Mayora Indah, Andalkan Winning Product-People-Process

RUPS Mayora

Ketika banyak perusahaan mengalami kesulitan di masa pandemi Covid-19, PT Mayora Indah Tbk. justru berhasil menjaga kinerja positifnya. Hal ini tecermin dari laporan keuangan kuartal I/2021. Emiten berkode saham MYOR ini meraih pendapatan Rp 7,33 triliun, atau tumbuh 36,24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 5,38 triliun.

Menurut Yuni Gunawan, Sekretaris Perusahaan Mayora, perusahaannya tak terlalu terdampak secara signifikan sebab bergerak di industri food and beverage yang merupakan sektor pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat. “Untuk menangkap peluang pasar, Mayora menjalankan strategi bisnis yang kami sebut dengan 3P, yakni Winning Product, Winning People, and Winning Process,” kata Yuni kepada SWA.

Winning Product, menurutnya, artinya Mayora selalu berupaya memberikan best value dari setiap produk yang dijual kepada konsumen, melakukan inovasi produk baru, serta terus berinvestasi di merek-merek perusahaan untuk meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk-produk Mayora dan memperkuat positioning di pasar.

Winning People berkaitan dengan penyiapan future leader Mayora di masa mendatang. Dan yang terakhir, Winning Process, berkaitan dengan upaya memastikan bahwa perusahaan memiliki supply chain yang efektif dan efisien, termasuk dalam hal business process, seperti pengambilan keputusan dan penentuan strategi perusahaan.

Meski demikian, diakui Yuni, Mayora tetap menemui sejumlah tantangan, antara lain munculnya second wave Covid-19 di beberapa negara tujuan ekspor, bahkan di Indonesia sendiri. Untuk menyiasati hal itu,  pihaknya kembali menggencarkan kemasan family pack untuk konsumsi di rumah, dan menghadirkan inovasi baru dengan merilis delapan produk baru hingga Mei 2021.

Di kategori biskuit, contohnya, Mayora meluncurkan Roma Marie Gold Chocolate, Roma Kelapa Cream Chocolate, dan Mystery Slai. Di kategori wafer, meluncurkan BengBeng Nut. Di kategori kopi, Mayora meluncurkan tiga varian rasa baru untuk kopi Gilus Mix, juga meluncurkan Torabika Kopi Aren dan Flavacinno, capucinno dengan flavour untuk memberikan new excitement kepada konsumen.

Sementara itu, untuk pasar ekspor, Mayora menambah dan memperkenalkan produk-produk baru, misalnya produk yang sukses di pasar Indonesia atau di suatu negara. “Kami mencoba mendistribusikan dan menjual di negara lain yang memiliki selera dan karakteristik yang sama,” kata Yuni.

Saat ini Mayora sudah mengekspor produk dengan merek asli Indonesia ke lebih dari 100 negara. Di antaranya, Amerika Serikat, Rusia, negara-negara Timur Tengah, China, Irak, Palestina, Lebanon, dan negara-negara ASEAN.

Untuk mendukung pertumbuhan, Mayora mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 600 miliar - 1 triliun pada tahun 2021. Dari alokasi capex tersebut, sebagian besar digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik, termasuk untuk penggantian mesin dan re-layout.

Adapun untuk mendongkrak kinerja saham, menurut Yuni, manajemen Mayora meyakini bahwa harga saham dalam jangka panjang akan mengikuti kinerja perusahaan. Yang dilakukan Mayora adalah memaparkan informasi sebenar-benarnya kepada pemegang saham, baik pribadi maupun institusi, mengenai kinerja perusahaan, tantangan apa yang dihadapi, dan bagaimana strategi perusahaan dalam menghadapi aneka tantangan. “Juga, tentang corporate governance dan rencana jangka panjang perseroan,” ujarnya. (*)

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)