mandiri memiliki digital mindset. Tidak lupa, di bagian luarnya juga ada risk management dan information security karena TI merupakan pedang bermata dua: skalabilitasnya ada, tetapi kalau tidak hati-hati risikonya pun tinggi.

“Untuk memastikan pengembangan SDM dilakukan secara komprehensif dalam membangun keunggulan bersaing, kami menggunakan kerangka human capital dengan referensi dari Kementerian BUMN,” kata Agus Dwi Handaya, Direktur Kepatuhan dan SDM Bank Mandiri. Kerangka tersebut mencakup beberapa layer. Sebagai inti layer yaitu employer value proposition, culture, dan purpose.

Layer berikutnya, langkah employee experience, mulai dari organization structure & capacity, recruitment, onboarding, learning & development, performance, reward, talent & succession, hingga retire & exit. Layer berikutnya lagi, HC policy & strategy, HC operating model, HC technology & people analytic, dan leadership. “Untuk memastikan program pengembangan SDM dilakukan menyeluruh di unit kerja secara konsisten, setiap unit kerja memiliki matriks score,” kata Agus.

Untuk keunggulan bersaing di era VUCA, akselerasi pengembangan kompetensi dilakukan dengan basis Learning 5.0. Yaitu, membangun pola pikir dan budaya pembelajar tangguh, menjalankan program learning by doing, dan menyediakan sarana digital learning seluas-luasnya.

Bicara soal risk management, Bank Mandiri memiliki empat pilar manajemen risiko.  Pertama, pengawasan aktif direksi dan dewan komisaris. Kedua, kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit. Ketiga, proses penerapan manajemen risiko dan sistem informasi manajemen risiko. Keempat, kecukupan sistem pengendalian intern.

Itulah berbagai langkah dan strategi Bank Mandiri dalam membangun keunggulan bersaing dalam kerangka good corporate governance (GCG). Tidak mengherankan, dalam ajang pemeringkatan GCG 2020 yang dilakukan SWA bersama IICG, Bank Mandiri meraih predikat sebagai Perusahaan Sangat Terpercaya (Most Trusted Company). (*)

Andi Hana Mufidah Elmirasari dan Dede Suryadi

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)