J&T Express, Tiap Hari Antarkan 2,5 Juta Paket

Robin Lo selaku CEO J&T Express
Robin Lo selaku CEO J&T Express

Pakeeeet….

Hari-hari ini, Anda kiranya makin familier dengan “panggilan sayang” tersebut di tengah kesibukan di rumah karena work from home. Bahkan, bagi banyak orang, kedatangan kurir pengantar paket mungkin menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Maklum, aktivitas belanja kebutuhan pribadi serta keluarga dilakukan secara daring (online) mengingat adanya pembatasan kegiatan fisik dan sosial.

Namun, tahukah Anda bahwa di balik tibanya paket itu ke tangan penerima, sesungguhnya ada perjalanan panjang yang penuh kerja keras dan inovasi yang selalu diupayakan oleh perusahaan jasa pengiriman terkait?

Itulah yang dilakukan salah satu raksasa jasa kurir, J&T Express. Dalam mempertahankan kualitas layanannya, startup ini menjaga value chain-nya dengan sebaik mungkin. Salah satunya dengan membangun mega hub dan menggunakan mesin sortir otomatis yang mampu menyortir 30 ribu paket per jam ke 180 destinasi dalam satu putaran.

Startup ini juga terus menghadirkan layanan baru untuk menaklukkan ketatnya persaingan. Misalnya, pada akhir 2020, menambah layanan J&T Eco untuk pengiriman dengan biaya lebih terjangkau. Lalu, meluncurkan J&T Jemari (Jemput Paket Mandiri) untuk kemudahan bagi pelanggan yang menginginkan pengambilan paket melalui drop point terdekat.

Kemudian, pada April 2021, merilis pengiriman premium terbaru bernama J&T Super, layanan yang mengedepankan jaminan service level agreement (SLA). Ini adalah inovasi pengiriman yang menjamin paket akan sampai pada hari yang sama untuk pengiriman dalam kota atau dalam waktu kurang dari dua hari untuk pengiriman antarkota.

Berkat upaya tersebut dan berbagai kapabilitas lainnya, kinerja perusahaan yang dipimpin Robin Lo ini moncer. Tahun 2020, pengiriman per harinya tumbuh dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata pengiriman 2 juta paket per hari. Ya, dua juta paket setiap harinya (mungkin termasuk yang ke rumah Anda)!

Peningkatan yang konsisten ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi investor dan perusahaan modal ventura. Terbukti, menurut informasi Deal Street Asia, J&T Express baru saja (April 2021) mendapatkan suntikan dana US$ 2 miliar lebih dalam putaran pendanaan terbarunya. Investor yang memberikan suntikan dana adalah PE China Hillhouse Capital, Boyu Capital, serta Sequoia Capital China.

Tak hanya itu, Bloomberg dan Deal Street Asia memberitakan bahwa J&T Express akan melakukan initial public offering (IPO) di bursa Amerika Serikat yang akan dihelat sekitar kuartal terakhir 2021. Target dana yang terkumpul: hingga US$ 1 miliar (Rp 14,5 triliun).

Sementara itu, mengutip laporan lembaga riset CBInsight, valuasi perusahaan startup yang didirikan tahun 2015 oleh Jet Lee dan Tony Chen ini sudah menyentuh US$ 7,8 miliar. Artinya, sudah masuk ke level unicorn.

Sayangnya, Robin Lo selaku CEO J&T Express menyatakan belum berkenan mengonfirmasi berita-berita di atas. Pihaknya belum bisa membenarkan ataupun menyangkal berita-berita itu. “Mohon maaf, untuk informasi tersebut belum dapat kami berikan tanggapannya,” ujarnya kepada SWA.

Robin hanya menyampaikan tentang fokusnya pada penguatan bisnis inti, yakni layanan last-mile delivery, baik di dalam maupun luar negeri. Di luar negeri, J&T Express telah beroperasi di Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, dan Singapura. Sama seperti di Indonesia, J&T Express bermitra dengan perusahaan e-commerce besar dan kecil untuk memenuhi kebutuhan pengiriman di sana.

Okupansi pengiriman barang yang terus meningkat, kata Robin, membuat phaknya selalu memikirkan inovasi untuk mengirim barang tepat waktu. Saat ini mereka mempunyai  lebih dari 2.500 armada, dan telah memiliki airfreighter, layanan pengiriman udara menggunakan pesawat berkapasitas muatan sebesar 150 ton. Bekerjasama dengan Trigana Air, ini adalah layanan untuk wilayah Sumatera yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat.

Bersamaan dengan itu, mereka juga selalu memantau kapasitas 70 gudang sortir miliknya. Jika ada penambahan paket yang signifikan, kata Robin, gudang sortir bisa ditambah lagi. Dia pun menyatakan, J&T Express berencana menghadirkan layanan yang lebih cepat lagi dan mengembangkan bisnis kargo.

Yang pasti, hingga pertengahan 2021, rata-rata pengiriman telah mencapai 2,5 juta paket per hari. “Untuk tahun ini kami proyeksikan peningkatan sebanyak dua kali lipat dibandingkan tahun lalu,” ujar Robin.

Jadi, tak usah heran kalau teriakan “Pakeet…” makin sering terdengar. Entah itu di rumah Anda, atau tetangga sebelah. (*)

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)