Shirley Santoso, Bekerja Sesuai Passion dan secara Persisten

Shirley Santoso, Presdir A.T. Kearney Jakarta

A.T. Kearney adalah salah satu perusahaan konsultan global terkemuka. Di dunia, klien-kliennya ialah perusahaan global dari berbagai sektor: keuangan, energi, migas, ritel, transportasi, dan sebagainya.

Di Indonesia, kiprahnya sudah dirajut sekitar seperempat abad. Klien-kliennya di Tanah Air juga umumnya perusahaan besar, seperti kalangan perusahaan BUMN, konglomerat, hingga lembaga nonprofit, yang juga berasal dari berbagai sektor. Makin ramainya perbincangan tentang Industri 4.0 di Indonesia tak lepas dari introduksi yang dilakukan A.T. Kearney.

Hingga kini, industri konsultan masih didominasi profesional pria, karena jam kerja yang panjang dan membutuhkan banyak traveling. Menariknya, ternyata kantor perwakilan A.T. Kearney di Indonesia/Jakarta --dengan nama legal PT A.T. Kearney-- kini dipimpin oleh seorang wanita. Dia adalah Shirley Santoso, profesional kelahiran Jakarta, 23 Januari 1973.

Shirley memang bukan orang baru di A.T. Kearney. Malah, boleh dibilang, peraih bachelor degree dari Jurusan Pemasaran dan Manajemen Internasional, Boston University, ini termasuk profesional kawakan, karena sudah berkarier di perusahaan konsultan ini sejak 1999. Tepatnya, ia sudah 19 tahun di perusahaan konsultan ini, dengan 12 tahun dilakoni di kantor Jakarta.

Selepas meraih gelar MBA dari Cornell University, Shirley bergabung dengan A.T. Kearney Singapura sebagai tenaga associate. Lalu, ia dipindahkan ke Jakarta Office (PT A.T. Kearney) untuk membesarkan unit ini. Kini, posisi yang diembannya ialah Presdir A.T. Kearney Jakarta, sekaligus sebagai Head of Transformation Practice A.T. Kearney Asia.

Di Jakarta Office inilah karier Shirley berkembang. Dari posisi manajer (termasuk karyawan level menengah), kemudian meningkat hingga dipromosikan sebagai prinsipal, lalu sebagai partner. Perlu diketahui, A.T. Kearney merupakan partnership company, di mana para partner memiliki saham perusahaan. “Sebagai partner dan presdir, saya dipercaya untuk mengembangkan kantor ini,” ujar Shirley. Ia menyebutkan, bagi A.T. Kearney, Indonesia merupakan pasar yang sangat penting di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai profesional wanita, prestasi Shirley menjadi partner sekaligus pemimpin kantor perwakilan di A.T. Kearney merupakan hal istimewa. Pasalnya, seperti diungkapkannya, jumlah partner perempuan di A.T. Kearney seluruh dunia tidak banyak. “Sekitar 10 persen,” ujarnya. “Untuk pemimpin office, jumlahnya lebih sedikit dari itu,” ujarnya. Di lingkungan A.T. Kearney global, eksekutif wanita yang mengomandani kantor perwakilan ada di Inggris, Rusia, dan Timur Tengah.

Shirley menyebutkan, tantangan sebagai profesional wanita di dunia konsultan biasanya datang setelah menikah dan punya anak. Untungnya, A.T. Kearney menerapkan program fleksibilitas kepada karyawan wanita yang menjadi orang tua baru, apakah ingin bekerja part-time atau memilih bidang nonkonsultan seperti bidang HR, pemasaran, atau pengembangan bisnis. Ia mengaku pernah juga mengambil pilihan bekerja part-time dan di bidang pngembangan bisnis selama empat tahun, yang tidak butuh banyak traveling, demi fokus membesarkan anaknya. Setelah siap, ia kembali penuh bekerja di bagian consulting.

Mengapa Shirley mau bertahan cukup lama, hampir 20 tahun, berkarier di bisnis konsultan A.T. Kearney ini? “Saya pribadi memang benar-benar enjoy di sini. Karena, di (bisnis) konsultan itu setiap hari kami belajar hal-hal baru, termasuk dari kolega di seluruh dunia,” katanya memberi alasan. Ia juga merasa bidang ini adalah passion-nya, sehingga tidak menganggap pekerjaan sebagai beban. “Passion inilah yang memberikan energi bagi saya untuk mengerjakan tugas dengan sepenuh hati.”

Soal pencapaian prestasi dan posisi tinggi seperti sekarang, Shirley mengaku sebenarnya ia bukanlah tipe orang yang mengejar titel atau jabatan tertentu. “Filosofi hidup saya adalah bekerja sebaik mungkin di pekerjaan yang memang menjadi passion saya,” katanya. Promosi, menurutnya, adalah hasil dari pekerjaan kita yang dilakukan dengan baik.

