OJK Membeberkan Rencana Terkini Robinhood (HOOD) Mengarungi Bisnis Sekuritas dan Kripto di Indonesia
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjabarkan konfirmasi atas rencana broker asal Amerika Serikat, Robinhood Markets, Inc. (HOOD) untuk masuk di pasar modal Indonesia, khususnya saham dan aset digital kripto.
Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK, Hasan Fawzi, mengatakan Robinhood mengakuisisi perusahaan sekuritas, PT Buana Capital Sekuritas (RF) dan perusahaan kripto, PT Pedagang Aset Kripto. yang diumumkan pada 8 Desember 2025.
“Mereka bahkan sudah mengarah kepada menanyakan proses pendaftaran dan persyaratan pendaftaran atas perubahan pemegang saham pengendali yang akan terjadi secara efektif, sesudah Robinhood melakukan proses akuisisi ini. Sudah sangat ke arah teknis,” jelas jelas Hasan kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, seperti ditulis SWA.co.id pada Minggu (22/2/2026).
Hasan menyebutkan proses Robinhood tersebut menunjukkan minat perusahaan global terhadap pasar saham dan kripto Indonesia. “Ini mencerminkan minat para pelaku besar global-regional, apalagi seperti Robinhood ternyata tetap mengkonfirmasi bahwa pasar kita di mata para pelaku global tersebut masih menjadi pasar yang dipandang prospektif ke depannya,” lanjut Hasan saat dijumpa di sela-sela taklimat media tentang reformasi pasar modal di Gedung BEI, pada Jumat (20/2/2026).
Hasan mencermati Robinhood akan menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) perusahaan efek, yaitu Buana Capital. Tahun lalu, Robinhood dan Buana Capital masih menunggu persetujuan OJK untuk dapat melakukan perdagangan saham dan kripto di Indonesia.
Kepala Robinhood Asia, Patrick Chan, menjabarkan rencana Robinhood di tahun pertama pasca akuisisi, yaitu sepanjang 2026 ini fokus pada pengembangan metode pembayaran, aspek kelayakan dan kepatuhan, hingga persiapan peluncuran aplikasi (onboarding).
Kemudian pada tahun pertama pasca akuisisi itu, Robinhood juga akan mengintegrasikan fiturnya, yang mencakup fitur saham dan kripto, ke dalam aplikasi khusus untuk pasar di Indonesia.
Namun, Chan enggan merincikan target jumlah nasabah di aplikasi Robinhood dan Buana Capital pada tahun 2027. Robinhood mengincar sekitar ratusan ribu pelanggan di pasar Indonesia pada tahun pertama pasca onboarding.
“Kami akan selalu menunggu sampai persetujuan OJK... Namun kami belum tahu kapan waktunya,” terang Presiden Direktur Buana Capital, Benny Hardiman Setiabrata kepada SWA.co.id pada Senin (8/12/2025). (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.