Jelang Merger BUMN Karya, Segini Persentase Free Float Saham PTPP, WSKT, WIKA, dan ADHI

Jelang Merger BUMN Karya, Segini Persentase Free Float Saham PTPP, WSKT, WIKA, dan ADHI
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN/COO Danantara Dony Oskaria. (Foto: Tempo/M. Faiz Zaki)

Empat emiten infrastruktur naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan posisi persentase saham beredar di publik (free float) dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) yang berakhir pada akhir April 2026.

Melansir dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 7 Mei sampai 9 Mei 2026, PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau Waskita (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbka (WIKA), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) telah menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) tersebut.

Pada akhir April 2026, PTPP memiliki persentase free float sebesar 47,15%, ADHI sebesar 35,63%, WSKT sebesar 21,71%, dan WIKA sebesar 8,96%. Dibandingkan bulan sebelumnya, free float PTPP bertahan di 47,15%, ADHI 35,63%, WSKT 21,71%, dan WIKA 8,96% pada akhir Maret 2026.

Sebelumnya, BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan batas free float minimum sebuah emiten sebesar 15%. Inisiatif ini merupakan bagian dari reformasi pasar modal, yang telah diakui oleh lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Baca juga: MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, Bakal Depak Saham Berkonsentrasi Tinggi (HSC) dari Indeks

Dari sisi jumlah investor akhir April 2026, jumlah pemegang saham dengan pemilik nomor identitas tunggal investor atau Single Investor Identification (SID) mengalami dinamika masing-masing.

Misalnya untuk PTPP, pemegang saham dengan SID bertambah 11 SID menjadi 38.884 SID pada akhir April 2026, dari sebelumnya 38.873 SID pada akhir Maret 2026. Penambahan investor juga terjadi pada emiten ADHI, yang bertambah 838 SID menjadi 44.012 SID dari 43.174 SID.

Namun, WSKT berkurang dua SID menjadi 92.242 SID pada akhir April 2026, dari sebelumnya 92.244 SID pada akhir Maret 2026. Sedangkan jumlah investor WIKA tetap bertahan 57.137 SID sejak Maret-April 2026.

Sebelumnya, pemerintah melalui Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) mengungkap, akan melakukan penggabungan usaha atau merger 7 BUMN karya, yang terdiri atas WSKT, WIKA, ADHI, PTPP, PT Hutama Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero). Tujuh perusahaan itu akan dilebur menjadi tiga perusahaan.

Melansir dari berbagai sumber, Kepala BP BUMN sekaligus Direktur Operasional Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara/Danantara Indonesia), Dony Oskaria mengungkap, merger BUMN karya akan diundur, dari sebelumnya rampung pada Juni 2026. Namun, rencana merger tersebut akan selesai pada semester II/2026.

Dony menjabarkan penyebabnya, tujuh BUMN karya tersebut perlu mengevaluasi dan menyehatkan kondisi perseroan, sebelum BP BUMN dan Danantara Indonesia melakukan merger pada paruh kedua tahun ini. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag