OJK Mencermati Penyebab Minimnya Dapen dan Asuransi Berinvestasi di Pasar Saham

OJK  Mencermati Penyebab Minimnya Dapen dan Asuransi Berinvestasi di Pasar Saham
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar (paling kiri) menyapa awak media di acara Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026). Foto: Nadia K. Putri/SWA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan regulasi perusahaan asuransi dan dana pensiun (dapen) untuk masuk ke pasar saham telah disempurnakan. Regulasi tersebut diklaim memungkinkan asuransi dan dapen untuk berinvestasi saham.

“Sebenarnya kerangka pengaturan di perasuransian dan dana pensiun sudah disempurnakan, sehingga asuransi dan dana pensiun dapat masuk dan melakukan investasi di instrumen pasar modal,” jelas Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar kepada SWA.co.id dalam sesi tanya jawab Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026).

Mahendra menyampaikan perusahaan asuransi dan dapen dapat berinvestasi saham sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. Kontribusi perusahaan asuransi dan dapen itu diharapkan dapat meningkatkan volume dan likuiditas transaksi.

“Dan tentu dengan tetap memperhatikan risk appetite dan manajemen risiko di masing-masing perusahaan,” tegar Mahendra.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan rencana untuk menggaet perusahaan asuransi dan dapen untuk berinvestasi saham. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mencermati porsi investor institusi di Indonesia sekitar 15% hingga 20% dari jumlah total investor pasar modal 20,22 juta investor.

“Kami sedang berbicara dengan beberapa institusi dan kami berharap tahun ini institusi lokal kita bisa lebih banyak berperan,” kata Irvan kepada awak media saat doorstop di Gedung BEI, Jakarta, pada Senin pekan ini.

Meski belum melanjutkan diskusi dengan lembaga dapen dan perusahaan asuransi, tetapi Irvan mengeklaim BEI sedang berdiskusi dengan sebuah asosiasi, yang tidak dirinci oleh Irvan, serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) atau Danantara Indonesia.

Namun, Danantara Indonesia asih belum masuk ke pasar saham. Irvan berharap lembaga dana kelolaan negara (SWF) tersebut dapat masuk ke pasar saham tahun ini.

BEI mencermati peluang Danantara Indonesia masuk ke pasar saham dapat melalui dua jalur, yaitu jalur IPO anak-anak perusahaan naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kedua, melalui PT Danantara Asset Management (Persero) atau Danantara Asset Management (DAM). Sayangnya, diskusi antara BEI dan Danantara Asset Management dilakukan pada akhir tahun 2025.

Baca juga: Investor Institusi Masih Sedikit, BEI Masih Usahakan Ajak Dapen dan Asuransi Berinvestasi Saham

Dari sisi rincian investor institusi domestik dan asing, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kemarin merilis data investor sebagai pemegang saham lebih dari 5% dan di bawah 5% dari masing-masing perusahaan tercatat di BEI per 30 Desember 2025, yang terbit di laman keterbukaan informasi BEI pada 26 Januari 2026.

Melalui laporan tersebut, terdapat sejumlah emiten yang dimiliki oleh investor institusi domestik. Misalnya dari sektor keuangan-perbankan, yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI), PT Bank KB Indonesia Tbk atau KB Bank (BBKP), PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII).

Contoh lebih lanjut, BBNI menjadi emiten perbankan dengan jumlah saham beredar sebanyak 37.297.312.916 saham. Namun, investor institusi domestik menjadi pemegang saham di bawah 5%. Rinciannya, terdapat 94.405.498 saham yang dipegang perusahaan terbatas (CP), 54.728.442 saham oleh foundation (FD), perbankan institusi (IB) sebanyak 6.024.800 saham.

Selanjutnya, 2.446.321.409 saham yang dipegang peruashaan asuransi (IS), 2.599.425.325 saham dari reksa dana (MF), 811.258.255 saham oleh dana pensiun (PF), dan 160.906.026 saham dari perusahaan sekuritas (SC).

# Tag