Pengembangan Semikonduktor di Kawasan Ekonomi Khusus, Ini Kata Menko Perekonomian

Pengembangan Semikonduktor di Kawasan Ekonomi Khusus, Ini Kata Menko Perekonomian
(Kiri ke kanan) Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan materi presentasi di acara Konferensi Pers Rancangan APBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026 di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta pada Jumat (15/8/2025). Foto Nadia K. Putri/SWA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Republik Indonesia (RI), Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tertarik untuk mengembangkan industri semikonduktor di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam melanjutkan hilirisasi industri, termasuk pada sektor strategis semikonduktor.

“Target bangun di beberapa daerah, di Kawasan Ekonomi Khusus,” jelas Airlangga di sesi doorstop usai acara Konferensi Pers Rancangan APBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026 di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Airlangga menambahkan, setelah pengumuman perjanjian perdagangan melalui tarif resiprokal, Indonesia telah resmi menetapkan tarif 19% terhadap AS. Adapun komoditas strategis seperti tembaga justru dibebaskan dari tarif alias 0%, sementara nikel masih dalam proses negosiasi.

Baca juga: Tembaga Dapat Tarif 0% dari AS, Nikel Menyusul: Indonesia Masih Lanjutkan Negosiasi

Saat ini, pemerintah tengah mempersiapkan ekosistem untuk mendukung pengembangan industri semikonduktor. Selain tembaga, komoditas penting yang dimanfaatkan adalah nikel dan bauksit, yang juga menjadi fokus hilirisasi nasional.

Sebelumnya, Indonesia direncanakan akan menerima skema pendanaan dari AS untuk pengembangan hilirisasi dan semikonduktor melalui International Technology Security and Innovation Fund (ITSI Fund).

“Sebelumnya ada pembicaraan mengenai ITSI Fund, kemudian dengan pemberitaan, Trump mundur. Tapi dengan tarif, kita sudah selesai, mereka ingin berbicara lagi,” tutup Airlangga meninggalkan awak media. (*)

# Tag