Desi Arryani, Fokus Menambah Ruas Tol

Desi Arryani, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Jika Anda mencari sosok Srikandi yang turut berperan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini, salah satunya adalah Desi Arryani, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Sebagai pengembang dan operator jalan tol, perusahaan yang dipimpinnya memiliki andil besar dalam program pemerintah yang fokus menggenjot infrastruktur.

Sejak ditunjuk menjadi direktur utama pada Agustus 2016, Desi terus berupaya merampungkan ruas tol dari total konsesi yang dimiliki Jasa Marga sepanjang 1.527 km. Tercatat dalam satu tahun selama 2017, Jasa Marga berhasil menambah ruas tol hingga 15 kali lipat. “Jasa Marga mempunyai 33 ruas jalan tol sepanjang 1.527 Km. Dari 2005 sampai 2016 pertambahan hanya 81 km, namun pada 2017 berhasil menyelesaikan 89 km. Jadi, lonjakannya 15 kali lipat. Kami akan selesaikan sampai sekitar 1.250 km pada akhir tahun 2019. Sisanya di 2020 ke atas,” paparnya.

Sebagai perusahaan yang menangani jalan tol dengan dana sendiri (30 persen dana perusahaan/dana investasi, dan sisanya pinjaman bank), ditambah karakteristik bisnis jalan tol yang membutuhkan waktu panjang dalam pengembalian investasi, perseroan harus memutar otak mencari model pembiayaan yang tepat untuk mendapatkan suntikan dana. Pasalnya, kalau terus mengandalkan pinjaman bank, akan berisiko pada bunga pinjaman ke depan.

Desi bersama tim mengambil sejumlah langkah untuk menghimpun pendanaan. Di antaranya, melakukan sekuritisasi pendapatan tol dengan memanfaatkan aset yang telah mature untuk pembiayaan tanpa menimbulkan beban bunga. “Pada 2017 di ruas tol Jagorawi senilai Rp 2 triliun dan memperoleh apresiasi positif dari investor lantaran kelebihan permintaan (oversubscribe) sebanyak 2,8 kali,” katanya.

Kemudian pada Oktober 2017, Jasa Marga menerbitkan Project Bond, yakni obligasi di level project berdasarkan cash flow pada project tersebut untuk ruas JORR W2 Utara, dan menerbitkan global bond bernama Komodo Bond –investor asing mengambil obligasi dalam rupiah, bukan dolar-- yang banyak mendapatkan apresiasi. “Jadi ketika dolar kuat, kami tidak masalah karena kami tidak memiliki pinjaman dolar,” katanya. Selain itu, juga menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dan Dana Infrastruktur (Dinfra).

Jadi, untuk menunjang pembangunan yang sangat masif tersebut, kami tidak hanya mengandalkan equity dan pinjaman bank, tetapi kami menciptakan lima model keuangan yang baru tersebut. Agar kesehatan finansial perusahaan tetap terjaga,” ungkap Desi. Selain itu, pada pengoperasian layanan bagi pengguna, Jasa Marga juga berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait untuk mengintegrasikan tol JORR, dan tol di Semarang. Jasa Marga pun berhasil menerapkan 100 persen transaksi cashless dengan penggunaan e-toll.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)