Irwan Hidayat, Tetap Waspada Meminimalkan Dampak Corona

Irwan Hidayat Presiden Direktur PT Sido Muncul

Dampak pandemiCovid-19 (virus corona) di Indonesia meluas. Tak hanya dampak penularan yang agresif, melainkan juga dampak pada ekonomi yang cukup serius. Aktivitas ekonomi menurun dan daya beli masyarakat melemah, sehingga kebanyakan penjualan pun terjun bebas.

Banyak usaha bangkrut karena tidak ada pemasukan. Kalaupun ada, sangat kecil. Driver taksi dan ojek online, juga perusahaan jasa (tempat hiburan, spa, salon, restoran, toko, dll.) termasuk yang terkena dampak Covid-19.

Sebagai pengusaha jamu, menghadapi situasi sekarang sebenarnya kami relatif aman. Justrukebutuhan akan herbal/jamu meningkat. Dan, produk kami tidak ada kaitannya dengan dolar. Hal itu karena bahan bakunya asli dari Indonesia. Distribusi juga tidak memiliki masalah.

Tapi, sekali lagi, kami tidak bisa memprediksi pandemi Covid-19 ini akan berapa lama. Pengalaman dari China, membutuhkan waktu kurang-lebih 2-3 bulan untuk berangsur membaik. Hal ini tergantung pada cara penerapan dan kepatuhan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Untuk perusahaan herbal/jamu, meskipun kebutuhan masyarakat meningkat,kalau daya beli menurun, juga tidak menggembirakan.

Maka, kami harustetap waspada. Kamiharus dapat meminimalkan dampak krisis inipada karyawan. Kami harus melakukan pengawasan ketat agar karyawan tetap produktif dan menerapkan aturan pemerintah. Misalnya, menerapkan social distancing, melakukan sanitasi, dan semua upaya untuk menjaga kesehatan.

Kami harus menjaga agar karyawan tetap sehat dan tetap bisa produksi untuk bisa men-supply kebutuhan masyarakat akan obat-obat herbal untuk menjaga daya tahan tubuh. Permintaan yang tinggi mengharuskan kami mengatur dan menerapkan segala upaya untuk menjaga kesehatan karyawan. Sebagian karyawan di bagian pemasaran, humas, HR, dan bagian lainnya sudah mulai berkerja dari rumah.

Kami pun sudah menganggarkan dana sekitar Rp 5 miliar untuk membantu masyarakat yang tidak mampu, yang kehilangan pekerjaan dengan melakukan social participating. Kami juga membantu tenaga medis dengan memberikan alat-alat kesehatan.

Untuk semua itu, kami mengoptimalkan teknologi informasi (TI) guna melancarkan operasional, meningkatkan efisiensi, dan meningkatkan layanan pelanggan. Kami menggunakan TI terbaik sehingga dapat mengontrol segala aktivitas, termasuk proses produksi berbasis 4.0 yang menggunakan mesin automation. Kami bisa mengetahui segala data produksi, pengeluaran, dll. sehingga dapat menerapkan efektivitas dan efisiensi. (*)

Arie Liliyah dan Dede Suryadi

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)