Filosofi kerja yang juga dianut Shirley ialah bekerja secara persisten (gigih). Alasannya, dalam hidup kita tidak selalu mendapatkan yang kita inginkan. “Karena itu, kita harus continue to be persistent, jangan give up,” katanya.

Dorongan lain yang membuatnya bisa mencapai sukses dan prestasi kerja yang baik, ia merasa dengan bekerja sebagai konsultan dapat membuat perbedaan dan memberikan dampak positif, baik bagi organisasi dan karyawan maupun bagi perusahaan klien dan karyawan klien. “Buat saya, hal ini merupakan kepuasan yang luar biasa,” ungkapnya.

Di luar itu, Shirley mengaku bersyukur keluarganya mendukung kariernya. “Suami dan anak paham dengan pekerjaan saya dan mendukung,” katanya. “Menyeimbangkan pekerjaan dan rumah tangga juga merupakan hal yang penting bagi saya dan menjadi kesuksesan saya hari ini,” ia menambahkan.

Sebagai pemimpin di perusahaan, selain berupaya menjalankan program perusahaan, Shirley juga mengaku lebih memilih pendekatan secara personal. Ia menyebutkan, ada empat peran kepemimpinan yang dijalankannya. Pertama, menginspirasi karyawan. Menurutnya, pemimpin tak cukup hanya menciptakan visi, tetapi juga harus bisa menjadi role model. Terutama, bagi kalangan karyawan wanita, yang membutuhkan role model untuk dilihat.

Kedua, harus bisa membuat karyawan merasa engage dan menjadi bagian dari perusahaan. Beruntung, kata Shirley, A.T. Kearney menganut budaya kohesif-kolaboratif, di mana karyawan harus bisa menjadi bagian penting perusahaan.

Ketiga, pemimpin harus memotivasi bawahannya. Di sinilah peran coaching and mentoring dinilainya penting sekali. Menurutnya, dalam peran ini, pemimpin juga harus membantu mereka untuk tumbuh, misalnya dengan memberikan mereka peluang yang tepat. Keempat, pemimpin mesti memberdayakan (enable) bawahannya. Dalam hal ini, ia berpendapat, pemimpin harus memastikan mereka be their best they can be, agar mereka juga bisa bekerja dengan enjoy.

Ketika ditunjuk sebagai partner dan presdir A.T. Kearney Jakarta, Shirley melihat bahwa Indonesia sangat menjanjikan. A.T. Kearney bersama Kementerian Perindustrian menginisiasi Indonesia 4.0, yang diluncurkan presiden tahun lalu. Menurutnya, potensi besar Indonesia juga karena dalam sekitar 15 tahun mendatang Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. “Rata-rata negara ketika mendapatkan bonus demografi, pertumbuhan ekonominya akan jauh lebih tinggi,” ungkapnya. Potensi Indonesia juga didukung oleh meningkatnya kelompok berpendapatan menengah. Di sisi lain, investasi langsung juga tergolong tinggi.

Namun, di sisi lain, masih ada yang perlu dikembangkan. Di antaranya, level produktivitas Indonesia, bila diukur per unit cost masih rendah jika dibandingkan dengan China dan India. Lalu, secara relatif, PDB pun masih rendah dibandingkan beberapa negara besar lainnya. “Ini tantangan yang harus di-address,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinan Shirley, banyak perusahaan besar yang menjadi klien A.T. Kearney, di hampir semua sektor. “Jumlahnya bisa ratusan (perusahaan), tapi kami tidak membicarakan jumlahnya, melainkan lebih ke sektor baru,” katanya. Sebagai contoh, klien di sektor pendidikan dan ritel juga makin besar. “Dan kami juga punya signature program: Indonesia Making 4.0,” ujarnya bangga. Ia mengklaim pertumbuhan bisnis A.T. Kearney Jakarta Office ini sangat cepat, tumbuh dua digit, dan merupakan salah satu yang paling cepat di Asia.

Dikatakan Sherly, tantangan organisasi yang dihadapi ialah bagaimana menjaga best talent agar tetap happy di A.T. Kearney. Sebagai contoh, melihat sense of purpose mereka tinggi sekali, A.T. Kearney membuat social impact project, bekerjasama dengan Ashoka Foundation. Juga ada Fun Friday, di mana karyawan bisa mengerjakan fun activity. Tantangan lainnya, bagaimana sebagai perusahaan konsultan harus bisa terus relevan. “Karena itu, kami harus terus belajar agar tetap relevan,” ujarnya.

Target di tahun mendatang, menurut Shirley, ialah memastikan bisnis kantornya terus tumbuh dan bisa menjadi the best known company, serta mampu memberikan dampak positif kepada klien. “Kami juga ingin berkembang bersama klien kami,” ujarnya. Target berikutnya, mampu merekrut dan mempertahankan talenta terbaik di Indonesia. “Kami harus menjadi perusahaan di mana banyak orang yang ingin masuk,” katanya menegaskan.

Joko Sugiarsono & Anastasia Anggoro Suksmonowati

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)