Daniel Setiawan, Memastikan Eksekusi Berjalan Baik

Daniel Setiawan, CFO Sorini Agro Asia Corporindo.
Daniel Setiawan, CFO Sorini Agro Asia Corporindo

Di tahun 2011 ada momen penting bagi PT Sorini Agro Asia Corporindo. Tahun itu mereka diakuisisi Cargill senilai US$ 300 juta. Kondisi perusahaan saat itu terbilang sehat. Tiga tahun sebelumnya (2008), produsen sorbitol ini membangun dan membeli pabrik tepung hingga delapan unit berikut plantation-nya. “Jadi, waktu Sorini dilepas ke Cargill, dalam kondisi sangat cantik,” ungkap Daniel Setiawan, CFO Sorini Agro Asia Corporindo.

Bergabung dengan perusahaan itu pada 2008, pria kelahiran 1976 ini menempati posisi sebagai manajer finance and accounting dan berperan dalam restrukturisasi organisasi. Kariernya menanjak hingga menjadi CFO.

Sebagai CFO, Daniel berprinsip jangan sampai hanya menjadi admin pembukuan, melainkan pemberi nilai tambah bagi perusahaan. Seorang CFO, katanya, seharusnya tidak memikirkan transaksional lagi, tetapi membuat blueprint yang jelas, kemudian memastikan eksekusinya berjalan baik. “Fokus CFO kerjanya memastikan semua berjalan benar, memastikan perusahaan mencapai tujuan yang diharapkan,” tuturnya.

Berpijak pada prinsip tersebut, dia bersama timnya membuat terobosan, yakni penerapan integrated business planning. Sistem ini mendorong karyawan berpikir lebih ke depan, memahami kompetitor, dan mendukung proyeksi bisnis. Sistem ini juga membuat tiap departemen memiliki kekuatan data dalam menjalankan fungsinya. Dalam lingkup Grup Cargill, kata Daniel, bisa jadi baru dua atau tiga perusahaan yang menerapkannya di Indonesia.

Yang menarik, selain sebagai CFO, Daniel juga menjalankan tugas sebagai chief transformation officer (CTO) perusahaan sejak September 2018. Tugasnya: mendorong tim melahirkan dan mengeksekusi ide-ide yang konstruktif buat perusahaan. Termasuk, membuat milestone untuk mencapai ide-ide tersebut, dan mencari dukungan untuk menyukseskannya (termasuk dukungan dana riset). “Tugas saya sebagai CTO, jika ada ide menurunkan US$ 5 per kg dalam proses ‘A’, (saya) mendorong tim mem-break down minimal lima milestone untuk mencapai itu,” dia menjelaskan. (*)

Yosa Maulana dan Herning Banirestu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)