Adrian Riyadi, Beri Penyegaran untuk Piero

Adrian Riyadi , Direktur PT Prestasi Retail Innovation

Jalan hidup memang sering tak bisa diprediksi. Setelah lulus kuliah di Academy of Art University San Francisco, Amerika Serikat, tahun 2007, Adrian Riyadi dipanggil sang ayah, Harijanto. Adrian diminta membantu perusahaan keluarga yang tengah didera banyak persoalan. Perusahaan mereka yang memproduksi sepatu Piero memang sudah beberapa tahun dililit masalah.

Adrian sempat menolak permintaan tersebut. “Seperti orang tua lainnya, Ayah ingin saya meneruskan. Sejujurnya saat itu bukan pilihan ideal bagi saya,” katanya mengenang. Namun, akhirnya dia sepakat dan bergabung ke bagian komunikasi pemasaran, sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Dengan cermat dia mempelajari produk, perencanaan produksi, desain, sampai pengembangan. Dia juga memikirkan strategi kampanye produk setiap musimnya. Bahkan seiring waktu, dia bukan hanya sekadar membantu, tetapi terlibat kian dalam. Divisi lain pun ditanganinya.

Setelah banyak terlibat, Adrian memandang bahwa kegiatan promosi Piero kurang menggigit. Kemudian, dia membuat strategi rebranding dan relaunching produk. Menurutnya, Piero perlu terjun ke modern market, setelah sebelumnya hanya dijual di pasar tradisional. “Kalau mau dijual di mal, pilihannya adalah masuk ke department store. Kami memutuskan mengapa tidak membuat gerai sendiri saja,” katanya.

Atas dasar itu, akhirnya pada 2013, Adrian mendirikan Fisik Sport dan Fisik Football di bawah bendera PT Prestasi Retail Innovation. Brand toko ritel tersebut menjual Piero dan Specs didampingi merek lain seperti Adidas, Nike, Bodyvine, Mitre, Puma, dan Mizuno. Hasilnya?

Penjualan terus meningkat. Sampai saat ini Fisik Sport telah memiliki 30 cabang yang tersebar di berbagai mal di seluruh Indonesia. Tak berhenti di situ, Adrian juga melihat peluang lain untuk mengembangkan perusahaan. Tahun 2016 dia menciptakan lagi brand store baru, yakni Our Daily Dose. Dia mencermati bahwa lima tahun belakangan, merek seperti Nike dan Adidas di Indonesia hanya dikenal sebagai sepatu sport, padahal merek tersebut juga memiliki sepatu fashion yang laris di negara-negara lain. “Mungkin saat itu belum ada yang melihat opportunity untuk kategori fashion. Maka, kami mencoba mengembangkan konsep ini, sporty dan lifestyle, agar kami memiliki toko yang qualified untuk membawa barang-barang ini,” katanya menjelaskan.

Alhasil, berbagai segmen pasar pun terjamah. Our Daily Dose untuk segmen premium dengan kisaran harga Rp 1,5 juta-4 juta. Sementara Fisik Sport untuk entry level, dengan kisaran harga Rp 300 ribu-1 juta, dan Fisik Football dikhususkan untuk barang terkait sepak bola dengan kisaran harga Rp 3 juta-4 juta. Kini sudah ada 13 cabang Our Daily Dose di Jakarta, Surabaya, dan Bali.

Sebagai Direktur PT Prestasi Retail Innovation, Adrian bertugas memastikan pertumbuhan perusahaan, target penjualan, serta laba bersih tercapai. Menurutnya, tantangan terberat dalam ritel adalah biaya sewa tempat, inventory, dan pemasaran. “Di sisi marketing, harus tetap relevan, up to date dengan situasi market sekarang. Product section harus terjaga, barang yang kami pilih harus cocok dengan pasar masing-masing,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, pertumbuhan penjualannya di sektor football dan lifestyle sangat baik dalam dua tahun belakangan. “Karena kami masih expanding, jadi jumlah pertumbuhan masih besar, sekitar 85 persen, secara keseluruhan ritel dari tahun 2017 ke 2018. Namun, jika dikomparasikan antara store yang genap setahun dengan genap setahun lainnya, sekitar 25 persen,” ungkapnya.

Tahun ini, Adrian mencoba menerapkan strategi omni-channel online to offline, agar konsumen bisa pickup in store. Dia sadar bahwa saat ini pemberian experience kepada pengunjung merupakan daya tarik, dan penggunaan teknologi bisa mendukung hal tersebut. Alhasil, dalam waktu dekat dia akan menambahkan elemen digital seperti touch screen display atau visual merchandising yang lebih interaktif dengan konsumen secara digital dengan menggunakan tablet atau augmented reality. “Target berikutnya juga, kami akan membuka 15 toko dengan target pertumbuhan sebesar 30%,” dia menambahkan.

Pada akhirnya, hidup Adrian memang untuk perusahaan keluarganya. Dia tercebur kian dalam. Dia menyadari hal tersebut memang sudah menjadi garis seorang generasi penerus dalam sebuah perusahaan keluarga.

Yang pasti, pengalaman dan nilai-nilai yang diberikan ayahnya turut membentuk sikapnya dalam meniti karier. Profesionalitas ayahnya menjadi teladan baginya, terutama terkait integritas, sense of detail, dan sikap pantang menyerah. “Pelajaran yang benar-benar saya ingat dari beliau, bahwa dalam bisnis, untung dan rugi adalah hal yang wajar. Yang perlu dipahami adalah bagaimana ketika kita menghadapinya, bangkit dan keluar dari permasalahan,” katanya. (*)

Yosa Maulana dan Anastasia Anggoro Suksmonowati

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)