Nurdiansyah Budiman, Peran Penting HR dalam Hadapi Tantangan Bisnis

Nurdiansyah Budiman, Head of Reward, Performance and IR Department PT United Tractors Tbk. (UT)
Nurdiansyah Budiman, Head of Reward, Performance and IR Department PT United Tractors Tbk. (UT)

Dalam menghadapi tantangan bisnis di tengah kondisi VUCA, digitalisasi, dan dominannya kaum milenial di perusahaan, Human Resources (HR) memiliki peran penting sebagai garda terdepan perusahaan.

Peran ini dijalankan oleh bagian HR di PT United Tractors Tbk. (UT). Menurut Nurdiansyah Budiman, Head of Reward, Performance and IR Department UT, tantangan bisnis yang dihadapi perusahaannya adalah komoditas batu bara yang selalu bergejolak ketika kondisi tidak menentu. HR harus dapat menyesuaikan diri dengan situasi tersebut agar bisnis berjalan optimal.

“Di 2019, consolidate revenue kami mencapai Rp 84,430 triliun dan consolidate net incom-nya Rp 11,312 triliun. Itu berasal dari enam business lines kami yang cukup besar dan memiliki tantangan tersendiri, di mana memang kami masih fokus atau dominan di batu bara yang notabene cukup volatile,” kata Nurdiansyah.

Selain tantangan bisnis, UT juga menghadapi tantangan lainnya, yaitu adanya shifting ke generasi milenial dan digitalisasi yang mendorong terjadinya perubahan di perusahaan. “Komposisi SDM di UT yang dominan adalah milenial atau hampir 70% dari total karyawan,” pria kelahiran Jakarta, 20 Januari 1989, ini memaparkan.

Artinya, UT harus mentransformasikan SDM-nya dalam menghadapi VUCA, digitalisasi, dan dominannya generasi milenial. Caranya? Perusahaan sepakat mentransformasikan UT ke digital master.

Sebagai gambaran, pada 2017, UT berada pada level konservatif. Artinya, leadership capability-nya cukup signifikan tetapi digital capability-nya masih di level menengah. Karena itu, “Saya berharap HR bisa menjadi pionir dalam menggerakkan organisasi dari beginner ke digital master supaya semakin agile (tangkas) menghadapi VUCA, fasih digital, dan menyenangkan bagi milenial sehingga akhirnya kami memiliki SDM yang kompetitif dan menjadikan organisasi sebagai disruptor bisnis lain,” kata Nurdiansyah panjang lebar.

Lulusan Teknik Industri Universitas Telkom Bandung ini menambahkan, yang harus dilakukan untuk menjadi digital master adalah perubahan mindset ke arah digital. Jadi, seluruh program yang dilakukan memiliki kesamaan desain, bersifat demokratis, tidak tersentralisasi di HR tetapi partisipatif. Dengan demikian, semua elemen yang ada di seluruh Indonesia menjadi sebuah variabel sendiri dan kemudian terdisrupsi menjadi digital master. “Beberapa hal sudah kami coba lakukan di 2019 dan berlanjut hingga kini,” ucapnya.

Hal pertama yang sudah dilakukan UT adalah development (pengembangan). Satu konsep pengembangan yang ditawarkan mengusung konsep gamification (gamifikasi), yang pengembanganya akan berubah dari yang sifatnya individual menjadi social learning yang berbasis komunitas. Berdasarkan riset, model gamifikasi saat ini jauh lebih efektif dan produktif ketimbang satu pembelajaran yang sifatnya satu arah. “Dan ini yang kami dorong untuk mentransformasi UT menjadi organisasi yang lebih belajar,” kata peraih Best Manager United Tractors 2019 ini.

Berikutnya,  sistem Mentors (Managing Extraordinarily United Tractors). Berdasarkan hasil riset, ternyata gaya belajar milenial ialah visual learning dan mereka menyukai pengalaman dari pemimpinnya sehingga pembelajaran harus variatif dan tidak hanya di kelas. Dengan konsep Mentors ini, seluruh CEO dan eksekutif di Grup UT diminta untuk membuat video pembelajaran sehingga dinamika pembelajaran bisa dijadikan sebagai sarana edutaiment.

Selain kanal YouTube yang menjadi platform pembelajaran yang mudah diakses dan dipakai UT di seluruh Indonesia, UT juga bekerjasama dengan Gramedia membuat e-library yang bernama UT Libro, semacam perpustakaan nasionalnya UT, baik dalam konteks formal maupun informal. Melalui UT Libro, seluruh karyawan bisa mengakses buku-buku yang tersertifikasi dan langkah ini masuk ke dalam salah satu kategori program pengembangan di UT.

Output UT Libro ini, pembaca aktifnya sebanyak 83% dari total pegawai dan jam baca rata-rata sebulan sebanyak 34,5 jam. Produk belajar yang telah dihasilkan sebanyak 2.341 produk belajar. Terdiri dari modul, video learning, online learning, dll.,” Nurdiansyah mengungkapkan.

Setelah menciptakan media pembelajaran berbasis gamifikasi, UT juga mengintegrasikan seluruh program pembelajaran yang ada sehingga karyawan merasakan pengembangan yang komprehensif. Kemudian, UT menciptakan pula big data dan knowlegde management untuk mendokumentasikan historical development karyawan dan materi kegiatan pembelajaran dengan baik.

Hal itu dapat menciptakan infrastruktur pembelajaran yang dapat dinikmati karyawan UT se-Indonesia, di mana pun dan kapan pun. Semua ini dirangkum dalam Corpu Town. Dengan berbagai langkah tersebut, sejumlah penghargaan di bidang HR pun telah diraihnya. (*)

Sri Niken Handayani dan Dede Suryadi

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)