Lishia Erza, “Leader Harus Menjadi Mercusuar bagi Stakeholder”

Lishia Erza, CEO PT ASYX Indonesia.
Lishia Erza, CEO PT ASYX Indonesia.

Bergabung dengan ASYX sejak 2018, Lishia Erza sangat tertantang dengan model bisnis perusahaan tempatnya bekerja yang banyak membantu kalangan UKM di Indonesia. Sejak Agustus 2019 Lishia dipercaya sebagai CEO PT ASYX Indonesia setelah sebelumnya sempat berkarier di beberapa perusahaan di Hong Kong, Eropa, dan Singapura.

ASYX merupakan perusahaan layanan keuangan dan kolaborasi rantai pasok, yang menghubungkan pembeli, penjual, pemasok, distributor, dan lembaga keuangan. Melalui teknologi berbasis web, ASYX memfasilitasi pelanggannya hingga memungkinkan pembayaran awal ke pemasok, pembayaran terlambat (late payment) ke distributor pembeli korporat, dan anjak piutang (factoring) ke perusahaan besar. ASYX mengkhususkan diri dalam mendigitalkan rantai pasok berbasis lahan, khususnya FMCG dan bisnis pertanian.

Di masa pandemi, perusahaan ini juga menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari harus mengganti mode operasi dari yang WFO menjadi WFH 100%, mempelancar procurement di di tengah banyak kendala, hingga tantangan dari beberapa klien yang mengalami masalah arus kas sehingga pembayaran terhadap jasa ASYX menjadi terhambat.

Ketika pertama masuk ke ASYX, Lishia juga mewarisi kondisi perusahaan yang sulit bernapas karena terbebani banyak utang. Hingga kemudian, ia pun membantu melakukan turnaround.

“Selama pandemi, kami tidak melepaskan satu pun karyawan. Kami memastikan setiap karyawan mendapatkan dukungan kebutuhan hidup dan semua menjadi biaya tambahan untuk protokol kesehatan yang baik, apalagi ketika kami harus berada di lokasi operasi klien industri esensial,” kata peraih gelar MA di bidang Social & Global Justice dari University of Nottingham (UK) ini.

Lishia memimpin timnya untuk tidak panik melihat tantangan yang ada. “Menjadi leader adalah juga menjadi mercusuar bagi semua stakeholder di saat kondisi tidak menentu dan tidak banyak visibilitas data untuk membuat keputusan. Yang pertama saya lakukan adalah menerapkan foresight sebagai metode untuk membuat keputusan bersama dengan tim senior saya di semua operasi di berbagai negara dan kota di mana ASYX ada,” Lishia menjelaskan.

Dalam hal ini, menjalankan komunikasi terbuka dengan karyawan dan menunjukkan empati menjadi salah satu kunci leadership penting di masa sulit. “Saya dan tim senior melakukan beberapa stress testing melalui skenario-skenario, karena jenis usaha seperti ASYX bukan hanya berdampak pada perusahaan sendiri, tapi akan berdampak kepada operasional klien-klien kami,” katanya. Dalam masa krisis akibat pandemi, peran CEO sebagai pemimpin menjadi lebih esensial daripada biasanya untuk menavigasi seluruh perusahaan melewati masa yang berat ini.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)