RHB Sekuritas Indonesia, Siapkan “Pancing” dan Berikan Pilihan “Ikan”

Iwanho, Presiden Direktur RHB Sekuritas Indonesia.
Iwanho, Presiden Direktur RHB Sekuritas Indonesia.

Pada tahun 2019, RHB Sekuritas Indonesia, sekuritas yang berkode DR, sukses mencatatkan puluhan triliun transaksi jual ataupun beli di pasar reguler dan nonreguler, dengan jumlah rata-rata transaksi online trading sebesar 50%. Di 2020, total transaksi meningkat sekitar 30% dibandingkan tahun 2019 dengan jumlah transaksi online trading rata-rata dalam tahun 2020 mencapai 65%. Adapun pertumbuhan transaksi online hampir mencapai dua kali lipat dari tahun 2019 ke 2020.

Iwanho, Presiden Direktur RHB Sekuritas Indonesia, menyuguhkan data: dari puluhan ribu jumlah nasabah saat ini, 60% di antaranya nasabah pria, yang berusia di bawah 30 tahun mencapai 50%, dan yang berusia 31-40 tahun sebesar 20% dari total nasabah. Ini artinya, potensi milenial memang sangat besar. Dari data BPS saja, total generasi milenial mencapai 69 juta penduduk, belum termasuk generasi Z yang mencapai 76 juta jiwa. Melihat jumlah investor di Indonesia saat ini cuma 4,83 juta, masih ada room yang sangat jauh untuk naik, terutama sekarang ketika semuanya sudah serba online.

Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, ketika aktivitas fisik menjadi slow down, yang berada di rumah pun cenderung mulai mencari alternatif investasi dan tambahan pendapatan. Nah, melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, PodCast, Spotify, dan yang terbaru, Clubhouse, semua orang memberikan pembahasan mengenai dunia keuangan dengan cukup memadai. Apalagi, penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia yang mendorong penurunan suku bunga simpanan di bank juga menjadi salah satu penyebab kenaikan jumlah investor domestik perorangan saat ini.

Hal itulah yang membuat geliat RHB terlihat kencang. RHB sengaja melakukan aktivitas yang cukup banyak di webinar Zoom, media sosial, serta bekerjasama dengan bursa untuk program Sekolah Pasar Modal secara berkala. Bahkan, dalam waktu dekat, RHB akan memiliki layanan live streaming YouTube setiap pagi, untuk memberikan outlook harian pasar dari perspektif riset analis RHB.

Semua itu tentu dalam upaya memberikan yang terbaik untuk nasabahnya. “Di setiap program kami, baik itu webinar maupun online event lainnya, kami tidak ingin memberikan hanya sekadar ‘ikan’ saja kepada nasabah kami, tetapi kami lebih memberikan ‘kail’ dan ‘pancing’ agar mereka ke depannya tidak bergantung lagi pada rumor maupun informasi  yang kadang bisa menyesatkan,” Iwanho menegaskan. Baginya, hal itu penting agar dapat memberikan edukasi dan layanan umum ataupun khusus, agar investor pemula tidak terjebak di investasi abal-abal.

RHB memang memberikan banyak kemudahan bagi investor milenial dan pemula. Misalnya, saat ini membuka rekening sudah tidak seperti dulu, semua bisa dilakukan dari website RHB ataupun aplikasi online trading RHB. Setoran awal pun mengikuti anjuran bursa, yaitu hanya Rp 100 ribu untuk setoran minimal di awal, fee transaksi pun sangat bersaing. Pihaknya juga memliki produk online trading yang berbasis syariah, untuk menjembatani calon investor yang berbasis Syariah

Dikatakan Iwanho, prinsip online trading satu sama lainnya sebenarnya serupa. Akan tetapi, seperti disebutkan sebelumnya, fokus RHB adalah memberikan “kail” dan “pancing” sebagai alat berinvestasi. Bukan itu saja, RHB juga memberikan pilihan “ikan” apa saja yang baik untuk dipancing.

“Dalam hal ini, kami memiliki fitur Assisted Robo Optimization (ARO), layanan informasi data dengan menggunakan suatu metode analisis teknis jangka pendek yang diproses melalui sistem tersebut untuk menghasilkan indikator-indikator sinyal real-time, yang akan menganalisis pergerakan saham LQ45,” Iwanho kembali menjelaskan.

Dan, di luar daftar saham LQ45 tersebut, nasabah pun dapat menggunakan fitur ARO untuk melihat support dan resistance harga suatu saham sebelum memutuskan untuk beli atau jual.

Iwanho berharap, booming dahsyat dunia sekuritas bukan cuma karena pandemi. Secara umun, berdasarkan data yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia, memang transaksi perdagangan harian investor domestik perorangan meningkat 390% menjadi 250.000 transaksi harian di Januari 2021 (dari 51.000 transaksi harian di Januari 2020). Dari jumlah itu, 70%-90% transaksi investor domestik perorangan dilakukan melalui online platform.

Secara garis besar, Iwanho menunjukkan persentase investor berdasarkan kelompok umur: < 30 sebesar 54,9%, 31-40 sebesar 22,51%, 41-50 sebesar 11,88%, 51-60 sebesar 6,54%, dan > 60 sebesar 4,17%. Yang menarik, ada pergeseran rasio (perbandingan) nilai transaksi antara investor institusional dan investor ritel dalam beberapa tahun terakhir.

Dari data yang diperoleh dari BEI, pada 2015-2019 transaksi investor institusional, baik lokal maupun asing, mencapai rata-rata  65% dari total transaksi keseluruhan. Anomali besar terjadi pada tahun 2020, yakni porsi mereka menurun, menjadi 50%, dan di Januari 2021 pangsa pasar institusional bahkan hanya 30%. Adapun investor ritel melonjak mencapai 70%.

        “Saya melihat ini suatu pergeseran yang substansial. Bukan nilai transaksi institusional yang mengecil, akan tetapi perputaran pasar menjadi lebih besar daripada biasanya dengan adanya penambahan investor ritel yang signifikan,” katanya.

Iwanho optimistis, melihat jumlah milenial dan Gen Z yang saat ini mencapai 50% dari total penduduk Indonesia, maka pertumbuhan YoY 2021 akan naik minimal 30%. Ia berharap, transaksi RHB dapat meningkat dengan baik, mencapai pertumbuhan lebih dari 100% dari tahun 2020.

Satu hal yang menjadi tantangan dalam mengelola investor milenial dan Gen Z, mereka merupakan segmen yang akan menjadi segmen utama ke depan seiring dengan pertumbuhan demografis. Mereka adalah segmen yang tidak bisa dibeli loyalitasnya secara hard selling. Harus menggunakan soft selling dan teknik pendekatan yang terasa organik, tidak dibuat-buat.

“Ini menjadi challenge sendiri bagi kami perusahaan finansial yang cukup konvensional untuk bertransisi ke arah sana,” ungkap Iwanho. Pihaknya sengaja merekrut tenaga milenial dan early Gen Z untuk bergabung agar kesenjangan generasi tersebut dapat dijembatani, sehingga RHB menjadi perusahaan yang paham akan kebutuhan segmen di zamannya. (*)

Dyah Hasto Palupi/Darandono

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)