Regina Karlina, Akan Tingkatkan Employee Experience Lewat Digitalisasi HR

Regina Karlina, People & Culture Manager PT Sasa Inti.
Regina Karlina, People & Culture Manager PT Sasa Inti.

Regina Karlina menjabat sebagai People & Culture Manager PT Sasa Inti sejak Oktober 2020. Mulai bergabung bersama Sasa Inti pada Februari 2018, tahun 2019 ia ditempatkan di tim HR untuk memegang peran HR Operational Services. Perlu diketahui, saat ini perusahaan yang terkenal dengan produk MSG, tepung bumbu, dan bumbu instan itu diperkuat hampir 3.000 karyawan.

Jika di masa depan dipercaya sebagai HR Director, Regina akan berupaya menghadapi perubahan bisnis yang sangat cepat dengan strategi “Reinventing employee experience journey”, dengan jalan transformasi digital.

Menurutnya, orang HR perlu memikirkan people strategy untuk menopang strategi bisnis perusahaan. Ia mencoba mengimplementasikan kerangka kerja employee experience dari Gallup dan transformasi digital dari McKinsey. Dari framework tersebut, kemudian ia melakukan pemetaan digital perjalanan pengalaman karyawan mulai dari tahap Attract, Recruit, Onboard, Engage, Perform, Develop, dan Depart. “Employee experience tersebut perlu didukung oleh platform digital agar perjalanan karyawan di dalam perusahaan menjadi lebih baik,” katanya.

Dalam konteks Attract, menurut Regina, Sasa Inti sudah memaksimalkan penggunaan berbagai platform media sosial untuk membangun employer branding dan memperkenalkan employee value proposition (EVP). Tahap selanjutnya, Recruit, sudah memanfaatkan easy recruitment process melalui berbagai platform, seperti Jobstreet, Indeed, Kalibrr, hingga LinkedIn.

Berikutnya adalah tahap Onboard, sebagai upaya agar talent bisa selaras dan fit ke dalam budaya perusahaan serta siap berkinerja bagus (perform). Sebagai gambaran, Sasa Inti memiliki tiga pabrik yang berlokasi di Cikarang, Probolinggo, dan Minahasa Selatan. Lewat cara digitalisasi, proses onboarding dilakukan agar talent bisa mengenal perusahaan tanpa harus mengunjungi lokasi pabrik satu per satu.

Di tahap Engage, Sasa Inti menggunakan aktivasi kegiatan berbasis digital, mulai dari FGD, gamification, casual talk, dan CEO townhall. Menurut Regina, perusahaannya juga telah bekerjasama dengan Mercer (perusahaan riset global di bidang HR) pada 2019 untuk mengukur tingkat engagement karyawan. “Saat itu sudah mencapai level 90%,” ujarnya.

Di saat pandemi tahun 2020, tingkat engagement justru meningkat di angka 93%. Adapun tingkat turnover terjaga di bawah 1%. “Tugas saya sekarang adalah mempertahankan engagement tersebut atau bahkan meningkatkannya,” kata Regina.

Di tahap Perform, Sasa Inti membangun dan mengimplementasikan Performance Management System. Sistem ini memungkinkan untuk mengidentifikasi performa karyawan dan melihat peluang bagi karyawan jika membutuhkan pembelajaran baru. “Selain membentuk perform culture, Sasa juga membentuk strategi kompensasi yang adil secara internal dan kompetitif secara eksternal,” katanya.

Pada tahap Develop, Sasa berupaya mengakselerasi suksesi talent. Di masa pandemi, perusahaan ini menggunakan sistem pelatihan berbasis online, mendatangkan pelatih dari dalam dan luar negeri, agar para talent dapat terus meng-upgrade pengetahuan dan skill mereka.

Terakhir, di tahap Depart, Sasa ingin menciptakan positive exit experience bagi orang-orang yang meninggalkan Sasa. Caranya, dengan membuat mereka menjadi brand ambassador di luar sana. Untuk itu, Sasa berusaha memberikan pengalaman keluar terbaik bagi setiap karyawan. Perusahaan juga membentuk data-driven exit program yang dapat membantu memprediksi turnover di masa depan atau mendorong perubahan kultur yang lebih positif. (*)

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)