Siantar Top, Lakukan Berbagai Terobosan untuk Tingkatkan Kinerja | SWA.co.id

Siantar Top, Lakukan Berbagai Terobosan untuk Tingkatkan Kinerja

Armin, Direktur Utama PT Siantar Top Tbk.
Armin, Direktur Utama PT Siantar Top Tbk.

Cukup banyak tantangan yang dihadapi PT Siantar Top Tbk. dalam lima tahun terakhir. Misalnya, adanya pandemi Covid-19 dan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, serta terlambatnya kedatangan material dan physical distancing yang memengaruhi proses produksi. Ada pula kendala di shipping, baik impor maupun ekspor, serta kenaikan harga bahan baku (antara lain gandum) pada 2022, akibat perang Rusia-Ukraina.

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, produsen makanan ringan ini mengadakan stok yang lebih banyak untuk material yang mungkin langka di pasar, guna mengantisipasi kenaikan harga. Untuk mengatasi bahan baku yang langka di pasar, perusahaan ini juga mencari pemasok pengganti, dari negara yang sama atau dari negara lain.

 Tim R&D perusahaan ini juga menganalisis material-material pengganti dengan memperhatikan kualitas yang sama yang tidak memengaruhi taste. “Tim R&D ini juga terus melakukan riset terhadap bahan-bahan yang susah didapat untuk mencari alternatif bahan pengganti,” kata Armin, Direktur Utama PT Siantar Top Tbk.

Berbagai terobosan dilakukan Siantar Top untuk menghadapi berbagai tantangan. Pertama, memperluas jaringan distribusi dengan multidistributor nasional ataupun internasional; melakukan width and depth distribution dengan menerapkan konsep spreading, coverage area, dan penetrasi; serta meningkatkan pemasaran melalui harga yang kompetitif.

Kedua, meluncurkan produk inovasi baru. Di 2022, perusahaan ini meluncurkan French Fries level 3 (3 SKU) dan Tictic Spicy (2 SKU).

Ketiga, beriklan dengan menerapkan above and below the line strategy. Lalu, memperhatikan utility yang optimal dengan cadangan idle kapasitas untuk mendukung naiknya penjualan, memonitor biaya operasional, dan menjalankan efisiensi pos-pos biaya yang belum maksimal.

Lalu, bagaimana strategi bisnis yang dijalankan Siantar Top sehingga investor makin percaya untuk berinvestasi di sahamnya? Armin menjelaskan, strateginya ialah meningkatkan volume penjualan. Strategi pemasaran ini diterapkan dengan membangun kerjasama network yang cukup bagus di dalam dan di luar negeri. Selain itu, juga mengontrol cash flow dan pertumbuhan laba yang baik dengan melakukan efisiensi, yaitu dengan me-review flow proses produksi, lay out, dan mesin yang perlu di-upgrade.
 

Dalam lima tahun terakhir, perusahaan ini juga melakukan investasi. Antara lain, untuk menambah kapasitas beberapa line produksi mie, kerupuk, dan biskuit, serta mengembangkan pabrik baru guna mendukung kenaikan penjualan.

Untuk memperkuat kinerja perusahaan ataupun kinerja sahamnya agar terus membaik di masa mendatang, penjualan ditingkatkan dengan memperhatikan mutu produk, memperluas jaringan distribusi dan menciptakan produk-produk yang berkualitas, serta memperhatikan efisiensi biaya produksi sehingga bisa menciptakan laba yang baik.

Pertumbuhan penjualan dan besar laba yang konsisten dari tahun ke tahun membuat saham perusahaan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari investor. Karenanya, mampu membukukan WAI positif (return saham lebih tinggi daripada cost of equity) dalam kurun waktu lima tahun, 2018-2022.

Melihat kinerjanya di 2022, perusahaan ini tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun memang tantangan belumlah usai sepenuhnya, Siantar Top berhasil membukukan penjualan yang tumbuh 16,26% dari tahun sebelumnya.

Target pendapatan perseroan ini pada 2022 sebesar Rp 4,8 triliun. Pada realisasi 31 Desember 2022, pendapatan mencapai Rp 4,9 triliun atau 101,89% dari yang ditargetkan alias naik 16,26% dari 2021.

Target laba usaha pada 2021 sebesar Rp 531,7 miliar. Pada realisasi 31 Desember 2022, laba usaha Rp 582,1 miliar atau 109,47% dari target.

Adapun target laba bersih pada 2022 sebesar Rp 565,5 miliar. Pada realisasi 31 Desember 2022, laba bersih mencapai Rp 624,5 miliar atau 110,44% dari target.

Siantar Top telah mengoperasikan fasilitas produksi di tiga lokasi, yaitu Sidoarjo, Medan, dan Bekasi. Kapasitas yang terpasang di ketiga tempat tersebut berjumlah 100.365 ton: mie 32.525 ton, crackers 21.562 ton, serta biskuit dan wafer 46.278 ton. Dari kapasitas produksi terpasang tersebut, pada 2022 terpakai sekitar 80%.

Saat ini Siantar Top memproduksi berbagai jenis makanan ringan, seperti kerupuk (cracker), mie, biskuit, dan wafer. Pada 2023, emiten berkode STTP ini terus berupaya mencapai peningkatan penjualan yang lebih baik lagi dengan estimasi target bisa tumbuh dua digit. (*) 

Vina Anggita dan Dede Suryadi

www.swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)