Putra Indra Kusuma: Lakukan Coaching, Mentoring, dan Motivating kepada Bawahan

Putra Indra Kusuma. ASM Pengendalian Operasi PT IPC Terminal Petikemas/
Putra Indra Kusuma. ASM Pengendalian Operasi PT IPC Terminal Petikemas/

Tiga belas tahun bergulat di dalam manajemen pelabuhan di berbagai posisi teknis serta manajerial, karier pria kelahiran Jakarta, 15 Januari 1987, ini bisa dibilang istimewa. Meniti karier dari bawah sebagai lulusan D-3 di usia masih 20 tahun (akhir tahun 2000-an), ia berhasil mengembangkan diri, belajar lagi hingga lulus S-1 ilmu transportasi kepelabuhanan. Sehingga, terbentuklah pribadi yang berdedikasi dan berorientasi kepada hasil, profesional yang unggul dalam memimpin dan mengeksekusi strategi operasional menggunakan metode yang efektif, serta sukses meningkatkan performa bisnis, produktivitas operasional, dan efisiensi biaya.

Dialah Putra Indra Kusuma. Dalam posisinya sebagai ASM Pengendalian Operasi PT IPC Terminal Petikemas, Indra, sapaan akrabnya, memiliki keahlian mendalam serta pengalaman yang kuat dalam transformasi bisnis di terminal peti kemas. Ia melakukan improvisasi operasional melalui pengembangan model operasi yang efektif berdasarkan perencanaan & pengendalian, implementasi TOS (Terminal Operating System), dan standardisasi Terminal Petikemas. Ini semua terbukti dapat meningkatkan produktivitas terminal, pendapatan dan keuntungan, serta menurunkan biaya operasional di Terminal 3 International, Terminal 009, Terminal Petikemas Jambi, dan Terminal Petikemas Teluk Bayur.

Menurut pengagum mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II R.J. Lino ini, semua pencapaian itu berkat keyakinannya, bahwa profesional sekaligus leader (pimpinan) haruslah berwawasan ke depan dan memiliki otentisitas atau kebenaran yang nyata dan terpercaya. Hal itu yang ia paparkan dalam ajang Indonesia Young Business Leaders Award 2021, dengan makalahnya yang berjudul “Otentisitas, Proses Membangun Leadership Skill, Visi & Inovasi, Kemampuan Creating Leaders, Performa, dan Pencapaian.”

Indra menjelaskan, dalam segala tindakannya, seorang pemimpin harus memiliki skill, visi & inovasi, kemampuan menciptakan pemimpin, performa unggul, dan terbukti pencapaiannya. Untuk itu, ia dapat menggunakan metode STAR: Situation, Target, Action dan Result, sebagai alat bantu pelaksanaannya. Yakni, dengan memilah situasi, memasang target, membuat rencana aksi, hingga kemudian mengetahui hasilnya.

Intinya, dalam membangun leadership skill, menurut Indra, yang penting selalu berpikir dan bersikap positif dalam hal apa pun, agar tercipta lingkungan kerja yang nyaman dan membawa pengaruh ke anak buah agar tetap berpikir dan bersikap positif pula. “Saya selalu bersemangat untuk berkembang, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan,” ujarnya. Ia memang selalu antusias dalam mengikuti pelatihan, antara lain pelatihan Change Agent Development, Supervisory Container Terminal, Training for Trainer Excellent, dan K3 Safety Agent.

Guna meningkatkan keterampilan, Indra rajin mengikuti acara CEO Talk, sharing season dengan direksi, dan menjalankan arahan yang diberikan direksi demi tercapainya target dan kemajuan perusahaan. Ia pun membangun komunikasi yang baik dengan bawahan, melakukan mentoring kepada bawahan, juga menjadi narasumber atau trainer pada pelatihan-pelatihan tertentu guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta membangun awareness peserta training.

Terlibat dalam proyek-proyek membanggakan, Indra paling berkesan dengan program unggulan implementasi Sistem CPC. Mengapa? Karena sebelumnya, Kantor Pusat hanya memonitor kegiatan Tanjung Priok 1 dan Tanjung Priok 2. Adapun area-area lain di luar itu. seperti Panjang Lampung, Teluk Bayur, Pontianak, Palembang, dan Jambi, masing-masing mempunyai perencanaan dan kontrol sendiri-sendiri.

Nah, dengan adanya Sistem CPC, kini sudah ada katalog data seluruh area yang dibutuhkan perencana dalam sistem terpusat (profil kapal, alat, dan data lain). Dengan demikian, kontrol perencanaan tidak hanya bisa dilakukan di Tanjung Priok, tetapi bisa juga dilakukan remote di luar Tanjung Priok. “Jika terjadi sesuatu di suatu IPC, bisa melakukan remote  monitoring dan reporting, data sudah sesuai dan terstandar,” ujar Indra, bangga.

Dulu, pencatatan dilakukan secara manual dengan kertas; sedangkan kini semuanya dapat dilakukan secara mekanis (otomatis). Meski awalnya mengundang resistensi, Indra percaya, lambat laun mereka yang menolak akan menyepakatinya karena sistem ini ke depan akan mempermudah pekerjaan mereka.

“Di awal transformasi, saya ditunjuk oleh Pak Lino di SK ada di Tim Transformasi. Agar perubahan diterima, kami melakukan FGD, jalan ke luar, dirangkul. Kami jelaskan bahwa perubahan itu justru mempermudah pekerjaan mereka,” Indra mengenang.

Dari pengalaman itu, Indra semakin menyadari pentingnya seorang pemimpin harus bisa memberikan coaching, mentoring, motivating tanpa henti. Pasalnya, melalui program coaching, mentoring, dan motivating untuk bawahan --dalam hal pekerjaan dan juga secara personal -- selain mempermudah tercapainya tujuan organisasi, juga dapat menciptakan calon leader atau penerus baru yang mumpuni.

Ya, target Indra memang harus bisa menciptakan leader baru sebagai penerus. Dalam rangka membentuk tim yang efektif dan tepercaya, ia berusaha menumbuhkan semangat kepada setiap bawahan dalam menjalankan pekerjaan dan mengembangkan diri, baik soft skill maupun hard skill-nya. (*)

Dyah Hasto Palupi/Herning Banirestu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)