Yossianis Marciano, Mau Terus Belajar dan Mendengarkan

Yossianis Marciano, Direktur Komersial & Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Tanjung Priok.
Yossianis Marciano, Direktur Komersial & Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Tanjung Priok.

Karier Yossianis Marciano di industri logistik dan maritim terus menanjak. Setelah berkarier di berbagai perusahaan maritim, kini pria kelahiran 8 Maret 1984 ini didapuk sebagai Direktur Komersial & Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Tanjung Priok, salah satu anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC, yang menangani multipurpose, yakni general cargo, curah cair (CPO), dan curah kering (semen, batu bara, dll.). Perusahaan ini merupakan operator terminal multipurpose pertama di Indonesia, memiliki 10 cabang pelabuhan yang tersebar di 10 wilayah strategis Indonesia.

Marciano sebelumnya pernah bekerja di Westports Malaysia Sdn. Bhd., China Ocean Shipping, China Shipping Sdn. Bhd., dan Pelindo II. Kariernya terus naik dan kini dipercaya sebagai direksi di anak usaha IPC itu. Salah satu kunci suksesnya, mau terus belajar dan mendengarkan. “Dari tahun 1984 hingga sekarang, saya hanya talking dan asking kepada siapa pun, termasuk perusahaan,” kata pehobi hiking.

Untuk mengasah skill, ia pernah belajar di Master Degree di Netherland Maritime University (Belanda) untuk mengambil program master bidang shipping & transport. Juga, mengikuti Advance Leadership Program. Ia meningkatkan kapasitas dirinya dengan memberanikan diri sebagai pembicara di beberapa kegiatan, serta terlibat dalam chief forum BUMN dan forum alumni STIP, hingga sekarang.

Marciano pun terus berusaha meningkatkan kemampuan komunikasi dan tidak pernah menyerah dalam melakukan pekerjaan. “Saya berkomunikasi dengan young leaders, senior leaders, dan juga komunitas-komunitas. Saya percaya, komunikasi merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam semua aspek pekerjaan,” katanya tandas.

Untuk memajukan karier, ia terus memperbanyak membaca, meningkatkan personal branding, serta mengembangkan network dan link. “Saya orang yang suka mengedepankan fans builder. Di mana pun saya bekerja, saya akan membangun fans. Bagi saya, ini penting untuk membangkitkan kepercayaan tim terhadap saya, baik saat berada di posisi terbaik maupun ketika posisi saya tidak menarik lagi. Saya ingin mereka tetap memercayai saya sebagai seseorang yang memiliki value yang baik,” Marciano menjelaskan prinsipnya.

Salah satu kiat yang ia terapkan, melakukan caring and loving dengan berusaha peduli pada lingkungan masyarakat. “Saya mulai mengenal caring and loving saat bekerja PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Cirebon. Di sana juga mulai belajar giving. Dan, di saat itulah saya bekerja bukan hanya karena posisi saya, tetapi juga karena ingin membantu orang lain. Dari giving, saya bekerja untuk serving, melayani masyarakat dan sesama dengan baik. Memberi saja tidak cukup, tetapi harus dengan tulus dan ikhlas,” ungkapnya. Ia punya keyakinan, dengan mengorbankan diri (sacrifice) bagi kepentingan yang lebih besar, akan membantu meningkatkan karier profesional dan spiritual.

Bagi Marciano, karier ke depan akan semakin menarik, terlebih Pelindo di tahun ini ditugaskan menjadi holding sehingga ditargetkan akan menjadi Top 10 biggest global port operator di tahun 2021. “Di tahun 2025, kami bisa menjadi the center for maritime and logistics service solutions,” ujarnya.

Marciano mengungkapkan, ia sudah tidak peduli salary dan posisi. Ia lebih banyak melakukan sharing dengan para junior dan timnya, juga di berbagai seminar. Mengaku sangat peduli pada tim, ia berusaha terus mendampingi saat mereka bekerja. Selain itu, juga terus memberdayakan tim dengan cara menugaskan mereka menjadi tim yang produktif dengan memberikan critical assignment atau pekerjaan yang challenging. (*)

Sudarmadi & Anastasia A.S.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)