15 Perusahaan Antre IPO 2026, Sektor Hiburan Ikut Masuk

15 Perusahaan Antre IPO 2026, Sektor Hiburan Ikut Masuk
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna menjawab pertanyaan media di doorstop dalam Gedung BEI, Jakarta pada Jumat (10/4/2026). Foto Nadia K. Putri/SWA

Bursa Efek Indonesia (BEI) memperbarui daftar antrean (pipeline) calon emiten yang akan melantai di bursa (IPO) hingga 10 April 2026, yang disampaikan pada penutupan perdagangan Jumat (10/4/2026). Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline tersebut, dengan dua di antaranya berasal dari sektor barang konsumen non-primer (siklikal).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa komposisi pipeline IPO saat ini tersebar di berbagai sektor. “Dengan kondisi yang dinamis ini, kita punya 14 [perusahaan] yang sudah masuk pipeline IPO. Jadi, masih ada 13 perusahaan di berbagai sektor. Itu kan menarik, ada sektor finansial, energi, entertainment, kemudian consumer goods [barang konsumen primer]. Tersebar di berbagai sektor,” ujarnya kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta.

Dalam dokumen tertulis yang disampaikan kepada media, BEI mencatat bahwa sektor hiburan (entertainment) termasuk dalam kategori siklikal dan masuk dalam dua calon emiten IPO dari sektor tersebut.

“Sampai dengan 10 April 2026 telah tercatat 1 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp0,30 triliun. Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” jelas Nyoman dalam dokumen resmi BEI.

Secara sektoral, pipeline IPO tersebut terdiri atas tiga perusahaan dari sektor barang konsumen primer (non-siklikal), satu perusahaan energi, satu perusahaan keuangan, empat perusahaan kesehatan, dua perusahaan infrastruktur, dua perusahaan teknologi, serta dua perusahaan dari sektor siklikal.

Dari sisi skala aset, mayoritas perusahaan dalam pipeline berasal dari kategori besar, yakni memiliki aset di atas Rp250 miliar, sebanyak 11 perusahaan. Sementara itu, empat perusahaan lainnya tergolong menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

Baca juga: Antrean IPO Masih Atraktif di Semester I/2025, Apa Kata BEI dan OCBC Sekuritas?

Sebagai pembanding, saat ini terdapat sejumlah emiten terbuka di sektor hiburan yang telah tercatat di BEI, seperti PT MD Entertainment Tbk , PT Tripar Multivision Plus Tbk , dan PT MNC Digital Entertainment Tbk yang berada di papan utama. Selain itu, terdapat pula PT Verona Indah Pictures Tbk di papan pengembangan.

Di sisi ekosistem pendukung industri film, terdapat emiten jaringan bioskop seperti PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk yang tercatat di papan pengembangan, serta PT Graha Layar Prima Tbk yang saat ini berada di papan pemantauan khusus.

Baca juga: Resmi Melantai di BEI, WBSA Bakal Perluas Layanan ke Sektor Angkutan Laut

Pada hari yang sama, BEI juga mencatat satu emiten baru dari sektor logistik yang resmi melantai di bursa, yakni PT BSA Logistics Indonesia Tbk. Perseroan menawarkan 1,8 miliar saham baru atau setara dengan 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag