Techconnect, Cetak SDM Unggul Berbasis Teknologi | SWA.co.id

Techconnect, Cetak SDM Unggul Berbasis Teknologi

Paulus Swasono Satyo Nugroho, Chief of Human Resources Officer Techconnect.
Paulus Swasono Satyo Nugroho, Chief of Human Resources Officer Techconnect.

Sebagai perusahaan yang memiliki visi menjadi grup bisnis berbasis teknologi terkemuka di dunia yang berfokus pada sumber daya energi dan jasa keuangan, Techconnect sangat serius dalam urusan HR. Maklum, seperti diutarakan Paulus Swasono Satyo Nugroho, Chief of Human Resources Officer Techconnect, pihaknya punya ambisi besar. Apa saja?

Sejak 2018, Techconnect (rebranding dari Sinar Mas Mining) yang telah memiliki sekitar 40 entitas usaha punya target memiliki lebih dari ratusan entitas unit bisnis yang tersebar di berbagai penjuru dunia pada tahun 2026, dengan revenue mencapai US$ 20 miliar. Luar biasa, bukan? Jelas, tanpa pengelolaan SDM yang mumpuni, target tersebut akan sulit dicapai.

Karena ekspansi besar-besaran, di sisi hulu, pada aspek Employer Branding & Talent Acquisition, Techconnect menyiapkannya sebaik mungkin. Untuk merekrut talenta kelas dunia, mereka melakukan aktivasi berupa out of the box talent attraction, seperti Olympic Talent Hack dan State of the Art Digital Talent Factory yang dinamakan Sinarmas Quantum Engine (S-Quantum Engine).

“Begitu para talent menjadi karyawan, kami memberikan bimbingan dengan para mentor profesional, tools, dan support, disertai proyek-proyek untuk memperbesar dan memperkaya kapabilitas dan jangkauan mereka sendiri,” kata Paulus.

Kepada publik, terutama pencari kerja, Paulus menjelaskan bahwa kalau ada yang bertanya mengapa memilih Techconnect, mereka menawarkan satu alasan kuat. “Karena kami merekrut untuk masa depan, bukan hanya untuk mengisi kekosongan dalam struktur organisasi. Kami menawarkan skema kompensasi total, exposure lintas fungsional, lintasan karier yang unik (intrapreneurship), serta secara keseluruhan memberikan peluang tak tertandingi bagi karyawan,” dia menandaskan. Dan hasilnya tak mengecewakan. New high flyers talent terus bergabung.

Bergerak ke dalam, Techconnect juga sangat serius serta sistematis pada sisi Reward Management and Talent Retention Strategy. Paulus mengatakan, Techconnect membuat strategi yang simpel untuk mengaplikasikan reward di setiap unit bisnis. Ada tiga strategi yang digunakan: market leader, personalized, dan intrapreneurship. Strategi ini diimplementasikan dalam empat kuadran: dari sisi competitive pay, career journey, well-being, dan meritocracy environment.

Outcome yang diharapkan adalah Techconnect mencetak karyawan yang unggul, profesional, dan mengetahui bisnis, baik dari sisi perusahaan yang ditempatinya maupun bisnis yang ada di grup. “Kami mempersiapkan seluruh talent dengan sistem reward yang berkelanjutan. Kami meyakini reputasi brand merupakan alasan terbesar bagi karyawan untuk bergabung dan bertahan di perusahaan,” Paulus menegaskan.

Sebagai perusahaan yang ekspansif dan bergerak secara global, Techconnect terus memperhatikan talent mobility dalam grupnya. Ada 5% talenta yang menjadi perhatian khusus HR. Mereka terus di-grooming, dipantau kariernya, dipetakan, dan dimobilisasi ke berbagai bisnis unit, terutama yang baru diakuisisi atau dikembangkan. Mereka juga dikirim ke luar negeri mengingat bisnis Techconnect juga berlokasi di mancanegara, di antaranya Australia dan Singapura.

Jadi, untuk talent management, diterapkan model dua arah. Pertama, dari perusahaan: dilakukan pemetaan dan penempatan ke unit bisnis. Kedua, bottom-up: ada internal job posting sehingga setiap karyawan dapat apply yang membuat aspirasinya terlihat oleh manajemen.

Yang menarik, penggunaan teknologi digital dalam urusan HR terbilang sangat maju di Techconnect. Tak mengherankan, di sisi HR Digitization and People Analytics, mereka terbilang unggul. Bentuknya?

Karena percaya teknologi akan didominasi artificial intelligence (AI) serta automation dan machine learning, mereka mengintegrasikan sistem-sistem HR yang sudah dibangun dengan menambahkan teknologi AI terapan. Contohnya, migrasi dari learning management system menjadi learning experience platform. Dengan teknologi AI dan automation, mereka mengustomisasi apa yang diperlukan karyawan.

“AI juga membantu kami melakukan kurasi terhadap materi yang relevan dengan bisnis kami yang beragam. Kami juga menambahkan fungsi gamification dan leaderboard agar proses learning transformation dari task worker ke knowledge worker menjadi lebih smooth,” Paulus menjelaskan.

Bahkan, teknologi AI pun digunakan untuk talent hacking. Mulai dari proses awal melihat latar belakang kandidat hingga mencocokkan dengan job profiling, semuanya menggunakan AI. Ada pula video analytics dengan AI untuk wawancara awal sehingga bisa mengurangi beban tim hiring.

Intinya, kata Paulus, Techconnect terus melakukan terobosan agar bisa mencetak SDM unggul sebagai pilar bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. (*)


Yang Dilakukan Techconnect

Employer Branding & Talent Acquisition

  • Menjalankan out of the box talent attraction untuk merekrut talenta kelas dunia
  • Memberikan mentor, tools, support, dan proyek kepada talenta
  • Kepada talenta, menawarkan proposisi: direkrut untuk masa depan

Reward Management and Talent Retention Strategy

  • Menerapkan sistem reward berkelanjutan
  • HR memperhatikan 5% talenta secara khusus; mereka di-grooming, dipantau, dipetakan, dan dimobilisasi ke berbagai bisnis unit, termasuk ke mancanegara

HR Digitization and People Analytics

  • Melakukan integrasi sistem HR dengan menambahkan teknologi AI terapan
  • Menggunakan AI untuk kurasi materi learning development dan talent hacking
  • Memakai gamification dan leaderboard agar learning transformation dari task worker ke knowledge worker menjadi lebih smooth


Teguh S. Pambudi dan Vina Anggita

www.swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)