LV Vaidyanathan, Presdir P&G Indonesia: Aktifkan Tim Krisis Manajemen

LV Vaidyanathan, Presdir P&G Indonesia
LV Vaidyanathan, Presdir P&G Indonesia

P&G secara global telah menerapkan perencanaan keberlangsungan bisnis (business continutiy plan/BCP) serta pengaturan kerja yang diperlukan sejak wabah corona bermula di China. Di Indonesia, kami menerapkan pendekatan berimbang secara proaktif (proactive balanced approach), yaitu mengambil tindakan dengan memperhatikan pertimbangan dari otoritas medis dan P&G di wilayah lain. Kami segera mengaktivasi Tim Krisis Manajemen (Crisis Management Team/CMT) untuk meninjau situasi secara keseluruhan dan memastikan langkah-langkah terbaik selanjutnya bagi karyawan, konsumen, dan pemangku kepentingan lainnya.

CMT terdiri dari jajaran direksi P&G Indonesia serta tim multifungsi seperti HR, supply chain, purchasing, sales marketing, serta government relations and communications. CMT melakukan pertemuan virtual setiap hari untuk memantau perkembangan kasus dan dampak wabah Covid-19 terhadap jalannya bisnis, juga untuk memberikan informasi kepada karyawan. Setiap minggu kami juga melakukan pertemuan virtual level manajer agar seluruh karyawan mengetahui arahan serta perkembangan situasi terakhir.

Bagi kami, kesehatan karyawan adalah yang terpenting. P&G telah mengeluarkan anjuran bagi karyawan untuk membatalkan atau menjadwalkan ulang perjalanan bisnis ke luar negeri, terutama ke negara yang telah dinyatakan status berbahaya (oranye). Dan, jika mereka dari negara yang masuk dalam daftar oranye, mereka harus berada dalam masa inkubasi dengan pantauan selama 14 hari, dan harus segera melapor kepada pemimpin medis apabila memiliki gejala Covid-19.

Kami juga memberlakukan aturan bekerja dari rumah (WFH) sejak 16 Maret dan telah menjalankan keterikatan sosial secara virtual. Seluruh karyawan didorong agar terus berkomunikasi dengan atasan secara intensif untuk memberikan informasi terbaru terkait pekerjaan. Kami pun menyediakan infrastruktur yang diperlukan, seperti laptop dan koneksi internet untuk memastikan produktivitas karyawan tetap optimal selama WFH untuk periode waktu yang relatif lama dan masih belum dapat ditentukan ini.

Selain membahas pekerjaan, aktivitas sosial secara virtual bersama karyawan juga diterapkan. Salah satunya, dengan mengadakan virtual coffee session untuk menyapa anggota tim. Juga, menganjurkan penggunaan video conference call dalam setiap meeting untuk memastikan kesehatan mental satu sama lain saat WFH.

Sementara itu, pabrik kami di Karawang serta pusat distribusi tetap berjalan dengan menerapkan langkah pencegahan secara terukur seperti yang telah dianjurkan. Kami, seperti pelaku industri serupa lainnya, tetap menjalankan pemasokan barang secara komprehensif. 

Sampai saat ini, P&G di seluruh dunia telah berkomitmen memberikan sumbangan dalam bentuk barang dan uang yang secara kolektif bernilai lebih dari US$ 5 juta untuk menyediakan edukasi kebersihan, peralatan medis, dan produk-produk bagi masyarakat yang paling rentan dan individu di garis depan yang membantu mereka yang terkena dampak Covid-19. Kami juga memberikan kesempatan bagi karyawan untuk berkontribusi terhadap upaya ini melalui dana tanggap Covid-19. Donasi yang terkumpul, sebesar US$ 500.000, akan disesuaikan dengan kontribusi perusahaan, lalu dana tersebut akan diberikan kepada para mitra strategis terkait Covid-19.

Di tengah wabah Covid-19 yang terus meluas, kami berkomitmen terus bekerja keras memastikan kami tetap melayani konsumen, melalui proactive balanced approach, yaitu infrastruktur teknologi informasi yang kokoh, serta BCP yang matang dan dibuat untuk mendukung berbagai fungsi dalam perusahaan. (*)

Yosa Maulana & Anastasia AS

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)