Thomas Christian, Memimpin Transformasi Finansial BAT Indonesia

Thomas Christian, CFO British American Tobacco (BAT) Indonesia
Thomas Christian, CFOBritish American Tobacco (BAT) Indonesia

Posisi Thomas Christian di perusahaan rokok British American Tobacco (BAT) Indonesia tergolong istimewa. Pasalnya, dialah orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai chief financial officer (CFO) perusahaan tembakau global dengan jaringan di 175 negara ini.

Thomas mengemban amanah jabatan tersebut sejak Mei 2022. Dia mengaku tugas pentingnya ialah membawa perusahaan yang menaungi Bentoel Group itu untuk lebih financially sustainable di masa mendatang.

Berbekal pengalaman selama 10 tahun di BAT Indonesia dengan menduduki tujuh posisi berbeda, sebagai leader di perusahaannya Thomas harus mengarungi berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan dan industri rokok secara umum.

Boleh dibilang, industri rokok tergolong sunset industry, yang secara rata-rata mengalami penurunan volume bisnis 3%-5% setiap tahun. Apalagi, sejak tahun 2020 Pemerintah RI menetapkan kenaikan cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran rokok sebesar 35%. Hal ini kemudian diperparah dengan terjangan pandemi Covid-19.

“Tahun 2020 adalah tahun realisasi harus berubahnya BAT Indonesia. Maka, yang kami lakukan adalah me-reset company strategic priorities untuk melakukan financial turnaround,” kata pria lulusan Jurusan Akuntansi Universitas Indonesia ini.

Sebagai CFO, Thomas kemudian memimpin tim keuangan BAT Indonesia merancang Financial Action Plan. Langkah aksinya yaitu menerapkan strategi Combustible Value Growth dengan berfokus pada merek-merek yang profitable, me–review marketing spending agar lebih efektif, serta melakukan licensing hingga menjual beberapa merek yang dinilai idle.

Langkah lainnya ialah memasuki kategori bisnis baru, yakni produk penghantar nikotin elektrik bermerek Vuse sejak Februari 2023. “Kami terus memastikan bahwa brand yang baru ini akan profitable dan punya commercial model yang bisa scaling up dan sustain ke depannya,” kata Thomas.

Dari sisi organisasi, BAT Indonesia memilih melakukan jurus simplifikasi. Di antaranya, dengan menggunakan perusahaan distributor untuk menjual produk-produk Bentoel.

Adapun PT Bentoel Internasional Investama Tbk., sebagai anak usaha, saat ini juga sedang dalam proses menghapus pencatatan sahamnya (delisting) dari Bursa Efek Indonesia. Menurut Thomas, rencana go private ini karena perseroan sudah cukup memperoleh dukungan dari BAT Global.

Pada saat ditunjuk sebagai CFO, Thomas diminta untuk melanjutkan langkah Strategic Reset BAT Indonesia yang telah disetujui BAT Global pada awal 2021. “Saya dipercaya untuk melanjutkan dan mengeksekusi dengan baik karena perlu beberapa tahun untuk menjalankan strategi tersebut,” katanya. Agar bisa menjalankannya, ia mengakselerasi pengembangan tim keuangan.

Thomas mengaku ada dua objektif dalam tugasnya, yakni aspek bisnis dan aspek SDM (people). Pada aspek bisnis, dia ingin meninggalkan legacy yang sangat kuat untuk future sustainability BAT Indonesia. Alasannya, bisnis yang sehat akan menjadi dasar untuk akselerasi pertumbuhan ke depannya.

“Tim keuangan saya dorong untuk bisa bekerjasama secara cross function.”

Thomas Christian, CFO BAT Indonesia

Adapun dari aspek people, Thomas berupaya mengembangkan tim keuangan yang high performing dan inklusif. “Tim keuangan saya dorong untuk bisa bekerjasama secara cross function,” ujarnya. Alasannya, apabila aspek finansial lebih dekat dengan sisi bisnis, hasil yang dicapai akan lebih memuaskan.

Terkait people, ada beberapa perubahan dari sisi finance organization matrix. Saat ini fungsi-fungsi Strategy & Planning, Commercial Finance, Operations Finance, dan Corporate Finance berada di dalam struktur Finance Department BAT Indonesia.

Di samping itu, Thomas menginisiasi budaya baru di bidang keuangan BAT Indonesia, yaitu SWIM, singkatan dari “Spend Where It Matters”. Praktiknya, organisasi mesti mengalokasikan sumber daya keuangan berdasarkan dua kriteria: consumer–relevant dan berhubungan dengan Environmental, Health, and Safety (EHS).

Jika dilihat hasilnya, hingga semester I/2023, BAT Indonesia mencatatkan pertumbuhan revenue 27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi senilai Rp 4,3 triliun. Adapun gross margin tumbuh signifikan 72% sebesar Rp 800 miliar dan net profit naik 154% sebesar Rp 41 miliar. “Hasil dari strategi yang kami jalankan ini mulai terasa di tahun 2023 ini,” kata pria 42 tahun ini.

Thomas punya pendapat bahwa seorang CFO harus bisa melihat peluang bersama dengan unit-unit bisnis. “Kolaborasi dengan departemen lain itu sangat penting,” ujarnya.

Baginya, CFO itu mestinya bukan cuma diartikan sebagai chief financial officer. Namun, lebih banyak sebagai chief future officer yang menentukan strategi perusahaan ke depan mau ke mana.

“CFO harus bisa melihat jauh lebih ke depan, baik dalam konteks midterm maupun longterm agar bisa memberikan sustainable business progress,” katanya. (*)

Jeihan K. Barlian

www.swa.co.id

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag