Bank Permata, Membuat Investor Semringah di Saat Ekonomi Susah

Lea Kusumawijaya, Direktur Keuangan Bank Permata
Lea Kusumawijaya, Direktur Keuangan Bank Permata.

Badai krisis ekonomi sebagai efek bola salju pandemi Covid-19 memang dirasakan kalangan korporasi. Banyak perusahaan yang kinerjanya kemudian memburuk, dan para investor sebagai pemegang saham pada gilirannya juga kena getahnya.

Pada tahun 2020, sangat sedikit perusahaan yang sudah listed di BEI yang angka WAI (Wealth Added Index)-nya positif. Tak lebih dari 16 perusahaan. Dan, di antara yang sedikit itu ada PT Bank Permata Tbk. yang peringkat WAI-nya di posisi ke-4 dari seluruh perusahaan publik yang diukur. Bank Permata memiliki angka WAI positif, Rp 42,42 triliun.

Luar biasa. Bagusnya WAI ―artinya perusahaan punya kemampuan yang baik dalam memberikan nilai ke investornya― tak lepas dari kinerja Bank Permata (BNLI) di tahun 2020 yang memang cukup memuaskan. Bank ini berhasil mempertahankan kinerja keuangan di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagai dampak dari Covid-19 dan ketidakpastian global.

Sepanjang tahun 2020 jumlah nasabah Bank Permata mencapai hampir 4 juta, tersebar di 300 cabang. Bank ini juga telah mampu membukukan pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp 3,8 triliun, meningkat 23,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Pertumbuhan pendapatan operasional itu dipacu oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 14,2% dan pendapatan non-bunga sebesar 16,1% year on year (yoy). Pencapaian itu diikuti dengan perbaikan rasio margin bunga bersih atawa net interest margin (NIM) menjadi 4,7%, meningkat dari 4,4% di periode yang sama tahun 2019, sejalan dengan strategi perusahaan dalam mengelola struktur likuiditas secara optimal.

Tahun 2020, total laba bersih Bank Permata masih bisa positif, Rp 721,58 miliar. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) juga bagus, di level 35,7%.

Lea Kusumawijaya, Direktur Keuangan Bank Permata, menjelaskan bahwa bagusnya kinerja saham dan kinerja perusahaan tak lepas dari berbagai faktor. Salah satunya, keberhasilan Bank Permata dalam merampungkan proses integrasi dengan Bangkok Bank Indonesia (BBI) per 21 Desember 2020. Selain itu, juga penyelesaian Mandatory Tender Offer oleh pemegang saham pengendali bank pada akhir 2020.

“Sebagai salah satu Bank BUKU IV dengan permodalan dan likuiditas yang sangat kuat, PermataBank tetap fokus pada strategi pertumbuhan bisnis. Kami tetap menjaga asas prudensi dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19, terutama dalam hal kecukupan pencadangan kerugian kredit,” Lea menjelaskan.

Menghadapi situasi yang rumit ini, Bank Permata tetap menjalankan strategi perluasan skala bisnis dan pertumbuhan kredit sehat, baik secara organik maupun an-organik, guna meningkatkan kinerja. Hal itu dilakukan dengan mengimplementasikan strategi dan eksekusi yang tepat serta dukungan teknologi digital sebagai solusi bisnis.

“Kini solusi perbankan digital menjadi kebutuhan mendasar nasabah yang menjadi prioritas PermataBank sehingga nasabah mendapatkan kepuasan bertransaksi dengan cepat, aman, dan nyaman,” kata Lea.

Diakuinya, perlambatan pemulihan perekonomian sebagai dampak pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan utama yang dihadapi Bank Permata. Namun, di sisi lain, pihaknya juga mendapati peluang bisnis lain yang muncul dari beberapa sektor industri yang justru mengalami pertumbuhan.

Sektor-sektor itulah yang difokus oleh bank ini untuk mengejar pertumbuhan skala bisnis secara sehat dan prudent. Sebab itu, Bank Permata mempersiapkan anggaran capex untuk jangka menengah dan panjang sesuai dengan prioritasnya.

Prioritas strategi Bank Permata, terutama membangun solusi perbankan digital agar nasabah bertransaksi secara cepat, aman, dan nyaman. Selain itu, juga akan terus berinovasi untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah.

“Pertumbuhan bisnis yang sehat dan prudent, pengembangan layanan perbankan digital, kemitraan dengan beberapa lembaga jasa keuangan dan platform pembayaran, serta upaya memperdalam hubungan dengan nasabah dan ekosistem, itu yang menjadi fokus kami,” Lea menandaskan.

Sudarmadi & Herning Banirestu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)