Bagaimana Upaya CIMB Niaga Raih Laba Bersih Rp 4,28 Triliun?

Di tengah kondisi perekonomian yang tidak kondusif pada tahun 2013, PT Bank CIMB Niaga, Tbk. berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih sebanyak 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih bank ini tercatat Rp 4,28 triliun pada tahun lalu.

"Tahun 2013 merupakan satu tahun yang penuh tantangan. Dengan naiknya suku bunga dan juga pengetatan likuiditas, laba bersih Bank CIMB Niaga dilaporkan di angka Rp 4,3 triliun, atau naik 1 persen year on year," terang Wan Razly Abdullah, Direktur Keuangan dan Strategi CIMB Niaga, di Jakarta, Selasa (18/2/2014).

cimb niaga

Ia menyebutkan, tipisnya kenaikan laba bersih salah satunya karena bank menerapkan strategi pertumbuhan kredit yang mengedepankan prinsip kehati-hatian. "Ini adalah sesuai dengan strategi kami, supaya (melakukan) pertumbuhan kredit dengan perlahan, dengan prinsip kehati-hatian," ucapnya. Tahun lalu, kredit CIMB Niaga tumbuh sebesar 8 persen menjadi Rp 156,98 triliun. Pertumbuhan tersebut berada di bawah capaian industri.

Bila dirinci, kenaikan penyaluran kredit sebagian besar disumbangkan oleh perbankan komersial yang tumbuh 13 persen (yoy) menjadi Rp 34,12 triliun, dan perbankan mikro, kecil, dan menengah yang juga tumbuh 13 persen menjadi Rp 31,06 triliun. "Kalau di SMEE (Small Medium Micro Enterprise) atau UMKM, itu tumbuh 13 persen (yoy) ke RpĀ  31,06 triliun," ucap dia.

Sementara di kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kepemilikan mobil (KPM), bank menyatakan adanya pengaruh dari pemberlakukan aturan loan to value dan financing to value di perbankan konvensional dan syariah kepada pertumbuhan kedua kredit tersebut. Sekalipun demikian, pada tahun 2013, KPR masih tumbuh 8 persen menjadi Rp 22,41 triliun, sedangkan KPM meningkat 5 persen menjadi Rp 18,35 triliun.

Pertumbuhan yang tipis dicetak oleh kredit korporasi dengan kenaikan cuma 1 persen. Sementara itu kredit konsumer yang ditopang oleh bisnis personal loans dan kartu kredit tumbuh masing-masing 72 persen dan 12 persen menjadi Rp 1,63 triliun dan Rp 4,08 triliun. NPL gross pun lebih baik dari tahun 2012, di mana tercatat 2,23 persen pada tahun lalu.

Mengenai dana pihak ketiga, CIMB Niaga mencatat DPK sebanyak Rp 163,74 triliun. Ada kenaikan 8 persen dari tahun sebelumnya. CASA naik 10 persen menjadi Rp 72,03 triliun, di mana giro tumbuh 13 persen menjadi Rp 36,8 triliun, sedangkan tabungan naik 7 persen menjadi Rp 35,23 triliun.

Aset bank pun naik 11 persen menjadi Rp 218,87 pada akhir tahun 2013. Dengan demikian, CIMB Niaga melanjutkan posisinya sebagai bank terbesar kelima dalam hal aset di Indonesia. Terkait rasio keuangan, return on equity (ROE) turun menjadi 17,74 persen. Rasio kecukupan modal (CAR) menjadi 15,36 persen, atau ada kenaikan 20 basis poin dibandingkan tahun 2012. (EVA)

Selain itu, dalam hal perbankan syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga pada tahun 2013 telah menyalurkan pembiayaan Rp 6,68 triliun. Dan DPK yang diperoleh mencapai Rp 6,47 triliun. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)