Penjualan Lahan di CBD PIK 2 Dorong Pendapatan PANI Jadi Rp1,1 Triliun

Penjualan Lahan di CBD PIK 2 Dorong Pendapatan PANI Jadi Rp1,1 Triliun

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal I/2026, meningkat signifikan dibandingkan Rp611 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat mencapai Rp578 miliar.

“Kinerja tersebut terutama didorong oleh kontribusi penjualan kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK 2 yang terus menunjukkan permintaan kuat dari investor strategis dan pelaku usaha, seiring dengan berkembangnya aktivitas ekonomi di dalam Kawasan,” ujar Corporate Secretary PANI, Christy Grassela, dalam Public Expose Live 2026, Kamis (11/6/2026).

Perseroan juga melanjutkan pengembangan ekosistem kawasan melalui pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung. Salah satunya adalah Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK yang telah beroperasi sebagai pusat kegiatan meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE). Menurut perusahaan, berbagai agenda nasional dan internasional telah dijadwalkan berlangsung di fasilitas tersebut sepanjang 2026.

Di sisi konektivitas, pembukaan bertahap Tol Kataraja disebut semakin mempermudah akses menuju kawasan PIK 2, termasuk keterhubungannya dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan jaringan jalan tol utama di Jabodetabek. Perseroan menilai peningkatan aksesibilitas tersebut dapat mendukung mobilitas masyarakat maupun pelaku usaha.

Hingga akhir kuartal I/2026, PANI memiliki total aset sekitar Rp50 triliun dan cadangan lahan seluas 1.825 hektare. Perseroan menilai dukungan aset, ketersediaan lahan, serta pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan menjadi modal untuk pengembangan kawasan dalam jangka panjang. (*)

Baca juga: PANI Genjot Recurring Income dan Marketing Sales untuk Raih Target Omset Rp4,3 Triliun

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag