Donasikan Plasma Konvalesen Anda untuk Kesembuhan Pasien Kritis Covid-19

Sekjen PMI Sudirman Said
Sekjen PMI Sudirman Said.

Pada 18 Januari 2021 Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin secara resmi mencanangkan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen. Gerakan ini dimaksudkan untuk menggugah hati dan memotivasi para penyintas Covid-19 agar secara sukarela mendonasikan plasmanya kepada pasien Covid-19 yang sedang dirawat di rumah sakit.

Transfusi plasma konvalesen merupakan salah satu terapi tambahan untuk mengobati pasien Covid-19 dengan tingkat gejala berat hingga kritis. Menurut Sekjen PMI Sudirman Said, hingga akhir Desember 2020 PMI telah memberikan donasi darah kepada 2.100 pasien. Terapi plasma konvalesen --yang merupakan transfusi antigen dari penyintas Covid-19 kepada pasien Covid-19 ini-- terbukti manjur. Menurut Sudirman, tingkat kesembuhan pasien Covid-10 yang mendapatkan donasi plasma konvalesen mencapai 95%.

Sayangnya, meski tingkat keberhasilannya cukup tinggi dan di sisi lain minat pasien Covid-19 untuk mendapatkan donasi plasma konvalesen sampai antre, tingkat ketersediaan plasma konvalesen di Unit Donor Darah PMI sangat minim. Sebab, plasma yang diperoleh dari donor akan langsung didistribusikan ke rumah sakit yang memerlukan. Artis penyanyi Andien, misalnya, harus bergerilya lewat unggahan di Instagram untuk mendapatkan donasi plasma konvalesen buat sang ayah yang terpapar Covid-19. Upayanya berhasil setelah unggahannya ikut diviralkan oleh sejumlah artis lain.

Persoalannya mungkin bukan karena minat penyintas Covid-19 untuk mendonasikan plasmanya rendah. Namun, bisa jadi karena belum adanya sosialisasi yang masif terkait hal ini. Untuk itulah, Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen digaungkan. Dalam gerakan ini tampak sejumlah pejabat tinggi, sebut saja Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur DKI Anies Baswedan, ikut menjadi donor. Ajakan menjadi donor juga digaungkan oleh sejumlah pejabat dan kepala daerah, seperti Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Aksi nyata juga diperlihatkan sejumlah perusahaan yang berperan sebagai penyelenggara aksi donor darah, misalnya Pelindo III yang menghimpun sekitar 250 penyintas Covid-19 dari karyawan dan masyarakat Surabaya untuk mendonasikan plasma konvalesen pada 22 Januari lalu. Masih di Surabaya, sebanyak 335 prajurit Kodam V Brawijaya yang telah sembuh dari Covid-19 juga mendonasikan plasmanya lewat Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya, yang juga menjadi salah satu tempat isolasi bagi penderita Covid-19 yang bergejala ringan hingga sedang.

Sudirman Said mengatakan, saat ini PMI memiliki 64 alat yang bisa melakukan pengambilan plasma konvalesen yang tersebar di 31 Unit Donor Darah. Dengan adanya gerakan nasional ini, PMI berharap dapat menampung 1.000 donor per bulan agar kebutuhan secara nasional dapat tertutupi. Menurut Sudirman, jumlah itu bisa tercapai jika 20% saja pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 tergerak dan lolos screening untuk mendonasikan plasmanya.

Tak semua penyintas Covid-19 boleh menjadi donor. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya:

  1. Usia 18-60 tahun
  2. Berat badan minimal 55 kg
  3. Dinyatakan sembuh dari Covid- 19 dengan dua kali swab negatif
  4. Titer antibodi minimal 1/160
  5. Saat mau diambil plasmanya, hasil swab-nya harus negatif
  6. Laki-laki atau wanita yang belum pernah hamil dan melahirkan.

Bagi para penyintas Covid-19, mari bergabung sebagai donor plasma konvalesen untuk membantu kesembuhan pasien Covid-19 bergejala berat hingga kritis yang kini berbaring di rumah sakit. (*)

www.swa.co,id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)