Pertamina Corporate University, Siapkan SDM dalam Rangka Menjadi Perusahaan Energi Global | SWA.co.id

Pertamina Corporate University, Siapkan SDM dalam Rangka Menjadi Perusahaan Energi Global

Baskara Agung Wibawa, VP Pertamina Corporate University.
Baskara Agung Wibawa, VP Pertamina Corporate University.

Pertamina Corporate University (PCU) memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan. PCU juga berperan aktif dalam membangun dan menyiapkan SDM Pertamina dalam menghadapi bisnis ke depan.

Ada beberapa latar belakang sehingga PCU membuat program learning. Pertama, terkait aspirasi Pertamina yang ingin menjadi perusahaan energi global dan Top 100 Fortune, dengan market value mencapai US$ 100 miliar pada 2025.

Untuk mencapainya, perlu dilakukan efektivitas dalam bisnis agar lebih lincah dan fokus. Salah satu cara yang ditempuh, merestrukturisasi holding dan subholding pada 2020. Sebagai informasi, saat ini Pertamina mempunyai enam subholding, yang paling akhir dibentuk adalah subholding Power New and Renewable Energy (PNRE), yang bertugas menjalankan bisnis energi baru dan terbarukan di Pertamina.

Latar belakang kedua, puncak produksi energi fosil hanya akan mencapai sampai 2030 dan setelah itu diprediksi akan menurun. Sementara itu, energi baru dan terbarukan akan terus naik, baik produksi maupun permintaannya.

Latar belakang ketiga, grand strategi energi nasional yang menargetkan energi baru terbarukan dari 23% di 2025 menjadi 30% di 2050.

“Berdasarkan ketiga hal di atas, kami melihat bahwa ini merupakan salah satu peluang bisnis yang sangat besar sehingga kami dari PCU harus mengambil peran yang strategis dalam menyiapkan talent untuk menyambut peluang bisnis tersebut,” kata Baskara Agung Wibawa, VP Pertamina Corporate University.

Ada sejumlah program yang dijalankan PCU sejak 2022. Pertama, support energy transtition, yang dibagi menjadi tiga program, yaitu New Renewable Energy (NRE) Champion, Academy at subholding PNRE, serta On-the-Job Development Pertamina dan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Penjelasannya, program NRE Champion disiapkan untuk karyawan Pertamina agar lebih memahami teknologi dan bisnis energi baru dan terbarukan. Program ini didesain menjadi tiga level. Level 1, bentuknya webinar series yang memperkenalkan basic knowledge dari NRE, teknologi, komersialisasi, dan kebijakan-kebijakan terkait.

Kemudian, level 2, memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai 11 sumber energi baru dan terbarukan. Di antaranya, energi hydrogen, geothermal, dan EV battery (baterai kendaraan listrik). Lalu, di level 3, lebih diperdalam lagi, yaitu mengenai sumber-sumber NRE dan persiapan untuk masuk ke program On-the-Job Development.

Berikutnya, program Academy at subholding PNRE. Pada program ini, PCU berkolaborasi dengan Pertamina holding. Program ini berfokus pada pengembangan para pemimpin proyek.

Metodenya, antara lain, melalui project exposure, dengan memberikan assignment di dalam proyek-proyek PNRE. Lalu, ada coaching, expert mentoring, dan networking assignment. “Stream development dalam program ini berfokus pada tiga hal, yaitu project management, commercial skill, dan leadership skill,” kata Baskara.

Program selanjutnya, On-the-Job Development atau OJD Pertamina-TMMIN. Program ini dibuat untuk menanggapi pertumbuhan kendaraan listrik yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir sehingga dipilihlah program kerjasama antara Pertamina dan Toyota. “Kenapa memilih TMMIN? Karena, mereka adalah pemain otomotif terbesar di Indonesia dan telah menjalankan bisnis baterai kendaraan listrik,” Baskara menjelaskan.

Program ini telah diikuti 10 tenaga kerja terpilih dari Grup Pertamina. Mereka dipilih melalui seleksi yang cukup ketat dan siap menjalankan EV battery. Durasi program ini dilakukan selama satu tahun. Adapun lokasinya di Toyota Indonesia, dan kemudian di akhir program peserta diberangkatkan ke Toyota di Jepang.

“Pertamina Corporate University (PCU) punya peran aktif dalam men-develop dan menyiapkan SDM Pertamina dalam menghadapi bisnis ke depan.”

Baskara Agung Wibawa, VP Pertamina Corporate University

Kemudian, setiap tiga bulan para peserta melakukan presentasi hasil belajarnya dan diakhiri dengan presentasi di hadapan BOD dan komisaris Pertamina. Hasil dari presentasi ini diapreasi oleh Komisaris Pertamina sehingga program ini diharapkan tetap berjalan di 2023. 

Kedua, develop competent leaders, yang dilakukan melalui Chief Financial Officer (CFO) Academy dan Develop Competent Leaders, yaitu Program Wawasan Kebangsaan Bela Negara.

Salah satu poin keberlangsungan perusahaan adalah bagaimana mengelola keuangan yang tepat efektif. Atas dasar tersebut, program CFO Academy dipilih dengan tujuan menyiapkan next gen CFO untuk grup Pertamina, baik di holding maupun di subholding.

Program ini telah diikuti 31 peserta untuk level middle (manajer ke atas). Topik pembelajaran yang menjadi fokus program ini adalah leadership, professional finance, dan technical finance. Pada akhir program, setiap peserta diwajibkan membuat action learning project yang berfokus pada bagaimana perusahaan ini mencapai aspirasi Pertamina pada 2025.

Adapun Program Wawasan Kebangsaan Bela Negara merupakan kerjasama antara Pertamina dan TNI di Akademi Militer, Magelang.

Tujuannya, pertama, meningkatkan jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI. Kedua, meningkatkan wawasan dan skill dasar bela negara untuk menjaga keamanan Pertamina sebagai aset vital negara. Ketiga, memperkuat peran pekerja terhadap kemajuan dan bisnis perusahaan. Keempat, sebagai antisipasi terhadap bahaya radikalisme dan intoleransi antarsesama komponen bangsa.

Program ini diikuti seluruh level, mulai dari staf hingga level V, dan ada evaluasi dari atasan masing-masing. Feedback dari atasan, ada perubahan yang cukup signifikan dari karyawan yang telah ikut program ini. (*)

Dede Suryadi dan Arie Liliyah

www.swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)