Nico Purnomo Po, Dapatkan Kepercayaan Membesarkan Pollux

Nico Purnomo Po (Presiden Direktur Pollux Properties Group), bersama Po Sun Kok (ayah) dan Luciana Po (ibu)

Perkenalan Nico Purnomo Po dengan dunia bisnis dimulai saat dia masih duduk di bangku sekolah dasar. Ayahnya, Po Sun Kok, pendiri Pollux Properties Group, mengajak Nico ke pabrik untuk belajar ketika libur sekolah. Ketika itu, bisnis orang tuanya di bidang garmen. Dari situlah, ia dididik bagaimana menghadapi karyawan, bagaimana belajar teknik menjahit, juga bagaimana menghadapi pembeli dari luar negeri karena produk garmen perusahaan ayahnya itu juga diekspor.

Jadi, dari SD saya sudah cukup terbiasa dengan dunia usaha, melihat Bapak dan Ibu bekerja keras, anak-anaknya juga sekarang bekerja keras. Saya juga sering diajak ke Singapura, Hong Kong, untuk bertemu buyer, supplier, maupun karyawan,” kata Nico mengenang.

Pak Po (panggilan akrab Po Sun Kok), menurut Nico, punya prinsip, mendidik agar muncul jiwa entrepreneurship itu dari SD. Tujuannya, supaya si anak tidak canggung, dan setelah lulus universitas, bisa dengan cepat bersinergi membantu operasional perusahaan keluarga. Maka, pada 2005, setelah lulus kuliah dari Jurusan Ilmu KomputerNational University of Singapore, ia diberi tugas menangani renovasi properti di Singapura yang dibeli Pollux sampai tersewa.

Saya diberi tugas untuk mengelola semua proyek yang ada di sana, melakukan investasi, pembangunan, dan pengembangan real estate. Di negara tersebut, kami bertindak sebagai developer. Kami membeli tanah, melakukan pembangunan, dan menjual unit-unit apartemen,” tutur Nico. Selain apartemen (termasuk service apartment), Pollux juga membangun gedung perkantoran, pusat belanja, hotel, resor, dan belakangan juga rumah sakit.

Di Singapura? Ya, Pollux Properties Group memang punya perusahaan di Negeri Jiran ini, yakni Pollux Properties Singapore, yang lebih fokus mengerjakan proyek properti di sana. Perusahaan ini bermarkas di 391A Orchard Road #08-07 Ngee Ann City. Kemudian, Nico mengembangkan PT Pollux Investasi Internasional yang fokus investasinya untuk pendapatan jangka panjang, misalnya membangun pusat belanja, hotel, dan resor.

Setelah itu, ia mendirikan PT Pollux Properti Indonesia yang fokus mengembangkan properti di Tanah Air. “Jadi, Pollux Properti Indonesia ini sebagai developer, yang mayoritas proyeknya adalah pembangunan apartemen dan gedung perkantoran yang dijual ke masyarakat,” kata Nico, yang dipercaya sebagai Presiden Direktur Pollux Properties Group.

Nico adalah anak bungsu Po Sun Kok. Ia memiliki dua kakak. Kakak pertama laki-laki bernama William Po, yang mengurus properti yang khusus investasi sendiri di bawah Noble House, dan ada portofolio lain yang akan dikembangkan. “Jadi, dia difokuskan untuk mengembangkan Noble Property Group.” Kakak kedua, perempuan bernama Dewi Po. Tugas utamanya di manufacturing, di bawah bendera Golden Flower Group.

Yang ketiga, saya, yang mengembangkan Pollux Group. Kami punya tanggung jawab yang berbeda-beda,” Nico menegaskan. Po Sun Kok pun mengaku tidak membeda-bedakan anak, semuanya dibesarkan lewat momongan-nya. Dan kini, katanya, mereka juga sudah punya tanggung jawab masing-masing.

Sebagai orang tua, Pak Po telah menanamkan nilai-nilai dalam keluarga (family values). Menurutnya, ada delapan prinsip yang harus dipegang teguh keluarganya. Pertama, Xiao yang artinya berbakti. Ia menerangkan, berbakti itu memang tugas anak-anak kepada orang tua. Bila seseorang berbakti pada orang tua, berarti dia memiliki moral yang baik. “Jadi, dalam bisnis, jika kita bertemu dengan orang yang lebih tua dari kita atau lebih muda, kita harus selalu hormat,” katanya.

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)