Merck Serono Berikan Kontribusi Terbesar Bagi Penjualan

Beberapa hari lalu, PT Merck Tbk., atau dikenal sebagai Merck Indonesia, mengumumkan bahwa perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 1,2 triliun pada tahun 2013. Ada pertumbuhan sebanyak 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar terhadap penjualan disumbang oleh Divisi Obat Resep Merck Serono dengan 46 persen, kemudian diikuti oleh Divisi Bahan Kimia 38 persen dan Divisi Kesehatan Konsumen sejumlah 16 persen.

“Meskipun diterpa krisis ekonomi, kami mengapresiasi jajaran direksi dan seluruh karyawan atas kerja keras dan dedikasi mereka yang membawa hasil luar biasa, baik dari sisi kinerja operasi maupun kinerja keuangan. Kinerja keuangan 2013 kami ditandai dengan adanya pencapaian penjualan sebesar Rp 1,2 triliun,” ujar Martin Feulner, Presiden Direktur Merck Indonesia yang baru. Sementara itu, laba komprehensif tercatat Rp 175 miliar pada tahun lalu. Meningkat 62 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp 108 miliar.

Jajaran BOD Merck Indonesia

Bila melihat detail unit bisnis Merck, pada Divisi Bahan Kimia terdiri dari dua unit bisnis, yakni Divisi Merck Millipore dan Divisi Performance Materials. Pada tahun 2013, Divisi Bahan Kimia berhasil mencapai tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 12 persen, melebihi tingkat pertumbuhan pasar yang hanya 6 persen, dengan angka penjualan sebesar Rp 458 miliar. Angka itu mengalami kenaikan 28 persen dibandingkan tahun 2012 dengan Rp 359 miliar.

Sebagai informasi, pada 18 Juni 2013, perseroan menerima Surat Pemberitahuan Pengakhiran, sehubungan dengan perjanjian distribusi produk-produk kimia antara Merck KGaA dan perseroan yang menyatakan bahwa perjanjian distribusi berakhir pada 31 Desember 2013. Namun, kemudian pada tanggal 21 Januari lalu, Merck KGaA telah memperpanjang perjanjian distribusi ini dan berlaku mulai dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember mendatang. Hal ini sejalan dengan Peraturan Kementerian Perdagangan No. 59/M-DAG/PER/9/2012 tentang ketentuan Angka Pengenal Importir yang mengharuskan setiap perusahaan untuk hanya dapat memiliki satu jenis Angka Pengenal Importir (API).

Sementara itu, Divisi Farmasi terdiri dari dua unit bisnis, yakni Divisi Kesehatan Konsumen dan Divisi Obat Resep Merck Serono. Divisi Kesehatan Konsumen bertanggung jawab atas produksi, pemasaran, dan distribusi obat-obatan “Over-The-Counter” (OTC) yang tersedia untuk konsumen tanpa resep dokter. Divisi Kesehatan Konsumen berhasil mencapai tingkat pertumbuhan 32 persen melebihi pesaing internasional lainnya sebesar 15 persen berdasarkan data International Pharmaceutical Manufactures Group (IPMG) OTC Market. Pada tahun lalu, penjualan Divisi Kesehatan Konsumen naik dari Rp 166 miliar menjadi Rp 186 miliar.

Divisi Obat Merck Serono bertanggung jawab untuk produksi dan pemasaran obat yang hanya dapat dikonsumsi dengan resep dokter. Pada tahun 2013, penjualan di divisi ini meningkat 36 persen dari Rp 405 miliar menjadi Rp 550 miliar. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)