Qomaruzzaman, Kawal 8 Strategi Keuangan Pupuk Kaltim

Saat mulai menjabat sebagai CFO PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) pada Agustus 2020, Qomaruzzaman dihadapkan pada sejumlah tantangan berat yang menghinggapi industri pupuk, kimia, dan agribisnis. Yakni,  kondisi volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity (VUCA), seperti harga bahan baku (gas), pembatasan distribusi, pencabutan subsidi, digitalisasi, pandemi Covid-19, dan yang paling utama: fluktuasi harga berbagai komoditas pertanian.

Selain berbagai tantangan tersebut, PKT juga menghadapi faktor yang menghambat arus kas. Di antaranya, distributor yang kesulitan membayarkan tagihan pupuk dan ketidakstabilan rupiah terhadap dolar AS yang memengaruhi beberapa proyeknya, seperti pembangunan pabrik petrokimia turunan pupuk dan perbaikan pabrik, karena sebagian besar pembelian bahan baku menggunakan US$.

“Tantangan ini sangat berdampak kepada pengelolaan pendanaan, keuangan, dan keputusan investasi, terutama dalam pembiayaan program kerja sesuai rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) setiap tahun dan program investasi sesuai rencana jangka panjang perusahaan (RJPP),” ungkap Qomaruzzaman.

Sebagai pemimpin Divisi Keuangan & Umum, Qomaruzzaman mengemban tugas untuk memuluskan strategi perusahaan dalam menaklukkan tantangan tersebut. Dia mengatakan, ada delapan strategi yang dilakukan PKT dalam mengelola bidang keuangan ―termasuk pengembangan SDM― yaitu: distributor financing, natural hedging, investasi sesuai prioritas, program prioritas anggaran, cash management system, perjanjian club deal, cost restructuring, dan cost reduction program.

Pada distributor financing, PKT mendorong distributor memanfaatkan fasilitas ini sebagai kelonggaran fasilitas kredit atau pembayaran. Lalu, natural hedging dilakukan untuk meminimalisasi kerugian kurs dengan memaksimalkan peluang ekspor. Pada investasi sesuai prioritas, dilakukan dengan menjadwalkan ulang aktivitas investasi sesuai dengan prioritas dalam RJPP dan feasibility study yang telah dilakukan bersama pihak ketiga.

Program prioritas anggaran diberikan kepada program kerja yang berhubungan langsung dengan RJPP dan KPI. Kemudian, cash management system adalah memetakan kewajiban pembayaran dalam waktu berjalan, dan mengatur agar perusahaan dapat menyediakan pendanaan secara tunai untuk membayar kewajiban jangka pendek sebelum jatuh tempo.

Perjanjian club deal adalah fasilitas kredit multilateral untuk proyek yang berdasarkan perjanjian kredit bilateral antara debitur dan masing-masing kreditur. Selanjutnya, cost restructuring dilakukan untuk mencari alternatif pendapatan untuk mengoptimalisasi anggaran yang digunakan dalam operasional program kerja. Adapun cost reduction program bertujuan memetakan pembiayaan program kerja secara efektif dan efisien.

Mantan Direktur Komersial PT Rekayasa Industri ini lalu menjelaskan bahwa berbagai strategi tersebut digunakan untuk mengimplementasikan program kerja. Salah satunya, program pengembangan SDM. “PKT berkomitmen mengalokasikan anggaran untuk pengembangan SDM sebesar 9% dari keuntungan perusahaan,” katanya.

Selain delapan strategi di atas, Qomaruzzaman juga melakukan langkah inovasi terbaru untuk meningkatkan efisiensi produksi, khususnya di bidang teknologi pemupukan, yaitu membuat Precision Agriculture Platform for Oil Palm (PreciPalm). Ini adalah sistem aplikasi rekomendasi pemupukan berbasis pertanian presisi yang cepat, tepat, dan efisien, pada kebun kelapa sawit. “Ini merupakan salah satu inovasi termutakhir perusahaan di lini pangan,” ujarnya.

Dalam mengeksekusi berbagai strategi itu, Qomaruzzaman memperhatikan tiga hal. Pertama, mengoptimalkan pengelolaan inovasi agar dapat meningkatkan operasional proses bisnis yang lebih efektif dan efisien.

Kedua, memperhatikan kepentingan dan keterlibatan seluruh stakeholder agar menciptakan proses bisnis yang berkelanjutan sesuai dengan fokus people, planet, dan profit. Ketiga, mengadopsi strategi kepemimpinan yang demokratis dan konsultatif terhadap karyawan, dengan memberikan ruang seluas-luasnya kepada tim dalam memberikan ide untuk kemajuan perusahaan.

“Sebisa mungkin saya membuka ruang diskusi agar anggota tim, baik yang paling muda maupun senior, memiliki kesempatan yang sama dalam memberikan masukan dan bersama-sama mengevaluasi kinerja Departemen Keuangan dan Umum,” katanya tandas.

Dia menambahkan, kinerja ekspor juga menjadi faktor pendorong pertumbuhan perusahaan. Apalagi, harga dan permintaan amonia di pasar ekspor sangat tinggi pada kuartal III/2021. Karena itu, pihaknya memanfaatkan peluang ekspor tersebut setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi.

Di sisi lain, PKT juga mengkaji inovasi dan percepatan pengembangan diversifikasi usaha untuk membantu potensi ekonomi pertanian dan perkebunan di Indonesia. Caranya, dengan melakukan konversi ke produk yang menghasilkan margin yang lebih baik, seperti pengembangan industri oleokimia dan turunannya yang merupakan produk lanjutan dari CPO.

Implementasi strategi PKT dalam mengelola pendanaan, keuangan, dan investasi tersebut, menurut Qomaruzzaman, membuahkan hasil maksimal yang tampak dari pertumbuhan kinerja perusahaan. Selama 2020, terjadi peningkatan kinerja perusahaan, antara lain pada return on investment (sebesar 6,3%), revenue per employee (19,6%), EBITDA (22,6%), total equity (4,88%), total revenue (8,53%), dan profit after tax after consolidation (3,63%). (*)

Yosa Maulana & Anastasia AS

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)