Ini Prediksi Kondisi Bisnis Perhotelan Tahun 2023

20 Des 2022, 19:31 WIB
Kondisi bisnis perhotelan pada tahun 2023 diprediksi meningkat. Namun kondisi ekonomi global, inflasi, biaya energi tinggi, dan munculnya varian baru Covid-19 perlu diwaspadai. (Foto: PP Properti)

Hotel menjadi salah satu sektor bisnis yang sangat terdampak akibat pandemi Covid-19. Setelah pandemi Covid-19 melandai, bisnis hotel kembali bergeliat. Lalu seperti apa kondisi bisnis perhotelan tahun 2023 mendatang?

Dalam laporan perusahaan jasa real estat global Cushman & Wakefield yang dipublikasikan pada Senin (19/12/2022) menyebutkan bahwa tahun 2022 ini, pasar hotel masih dalam tahap pemulihan pascapandemi Covid-19 melandai. Per akhir tahun 2022, total pasokan kamar hotel bintang 3 hingga hotel mewah berjumlah sekitar 42.500 kamar, meningkat 1,6% YoY. Masing-masing terdiri dari 27% bintang 3, 42% bintang 4, 20% bintang 5, dan 11% hotel mewah atau luxury. 

“Total pasokan yang diharapkan beroperasi pada 2023 hanya 600 kamar hotel, masih jauh di bawah total pasokan baru sebelum pandemi pada 2019 sebanyak 2.400 kamar. Rata-rata pasokan baru dalam 10 tahun terakhir hanya sekitar 1.700 kamar hotel per tahun,” kata Direktur Strategic Consulting Cushman & Wakefield Arief Rahardjo, Senin (19/12/2022). 

Terkait permintaan hotel, Arief melanjutkan, pencabutan larangan perjalanan internasional Indonesia pada 12 Januari 2022 merupakan tonggak penting bagi pemulihan sektor pariwisata dan hotel pada tahun 2022. Sepanjang tahun 2022, peningkatan perjalanan bisnis FIT dan aktivitas meeting perusahaan diamati berkontribusi pada penurunan tingkat kekosongan dari 63% pada tahun 2021 menjadi 52% pada tahun 2022. 

“Peningkatan pelancong FIT dan kegiatan rapat akan bertambah di tahun 2023. Meningkatnya kegiatan rapat dari kalangan pemerintah dan partai politik akan terus menurunkan tingkat kekosongan pada tahun 2023 yang merupakan tahun persiapan pemilihan umum,” ucap Arief. 

Selanjutnya, tingkat kekosongan yang lebih rendah terlihat berdampak pada peningkatan harga rata rata kamar di seluruh segmen pasar selama tahun 2022. Pada akhir tahun 2022 harga rata rata kamar per malam akan mencapai Rp400.700 (10% YoY) untuk bintang 3, bintang 4 Rp687.600 (25% YoY), bintang 5 Rp1.435.700 (45% YoY), dan hotel mewah Rp1.966.100 (28% YoY). Pertumbuhan harga rata rata kamar diperkirakan akan kembali ke level normal positif pada tahun 2023 seiring dengan peningkatan okupansi.

“Pada tahun 2023 diperkirakan pemulihan terus berlanjut dari pasar perjalanan domestik ke tingkat pra-pandemi, dengan pembangunan kembali pasar masuk akan dilakukan. Namun, kondisi ekonomi global, inflasi yang lebih tinggi dan biaya energi, ketegangan geopolitik, serta risiko varian baru Covid-19 dapat memberikan risiko penurunan lebih lanjut pada pemulihan pasar,” ujar Arief.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id