Erha Clinic, Optimalkan Penjualan di Platform Digital

Alfons Sindupranata, CEO Derma Global Ventura (holding company Erha Clinic).

Erha Clinic memprediksi perubahan perilaku konsumen akan terjadi setelah pandemi corona (Covid-19) ini berakhir. Antara lain, kesadaran konsumen semakin meningkat untuk menjalankan gaya hidup sehat dan bersih, serta perilaku belanja konsumen di platform digital yang semakin dominan daripada berbelanja di toko konvensional. Beberapa perilaku dan minat konsumen tersebut memengaruhi strategi bisnis Erha Clinic yang menggarap bisnis klinik perawatan kulit.

Hal ini diungkapkan Alfons Sindupranata, CEO Derma Global Ventura (holding company Erha Clinic). Mengeni dampak pandemi virus corona terhadap laju bisnis Erha Clinic, Alfons mengatakan, “Seperti sebagian besar bisnis di Indonesia, bisnis Erha Clinic terdampak pandemi Covid-19. Penurunan pendapatan pasti terjadi di bisnis kami yang mengandalkan jaringan offline untuk memasarkan produk dan jasa di jaringan klinik Erha Clinic dan produk yang dipasarkan melalui jaringan ritel.”

Untuk meminimalkan penyusutan bisnis di masa krisis kesehatan ini, manajemen Erha Clinic mengoptimalkan pemasaran digital di erhastore.co.id (toko online milik Erha Clinic) dan official store di marketplace. Harga produk perawatan kulit dan rambut yang terpajang di situs Erhastore beragam, dari Rp 200-an ribu hingga Rp 500-an ribu per paket atau unit. Itu pun harganya dipotong dari harga normal lantaran Erha Clinic menawarkan program promosi.

Klinik ini juga menyediakan layanan ERHA.DNA yang memadukan teknologi artificial intelligence (AI) dengan perawatan kulit sehingga memungkinkan pelanggannya mendapatkan produk perawatan kulit yang terpersonalisasi. “Termasuk di dalamnya (ERHA.DNA) menggunakan platform digital dalam memberikan solusi kepada konsumen, mendapatkan dampak bisnis positif,” katanya.

Penjualan di seluruh kanal digital itu, menurut Alfons, menopang pertumbuhan penjualan produk Erha Clinic. Inilah bagian dari strategi bisnis Erha Clinic untuk bertahan menghadapi turbulensi bisnis. Alfons menyampaikan, sumber pendapatan perusahaannya berasal dari jasa layanan perawatan kulit dan konsultasi dokter serta produk-produk solusi untuk perawatan kulit dan rambut di jaringan klinik perusahaan. “Produk ini juga bisa diperoleh di toko-toko ritel dan toko online kami, serta marketplace,” ujarnya.

Strategi bisnis Erha Clinic di masa pandemi Covid-19 ini mencakup seluruh aspek bisnis. Di antaranya, fokus mengoptimalisasi layanan jasa dan produk yang higienitasnya terjamin, mengomunikasikan kepada konsumen produk-produk yang membantu meningkatkan imunitas dan kesehatan tubuh, serta menyebar informasi penjualan di toko online.

Langkah berikutnya, Erha Clinic baru-baru ini mengkreasikan inovasi layanan perawatan kulit di rumah (home service) dan drive thru service, serta memperluas jaringan pemasaran digital di beragam toko online. Layanan teledermatologi besutan Erha Clinic, misalnya, memudahkan pelanggan berkonsultasi dengan dokter tanpa perlu ke luar rumah.

Pembelian produk di home delivery merupakan layanan obat atau produk lainnya melalui contact center dan website. Adapun layanan drive thru yang diberi tajuk #dimobilaja menyodorkan layanan perawatan dan pemesanan produk di mobil pada masa social distancing dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). ”Tentunya, kami sudah menyiapkan langkah-langkah baru, termasuk arah bisnis perusahaan, agar kami bisa cepat dalam meningkatkan kinerja bisnis perusahaan pada saat keadaan kembali normal,” imbuh Alfons.

Untuk memuluskan strategi dan inovasi terbaru itu, Erha Clinic ditopang pegawai yang kompeten. Manajemen dan pegawai sudah saling memahami visi dan ambisi perusahaan menghadapi dampak bisnis di masa ini sehingga perusahaan melakukan beberapa penyesuaian organisasi yang mengutamakan produktivitas. (*)

Andi Hana Mufidah Elmirasari & Vicky Rachman

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)