Peluang Penggunaan Metaverse untuk Marketing Perusahaan

01 Dec 2022, 22:10 WIB
Group Chief Sales & Marketing Officer WIR Group Gupta Sitorus saat menjelaskan peluang Metaverse untuk marketing perusahaan. (Foto: Ubaidillah/SWA)

Metaverse kian digandrungi perusahaan-perusahaan besar dunia untuk dikembangkan karena dilatarbelakangi dengan konsep yang menarik yakni kemampuan untuk menyerupai kehidupan nyata sehingga memungkinkan adanya interaksi secara virtual. Aktivitas dalam metaverse menggabungkan aspek media sosial, game online, Augmented Reality dan Virtual Reality (AR/VR), AI, serta Blockchain. 

Menurut McKinsey & Co, Market insight pada tahun 2030, Metaverse bisa mencapai nilai kapitalisasi pasar sebesar US$5 triliun. Sementara potensi pasar Metaverse tahap awal di Indonesia mencapai 15.000.000 penggunaan, 202 juta netizen, 52 juta gamers 8 jam per hari, #1 gamers & crypto users di Asia Tenggara, dan US$1,9 miliar pengeluaran gamers.

Peluang tersebut ditangkap oleh WIR Group. Sebuah perusahaan berbasis teknologi imersif Augmented Reality, Virtual Reality, dan Artificial Intelligence di Asia Tenggara yang sudah membangun solusi untuk puluhan industri mancanegara sejak 2009.

Group Chief Sales & Marketing Officer WIR Group Gupta Sitorus menjelaskan WIR telah mengerjakan fundamental atau backbone dari Metaverse. Jika berbicara teknologi metaverse, maka terdapat tiga tulang punggung dari metaverse yaitu Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Artificial Intelligent (AI). 

Dunia teknologi AR, VR, dan AI bisa menjadi peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan brand-nya. Sebagai contoh, calon presiden di Nigeria ingin menang Pemilu. Nigeria memiliki demografi milenial dan pengguna Android yang sangat besar. Dua kondisi ini dianggap sebagai peluang untuk memenangkan Pemilu dengan menggunakan teknologi AR. 

“Strategi komunikasinya cukup sederhana, intinya kita ingin menyematkan capres (Mohamed Buhari) di semua ruang publik dan tidak mungkin secara fisik, akhirnya kita membuat avatar beliau. Anak-anak muda yang sudah pegang Android, tinggal mengarahkan hp-nya maka dia bisa ketemu secara virtual dengan Muhammad Buhari. Akhirnya 30% swing voters memilih beliau dan akhirnya memenangkan Pemilu,” jelasnya.

Kedua WIR pernah membantu Pharrel Williams musisi AS pada tahun 2013 mengeluarkan album Happy, di waktu bersamaan Pharrell Williams juga membuka butik di New York. Pharell menangkap peluang bahwa dirinya bisa menyematkan avatar ke baju-baju yang ada di Butik. 

“Jadi anak-anak muda yang datang ke toko dan mengarahkan hp-nya, muncul avatar Pharell sambil berdansa lagu Happy. Ini menjadi poins atraktif bagi butik Pharrell,” katanya. 

Teknologi Metaverse sangat memungkinkan digunakan oleh produk-produk perusahaan. Seperti pada tahun 2015 ada perusahaan properti Malaysia yang memiliki masalah bagaimana membawa customer ke dalam show unit, karena jaraknya jauh sekali. Sehingga kita membuatkan sell kit yang bisa memberikan pengalaman yang nyata kepada customernya. 

“Sehingga kami membuat sell kit (berupa brosur) lalu tinggal arahkan ke kamera hp lalu muncullah tampilan (show unit) secara 3D. Kemudian di klik dan masuk ke dalam rumahnya. Ini adalah AR awal-awal,” katanya. 

Selain itu juga Alfamart pernah membangun virtual store. Alfamart ingin memberikan kesempatan kepada ibu-ibu, untuk bisa menjadi bagian dari bisnis Alfamart tanpa harus membeli franchise-nya. 

“Akhirnya kita membuat virtual store namanya AlfaMind, di mana ibu-ibu tidak perlu membeli franchise, hanya perlu membayar fee Rp250 ribu sebagai saldo awal. Setelah itu dia mendapatkan kartu yang bisa digunakan untuk alat jual beli sebagai reseller Alfamart,” ujarnya. 

Untuk Alfamart, ini sangat menguntungkan karena bisa menjual lebih banyak barang dibanding di toko fisik. Saat ini sudah ada punya hampir 100.000 orang yang menjadi reseller Alfamart.

Selain itu, teknologi metaverse juga bisa menghadirkan tokoh yang tidak hadir secara fisik ke dalam suatu ruangan. “Kita pernah menghadirkan Presiden Jokowi (avatar) hadir secara fisik,” ucapnya. 

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id