BEI Tegaskan Pencatatan Saham RANS Telah Penuhi Ketentuan Bursa
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menegaskan BEI telah melakukan penilaian atas pemenuhan ketentuan dan kelayakan pencatatan saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS).
Jeffrey menjelaskan, Direktur Penilaian BEI periode 2022–2026 I Gede Nyoman Yetna telah menerima permohonan pencatatan saham RANS. Pada saat itu, permohonan tersebut masuk dalam pipeline atau daftar antrean pencatatan sebelum Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 mulai berlaku pada 31 Maret 2026.
“Terkait pertanyaan tentang apakah memenuhi ketentuan free float, ketentuan pencatatan yang lain, saya kira Pak Nyoman sudah menyampaikan jawaban lengkap,” ujar Jeffrey saat dikonfirmasi SWA.co.id di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Sebelumnya, pada 24 Juni 2026, BEI menjelaskan bahwa selain porsi saham yang ditawarkan kepada publik dalam IPO sebesar 20,02%, RANS juga memiliki pemegang saham existing yang memenuhi kriteria free float atau saham yang beredar di publik. Penjelasan tersebut disampaikan Nyoman merujuk pada struktur kepemilikan saham perseroan setelah IPO.
“Berdasarkan struktur kepemilikan saham setelah IPO, posisi free float perseroan diperkirakan mencapai sekitar 28,85%,” jelas Nyoman secara tertulis kepada awak media, Rabu (24/6/2026).
Pada kesempatan terpisah, Komisaris Utama PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk Darwin Cyril Noerhadi menegaskan perseroan telah memenuhi seluruh ketentuan dalam proses penawaran umum perdana saham (IPO).
“Ada tiga hal, pertama keterbukaan kaitan topik aspek hukum. Semua transaksi harus dibuktikan dengan dokumen notaris. Kedua, keterbukaan dengan akuntansi. Ketiga, keterbukaan informasi. Masalah pencucian uang mungkin rumor yang ada daripada fakta yang ada,” tegas Darwin kepada SWA.co.id saat jumpa pers IPO RANS di Main Hall BEI, Jumat (10/7/2026).
Sementara itu, pemegang saham pengendali (PSP) Rans Entertainmen Indonesia Raffi Farid Ahmad atau Raffi Ahmad menyampaikan bahwa pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam menjadi salah satu pemegang saham dengan kepemilikan lebih dari 1%.
Baca juga: Haji Isam Mengempit 1% Saham RANS
Berdasarkan data perdagangan real-time BEI, harga saham RANS pada sesi pertama perdagangan Senin (13/7/2026) berada di level Rp238 per saham pada pukul 12.00 WIB. Memasuki sesi kedua, saham RANS bergerak di kisaran Rp234–Rp236 atau menguat sekitar 2,63% hingga 3,51% pada pukul 13.55 WIB, sebelum turun ke Rp230 pada pukul 13.56 WIB.
Meski demikian, secara keseluruhan pergerakan saham RANS cenderung melemah dibandingkan hari pertama pencatatan, ketika saham perseroan sempat menyentuh batas auto rejection atas (ARA) di level Rp282 pada Jumat (10/7/2026). (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.